Sejumlah judul drama China menempatkan sosok pandai besi pembuat pedang sebagai pusat cerita, bukan sekadar tokoh latar. Pilihannya beragam, mulai dari film wuxia layar lebar, animasi fantasi, versi live action yang masih ditunggu, hingga drama pendek bertema kehidupan modern. Di setiap judul, empu pedang berdiri di tengah konflik.
Sword of Destiny, dendam di balik bilah yang belum rampung
Film ini berkisah tentang Meng Yezi, empu pedang terbaik di zamannya, yang keluarganya dibantai oleh Zhao Han, seorang pengkhianat yang mengabdi di istana. Pembantaian itu dipicu urusan penempaan Pedang Hanguang yang tersohor. Dengan susah payah, Meng Yezi menyelamatkan putranya, Meng Yang, sekaligus mewariskan Pedang Chengying yang belum selesai ditempa.
Dua puluh tahun kemudian, Meng Yang yang sudah dewasa berniat membalas kematian ayahnya. Persoalannya, Pedang Chengying masih belum rampung, padahal bilah itulah yang mesti menandingi Pedang Hanguang. Kesempatan terbuka ketika kaisar sekarat dan Meng Yang ditugaskan mengawal seorang pangeran kembali ke istana. Dalam perjalanan itu ia menyelidiki kebenaran di balik pembantaian keluarganya.
Menurut catatan MyDramaList, Eric Hsiao memerankan Meng Yang, Yang Yi sebagai Prince Du, dan Francis Chai sebagai Zhao Han. Sejumlah peran pendukung diisi Liu Yue Tao, Jin Long, Zheng Zhong Yu, Man Ning Xi, Lu Shun, Zhuang Han, dan Zhuo Yi. Film ini dirilis pada 30 Maret 2021 dengan durasi 1 jam 31 menit. Li Yu Xi duduk sebagai sutradara, Wang Runze menulis naskah, dan Wang Ying menangani koreografi laga. Naskahnya orisinal, terinspirasi legenda pedang kuno Tiongkok, dan film ini masuk kategori 13 tahun ke atas. Di iQ.com, judul ini dikelompokkan sebagai wuxia, action, adventure, costume, dan revenge.
Sword of Coming, empu pedang di dunia kultivasi
Versi animasi Jian Lai ini mengikuti Chen Ping’an, pemuda yatim dari kota kecil yang menemukan dunia tersembunyi berisi kultivasi dan seni bela diri. Ia tumbuh di antara orang-orang yang menyimpan rahasia besar, salah satunya Ruan Qiong, empu pedang terkenal yang datang membuka bengkel tempa termasyhur. Ruan Qiong dikenal sangat protektif terhadap putrinya, Ruan Xiu, dan lebih menilai watak ketimbang bakat saat memilih murid.
Pengisi suaranya antara lain Chen Zhangtaikang sebagai Chen Ping’an, Li Min sebagai Ning Yao, Chen Hao sebagai Qi Jingchun, Yang Tianxiang sebagai Liu Xianyang, Liu Xiaoyu sebagai Gu Can, Wan Shuxin sebagai Ruan Xiu, dan Yang Mo sebagai Ruan Qiong. Ada pula Zhang Huilin sebagai Li Baoping, Bai Xuecen sebagai Cai Jinjian, serta Zhao Mingzhou sebagai Old Man Yang. Musim pertamanya tayang di China pada 15 Agustus 2024 lewat Tencent Video dengan durasi sekitar 26 menit per episode.
Serial ini diadaptasi dari novel web karya Fenghuo Xi Zhuhou, penulis yang sama di balik Sword Snow Stride. A Du Qin dan Gang Tian bertindak sebagai sutradara utama dengan Ma Hua sebagai co-director, sementara naskahnya digarap Qu Yizhang, Xia Yingzhe, dan Zuo Xiaohui. Rumah produksinya adalah Cloud Art dan Tencent Penguin Pictures.
The One, versi live action yang masih dinanti
Dunia Jian Lai juga sedang dibawa ke layar melalui versi live action. Ceritanya tetap berpusat pada Chen Ping’an dan kehidupannya yang keras, dengan Qi Jing Chun, Ning Yao, Gu Can, serta Liu Xian Yang sebagai penopang langka dalam hidupnya. Ruan Qiong dan Ruan Xiu masih masuk daftar tokoh, sehingga sosok empu pedang tetap hadir.
Wu Lei atau Leo Wu didapuk sebagai Chen Ping’an. Sejumlah nama tercatat sebagai pemeran tamu khusus, yakni Xia Meng, Yang Xizi, Li Zhiliang, Vanda Margraf, Ning Chang, Steven Zhang, Zhang Zhen, Jia Bing, Vengo, dan Justin, meski pembagian peran lengkapnya belum dirilis resmi. Zhang Chi Yu bertindak sebagai sutradara sekaligus penulis naskah. Produksinya melibatkan Tencent Video, Happy Mahua Pictures, dan New Classics Media. Lokasi syutingnya mencakup Longquan dan Jiande di Zhejiang, dan Longquan sendiri lama dikenal sebagai kota pedang tradisional Tiongkok.
Tukang Besi yang Tak Tergantikan, empu tua di tengah industri
Drama pendek ini mengangkat martabat seorang empu di dunia industri modern. Tio rela tidak menikah demi membesarkan anak angkatnya, Azada. Namun setelah Azada menjadi direktur, Tio justru dipecat dan diusir karena dianggap kuno. Bersamaan dengan itu, Alan dari Bengkel Tempa mencari Tio, yang dikenal sebagai “Pembuat Ilahi”, untuk mereplikasi Pedang Tang. Sementara itu, pisau baru Azada yang laris malah tersandung masalah kualitas fatal. Cerita bergerak dari bengkel penuh asap hingga panggung kompetisi tempa internasional.
Judul ini tayang mulai 1 September 2026 di platform NetShort, tersedia dalam Bahasa Indonesia, dengan total 50 episode dan sudah tamat. Genre yang dicantumkan adalah kehidupan urban, keadilan hukum, dan penyesalan. Nama aktor maupun sutradara dan penulisnya belum tercantum di halaman resmi platform.
Alasan tema empu pedang tak pernah basi
Menurut pengamatan redaksi KapanLagi.com, ada sejumlah alasan yang membuat tema ini terus dipakai. Genre wuxia memang berpusat pada dunia persilatan, pendekar, dan nilai kehormatan, sehingga sosok pandai besi menyatu dengan ceritanya. Bilah pedang sering digambarkan sebagai pusaka keluarga, membuat konflik balas dendam terasa lebih personal.
Proses menempa dengan bara api, palu, dan percikan logam dinilai memberi momen sinematik. Empu pedang biasanya juga berperan sebagai mentor, sehingga relasi guru dan murid menambah lapisan emosi. Pedang kerap menjadi cerminan watak pemiliknya, dan bilah yang belum selesai menandakan tokoh yang juga belum matang. Kisah modern seperti Tukang Besi yang Tak Tergantikan mengangkat benturan kerja tangan dengan mesin, sementara banyak nama pedang diambil dari cerita kuno sehingga penonton sekaligus mengenal budaya Tiongkok.
Sword of Coming musim kedua dijadwalkan menyusul pada 2025. Sementara itu, The One baru tercatat di MyDramaList untuk tahun 2027 dan tanggal pastinya belum diumumkan.
