Penyanyi senior Imaniar masih berkarya di dunia musik. Ia belum ingin berhenti dan sedang menyiapkan sejumlah proyek, termasuk single baru untuk tahun depan.
Selain bernyanyi, Imaniar masih mengajar vokal dan menerima tawaran tampil. Ia juga baru menyelesaikan pekerjaan sebagai juri dan mengarahkan sebuah acara penghargaan. Hal itu disampaikannya kepada detikcom di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2026).
“Alhamdulillah, nggak ada habisnya ya pekerjaan tentang musik. Karena emang hidupku di musik. Kemarin baru aja selesai menjuri, kemudian men-direct suatu award. Baru aja syuting dan insyaallah tahun depan disiapin single baru,” kata Imaniar.
Prinsip Berkarya Tanpa Sensasi
Imaniar juga berencana membuka usaha di bidang musik. Menurutnya, ia ingin terus mengembangkan kiprah di industri yang membesarkan namanya.
Soal bertahan sebagai penyanyi senior, Imaniar punya pegangan. Menurut dia, musisi sebaiknya dikenal lewat karya dan prestasi, bukan sensasi.
“Kita mengalir apa adanya aja. Nggak usah terlalu dibuat-buat pengen viral, pengen ngetop, kita berkarya aja. Kita dikenal orang hasil dari karya. Bukan dari sensasi,” tegasnya.
Prinsip itu, ujarnya, membuatnya bertahan puluhan tahun di musik. Ia menyebut orang mengenalnya karena karya dan prestasi, bukan berita sensasional.
Cerita Penggemar dan Panggung Luar Negeri
Selama berkarier, Imaniar mengatakan lebih banyak merasakan suka daripada duka. Namun, ada hal yang membuatnya sedih: penggemar tak selalu bisa menonton penampilannya karena harga tiket mahal atau acara bersifat privat.
“Pengennya saya tuh penggemar dan semua yang mengenal Imaniar bisa nonton, kalau bisa gratis. Kadang-kadang saya suka sedih aja. Kenapa sih mereka nggak bisa nonton semuanya?” ungkapnya.
Imaniar juga mengenang tampil di Malaysia, Singapura, Hong Kong, hingga Eropa. Ia terkesan dengan respons penonton luar negeri terhadap musik khas Indonesia. Menurutnya, gamelan dan keroncong menjadi daya tarik tersendiri.
“Respons orang luar itu dengan musik Indonesia luar biasa, melebihi dari respons kita. Kalau kita membawakan lagu ada gamelannya, lagu keroncong, mereka tetap kagum,” tuturnya.
Jilbab Hampir Terlepas dan Pengagum Misterius
Imaniar punya pengalaman unik dengan penggemar. Saat turun dari panggung, jilbab yang dikenakannya hampir terlepas karena ditarik penonton. Penitinya dicopot dan hanya tersisa sedikit yang masih menempel. Menurut Imaniar, penonton itu ingin menyimpan jilbabnya sebagai kenang-kenangan.
Ia juga pernah menerima bunga dan cokelat dari pengagum misterius selama hampir empat tahun. Pengirimnya tak pernah memperkenalkan diri dan hanya menyertakan kartu bertuliskan tanda cinta.
“Aku sampai takut. Selama hampir empat tahun ada yang ngirim itu dan hanya kartunya tanda love aja. Sampai sekarang aku juga nggak tahu siapa itu, secret admirer kata orang,” ujarnya.
