KapanLagi.com menyusun daftar rekomendasi drama China bertema petani dan kehidupan pertanian bagi penonton yang jenuh dengan kisah seputar kantor dan intrik istana. Dalam judul-judul pilihan itu, sawah, ladang, dan desa menjadi panggung utama, sementara konfliknya membumi, mulai dari gagal panen, utang keluarga, sampai perjuangan keluar dari kemiskinan. Ada empat drama yang disorot, yaitu Minning Town, Romance on the Farm, This Thriving Land, dan Meet Yourself.
Alasan tema desa kian diminati
Menurut pengamatan redaksi KapanLagi.com, tema desa makin dilirik karena banyak orang lelah dengan ritme kehidupan kota. Drama bertema petani dan buruh dinilai mengajak penonton melihat realitas desa yang keras tetapi tetap hangat, karena di dalamnya ada harapan, gotong royong, dan mimpi tentang masa depan yang lebih baik.
Redaksi KapanLagi.com mencatat sejumlah daya tarik tontonan semacam ini. Ceritanya dekat dengan kenyataan sehari-hari, misalnya soal utang, lahan, dan panen, sehingga penonton bisa menemukan potret hidupnya sendiri di layar. Visual alamnya menenangkan, dengan sawah, pegunungan, dan rumah kayu kuno yang cocok disaksikan saat akhir pekan. Nilai gotong royong warga desa juga ditampilkan kuat, begitu pula sosok perempuan tangguh seperti Lian Man Er dan Xiuxiu yang menjadi penggerak ekonomi desa. Penonton pun bisa belajar soal Dinasti Song, Shandong pada 1920-an, hingga program pengentasan kemiskinan modern tanpa merasa digurui. Ritme ceritanya cenderung pelan, sehingga pas bagi yang butuh jeda dari drama penuh plot twist.
Bagi yang ingin menambah daftar tontonan, redaksi KapanLagi.com juga menyarankan judul lain bertema kehidupan petani dan buruh, yakni Warm Village.
Minning Town (2021)
Drama ini mengisahkan warga Ningxia yang bermigrasi dan membangun Minning Town dari nol. Melalui program pengentasan kemiskinan, warga miskin di Xihaigu dipindahkan ke permukiman baru di tepi Gurun Gobi. Ma De Fu, lulusan sekolah pertanian yang menjadi kader muda, ditugaskan membujuk warga kampungnya pindah. Tugas itu tidak ringan karena warga keras kepala dan sangat skeptis, namun perlahan ia memimpin mereka menuju kemakmuran. Premisnya dinilai istimewa karena tanah gersang benar-benar diubah menjadi lahan produktif.
Huang Xuan memerankan Ma De Fu, kader akar rumput yang gigih membela warga desa. Ia dikenal lewat Red Sorghum (2014), The Legend of Mi Yue (2015), The Imperial Doctress (2016), dan The Interpreter (2016). Zhang Jia Yi tampil sebagai Ma Han Shui, ayah Ma De Fu sekaligus tokoh desa, sementara Yan Ni berperan sebagai Magistrate Yang dan Tao Hong sebagai Mother Fu. Huang Jue memerankan Ling Yi Nong, ahli yang membantu warga. Deretan pemeran lain mencakup Yao Chen sebagai Wu Yue Juan, Reyizha sebagai Li Shui Hua, Huang Yao sebagai Bai Mai Miao, Bai Yu Fan sebagai Ma De Bao, dan Wang Kai sebagai Secretary Pan.
Drama ini tayang 12-24 Januari 2021 setiap hari di BTV, Dragon TV, dan ZJTV, serta dapat disaksikan di Tencent Video, Youku, dan iQiyi. Totalnya 23 episode dengan durasi 45 menit per episode. Sutradaranya Kong Sheng dan Sun Mo Long, dengan Kong Sheng yang juga dikenal lewat Nirvana in Fire, sedangkan naskahnya ditulis Gao Man Tang dan Wang San Mao untuk rumah produksi Daylight Entertainment. Judul aslinya Shan Hai Qing, sebuah naskah orisinal yang terinspirasi program pengentasan kemiskinan Ningxia dan bantuan dari Fujian.
Penggarapan drama ini dilakukan di lokasi asli di barat laut China selama 90 hari. Hasilnya berbuah penghargaan Best Chinese TV Series di Shanghai Television Festival Magnolia Awards 2021.
Romance on the Farm (2023)
Drama ini menjadi pintu masuk yang pas bagi penonton yang baru mulai menyukai tema pertanian. Lian Man Er adalah mahasiswi miskin yang bekerja sebagai penguji game VR demi membayar uang kuliah. Ia kemudian masuk ke dunia game berlatar desa pertanian kuno dan menjadi anak keluarga Lian, yang orang tuanya penyayang tetapi kerabatnya serakah. Seperti dilansir dari MyDramaList, bersama Shen Nuo ia menghadapi kerabat yang merepotkan, bertani, berbisnis, dan berjuang menuju kemakmuran. Premisnya digadang unik karena memadukan game, transmigrasi, dan budaya bertani zaman dulu, dengan roman yang berjalan pelan dan tidak berlebihan.
Joseph Zeng (Zeng Shun Xi) memerankan Shen Nuo atau Shen Yi, pemuda misterius bertipe tsundere, setelah sebelumnya dikenal lewat Hi Venus, Mysterious Lotus Casebook, dan Meet Yourself. Tian Xi Wei berperan sebagai Lian Man Er, gadis modern yang cerdas dan pantang menyerah, yang sebelumnya tampil di New Life Begins dan First Love. Li Mo Zhi dan Yang Zhi Ying melengkapi jajaran sebagai Lian Hua Er dan Lian Ye Er dari keluarga Lian, ditemani Xing Ze sebagai Wang You Heng dan Chang Long sebagai Shi San.
Penayangannya berlangsung 14-25 Oktober 2023 di iQiyi setiap Senin, Selasa, Rabu, Sabtu, dan Minggu. Drama bergenre Historical, Comedy, Romance, dan Life ini disutradarai Hong Ling dengan naskah Jin Yuan Yuan, diadaptasi dari novel Zhong Sheng Xiao Di Zhu karya Ruo Yan. Jumlah episodenya 26, masing-masing berdurasi 45 menit.
Lokasi syuting utamanya adalah Jijiazhai, desa kuno dari era Dinasti Song di Yongjia, Wenzhou, Zhejiang. Rumah tokoh utamanya dibangun dari kayu solid tanpa paku dengan teknik sambungan tradisional, dan beberapa warga desa ikut menjadi figuran. Soal filosofi ceritanya, Hong Ling pernah mengatakan, “Bertani bukan hanya tentang tenaga kerja; ini lebih tentang cerita antara orang-orang dan hubungan mereka dengan tanah.”
This Thriving Land (2025)
Drama ini menyorot desa pertanian di Shandong satu abad lalu, tepatnya di wilayah selatan Shandong pada 1926-1944. Kehidupan para perempuan desa berubah di tengah perubahan pertanian, sementara petani bertahan di bawah sistem feodal sembari menjaga ikatan turun-temurun dengan tanah. Xiuxiu, awalnya putri tuan tanah yang dimanja, dicap sebagai pengantin yang ternoda. Dari titik terendah itu ia tumbuh menjadi petani, ibu, sekaligus pemimpin, dan membimbing perempuan desa membudidayakan tanaman obat. Premisnya kuat karena menempatkan perempuan sebagai penggerak ekonomi desa.
Yang Mi memerankan Xiuxiu, didampingi Ou Hao sebagai pemeran utama pria, serta aktor senior Ni Dahong dan Qin Hailu yang memperkuat jajaran pemeran. Drama ini tayang pada 2025 dan ramai dibicarakan sebagai hit pada awal September 2025. Untuk mendalami karakternya, sang aktris menghabiskan dua minggu di sebuah desa di Shandong guna belajar bertani dari warga setempat. Menurut para kreatornya, drama ini berhasil karena membangkitkan ingatan kolektif masyarakat China tentang bertani.
Bergenre drama, historis, dan pedesaan, judul aslinya adalah Sheng Wan Wu, dengan 36 episode berdurasi sekitar 45 menit. Sumber adaptasinya tidak disebutkan dalam rujukan redaksi.
Meet Yourself (2023)
Drama ini tidak sepenuhnya berfokus pada pekerjaan di ladang, tetapi tetap masuk daftar karena menyorot desa yang sedang bangkit. Xu Hong Dou bekerja di sebuah hotel di Beijing dengan tekanan tinggi. Setelah sahabatnya meninggal, ia memutuskan berhenti bekerja dan menghabiskan tiga bulan di Yunmiao, desa yang tenang di Dali, Provinsi Yunnan. Di sana ia berkenalan dengan warga yang berusaha menghidupkan kembali desanya. Kisahnya bicara soal duka, pemulihan diri, dan kebangkitan komunitas desa, dengan desa yang ditampilkan sebagai tempat penuh peluang, bukan tempat untuk kabur.
Liu Yifei memerankan Xu Hong Dou, sementara Li Xian tampil sebagai pemeran utama pria, pemuda desa yang ikut membangun kampung halamannya. Joseph Zeng juga ikut tampil di drama ini sebelum membintangi Romance on the Farm. Meet Yourself tayang perdana pada Januari 2023 dan dipuji penonton karena suasananya nyaman serta alurnya yang pelan, memadukan romansa dengan tradisi Yunnan.
Bergenre Romance, Life, dan Healing, drama ini berlatar di Desa Yunmiao, Dali, Yunnan, memakai naskah orisinal, dan berjumlah 40 episode dengan judul asli Qu You Feng De Di Fang.
Dari yang dihimpun redaksi KapanLagi.com, para kreator drama mengakui bahwa tontonan bertema pedesaan masih jarang, apalagi drama periode dengan tema tersebut. Penonton juga memuji cara drama ini menampilkan adat bertani tradisional dan rasa hormat petani terhadap tanah. Sebagaimana dilaporkan Sixth Tone, sejak 2021 dua pembuat film telah menjelajahi lebih dari 1.100 desa dan kota kecil untuk membuat dokumenter pendek tentang pedesaan China. Keduanya menegaskan bahwa bagi petani, bertani adalah soal bertahan hidup.
