Di balik kebersamaan saat berkumpul, keluarga besar kerap menyimpan persoalan yang tak terlihat dari luar: perbedaan pendapat antara orang tua dan anak, persaingan antarsaudara, hingga rahasia lama yang meninggalkan luka. KapanLagi.com merangkum delapan film Indonesia yang mengangkat tema tersebut, Kamis (5/11). Cerita-ceritanya dinilai dekat dengan kehidupan sehari-hari dan bisa membangkitkan sisi emosional penonton.
Ketika orang tua dan anak berselisih
Bila Esok Ibu Tiada mengikuti Rahmi yang berupaya menjaga keutuhan keluarganya setelah suaminya, Haryo, meninggal dunia. Keempat anak mereka — Ranika, Rangga, Rania, dan Hening — memiliki karakter serta persoalan hidup yang berbeda. Sepeninggal sang ayah, hubungan antarsaudara justru makin rumit. Ranika sebagai anak sulung merasa harus memikul tanggung jawab besar sehingga kadang bersikap terlalu mengatur, sementara Rangga, Rania, dan Hening sibuk dengan masalah masing-masing hingga komunikasi di antara mereka tak selalu lancar. Di tengah pertengkaran itu, Rahmi berusaha agar anak-anaknya tetap saling menyayangi, sekaligus menghadapi persoalan kesehatan yang membuat waktu kebersamaan mereka semakin berharga. Film yang dibintangi Christine Hakim, Adinia Wirasti, Fedi Nuril, Amanda Manopo, dan Yasmin Napper ini mendapat rating 6,7/10 di IMDb.
Konflik ayah dan anak juga menjadi inti Cek Toko Sebelah garapan Ernest Prakasa. Koh Afuk, pemilik toko kelontong yang mulai bermasalah dengan kesehatannya, memikirkan masa depan usaha keluarga yang selama ini menjadi sumber penghidupan. Ia memutuskan menyerahkan toko kepada Erwin, anak bungsu yang kariernya cemerlang. Keputusan itu membuat Yohan, sang kakak, kecewa karena merasa lebih pantas meneruskan usaha keluarga, apalagi ia selama ini sudah berusaha memberi perhatian kepada ayahnya meski hubungan mereka tak selalu mulus. Di balik persoalan toko, muncul perasaan tidak dipercaya, kekecewaan, dan keinginan memperoleh pengakuan dari orang tua. Film ini meraih rating 7,7/10 di IMDb.
Rahasia di balik keluarga yang tampak harmonis
Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini atau NKCTHI garapan Angga Dwimas Sasongko menyorot keluarga Narendra dari kacamata orang tua dan anak. Dari luar, ayah, ibu, dan tiga anak mereka — Angkasa, Aurora, dan Awan — tampak harmonis. Kenyataannya, hubungan itu menyimpan banyak persoalan: Angkasa memikul tanggung jawab besar sebagai anak sulung, Aurora sering merasa kurang diperhatikan, sedangkan Awan tumbuh dengan perlindungan berlebihan. Perubahan sikap Awan setelah mengalami kegagalan dan mengenal Kale membuat hubungan keluarga memanas. Perselisihan ketiga saudara dengan orang tua akhirnya membuka rahasia besar yang selama ini disimpan. Rating film ini 7,3/10 di IMDb.
Sementara itu, Ngeri-Ngeri Sedap karya Bene Dion mengangkat kehidupan keluarga Batak dengan perbedaan pandangan antargenerasi. Pak Domu dan Mak Domu tinggal bersama putri mereka, Sarma, sedangkan tiga anak laki-laki mereka — Domu, Gabe, dan Sahat — memilih hidup jauh dari kampung halaman. Hubungan ketiganya dengan Pak Domu yang dikenal keras dan sulit menerima pilihan hidup anak tidak berjalan baik, sehingga mereka punya alasan sendiri untuk enggan pulang, mulai dari soal pasangan, pekerjaan, hingga perbedaan prinsip. Untuk mengumpulkan anak-anaknya, Pak Domu dan Mak Domu menyusun rencana dengan berpura-pura ingin bercerai, tetapi rencana itu justru menyeret persoalan yang selama ini terpendam ke permukaan. Film ini mendapat rating 7,9/10 di IMDb.
Komedi dan perebutan warisan
Orang Kaya Baru menceritakan keluarga sederhana dengan tiga anak, Tika, Duta, dan Dodi, yang hidup pas-pasan namun hangat dan terbiasa menjalani berbagai kegiatan bersama. Kehidupan mereka berubah setelah sang ayah meninggal dan sebuah pesan peninggalannya mengungkap bahwa ia sebenarnya memiliki kekayaan dalam jumlah besar. Ibu dan ketiga anaknya mendadak menerima warisan yang mengubah hidup mereka drastis. Kekayaan itu justru memunculkan persoalan baru karena kebiasaan dan sikap tiap anggota keluarga mulai berubah setelah bisa membeli berbagai hal yang sebelumnya sulit didapat. Film garapan Ody C. Harahap dengan skenario Joko Anwar ini dibintangi Cut Mini, Lukman Sardi, Raline Shah, Derby Romero, dan Fatih Unru, serta mendapat rating 6,6/10.
Persaingan harta peninggalan menjadi inti Gara-Gara Warisan arahan Muhadkly Acho. Film drama komedi ini mengikuti Adam, Laras, dan Dicky yang harus menghadapi tantangan dari ayah mereka, Dahlan, untuk mengelola sebuah guest house keluarga. Adam sebagai anak sulung memiliki hubungan kurang baik dengan ayahnya karena sering menyalahkan sikap Dahlan atas kegagalan hidupnya, Laras dikenal mandiri dan idealis, sedangkan Dicky sebagai anak bungsu kehidupannya belum stabil. Persoalan makin rumit ketika ketiganya harus membuktikan kemampuan masing-masing untuk mendapatkan hak atas warisan. Rating film ini 7,2/10 di IMDb.
Beberapa judul di atas memadukan persoalan keluarga dengan unsur komedi, yakni Ngeri-Ngeri Sedap, Gara-Gara Warisan, Cek Toko Sebelah, dan Orang Kaya Baru.
Warisan yang menyimpan teror
Temurun mengemas konflik keluarga lewat genre horor. Dua bersaudara, Dewi dan Sena, harus menjalani perubahan besar setelah kehilangan ibu mereka. Keduanya diajak tinggal bersama ayahnya dan diperkenalkan kepada nenek mereka, Gayatri, yang memimpin perusahaan produksi daging milik keluarga. Kehidupan baru itu awalnya tampak seperti kesempatan memperbaiki keadaan, bahkan Dewi dan Sena mendapat pekerjaan di perusahaan keluarga. Namun, seiring waktu mereka menemukan berbagai kejanggalan pada bisnis turun-temurun tersebut. Sena kemudian menemukan tanda-tanda praktik pesugihan yang berkaitan dengan kelangsungan usaha keluarga, dan rahasia itu membuat keduanya menghadapi ancaman yang tak pernah mereka bayangkan. Dibintangi Bryan Domani, Yasamin Jasem, dan Jajang C. Noer, film ini mendapat rating 4,6/10 di IMDb.
Konflik warisan juga diangkat Wasiat Warisan garapan Agustinus Sitorus. Tarida, Ramona, dan Togar mewarisi sebuah hotel keluarga di kawasan Toba setelah kedua orang tua mereka meninggal. Hotel itu lama tak terurus dan membutuhkan perhatian serius. Persoalan makin pelik ketika Linda, seorang perempuan, menyatakan memiliki piutang kepada mendiang orang tua mereka sehingga hotel keluarga terancam disita sebagai jaminan. Ketiga bersaudara itu harus mencari jalan keluar di tengah perbedaan pendapat soal masa depan hotel, sementara hubungan mereka diuji oleh masalah yang belum terselesaikan. Togar bahkan menemukan rahasia lama yang ditinggalkan sang ibu melalui wasiat terakhirnya. Dibintangi Derby Romero, Sarah Sechan, dan Astrid Tiar, film berlatar budaya Batak ini meraih rating 6,2/10 di IMDb.
