Bitcoin (BTC) Tembus US$ 80.000 Didorong Kemenangan Demokrat dan Penurunan Minyak Mentah
Trenz Indonesia – 06 November 2026 | Harga Bitcoin (BTC) mencatat lonjakan signifikan dengan menembus level US$ 80.708 per koin pada perdagangan Kamis (4 November 2026), menanjak hampir 5% dalam waktu singkat. Reli aset kripto terbesar ini sejalan dengan penguatan pasar Wall Street setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat, serta penurunan harga minyak mentah yang meredakan kekhawatiran inflasi global.
Berdasarkan data pasar, kapitalisasi kripto global melejit 4,42% dalam 24 jam terakhir mencapai US$ 2,69 triliun. Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan kinerja 20 aset kripto terbesar melonjak 4,74%. Ethereum (ETH) melejit 7,08% ke US$ 2.425, sedangkan Binance Coin (BNB) melesat 3,79% menjadi US$ 720. Pemulihan BTC ini menandai bangkitnya dari level terendah dalam tujuh pekan sebelumnya.
Kepala Riset CoinShares James Butterfill menilai hasil pemilu berpotensi membuka jalan bagi reli pemulihan Bitcoin yang lebih luas karena ketidakpastian politik mulai mereda. Namun, arah BTC tidak hanya ditentukan oleh hasil pemilu. Imbal hasil riil, likuiditas dolar AS, dan aliran dana ke produk investasi yang diperdagangkan di bursa (ETP) Bitcoin tetap menjadi faktor yang lebih menentukan dalam jangka panjang.
Meskipun momentum positif terlihat, analisis Bitfinex menandai US$ 81.300 sebagai level resistance utama untuk Bitcoin. Analis Wintermute menekankan bahwa BTC perlu bertahan di atas US$ 80.000 dengan dukungan pembelian spot asli dan arus masuk ETF agar pemulihan semakin kuat. Jika breakout gagal, harga BTC berpotensi kembali mengetes US$ 77.000 dan level terendah di US$ 75.700.
Tantangan masih menghadang, terutama dari permintaan yang lemah. Exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot AS membukukan arus keluar bersih sekitar US$ 1,16 miliar dalam tiga sesi trading terakhir. Pasar opsi menandakan optimisme baru, namun keberlanjutan pemulihan BTC tergantung pada apakah pembeli Bitcoin sungguhan akan mengikuti momentum ini.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa dinamika pasar kripto tetap dipengaruhi oleh faktor makroekonomi global, sentimen pasar, dan peristiwa geopolitik. Investor perlu memantau level resistance dan support Bitcoin dengan cermat untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.
