Artis Sahrul Gunawan mengaku mengubah cara mendidik anak-anaknya yang kini beranjak remaja. Perubahan itu membuat ia bangga lantaran putrinya memilih menolak pendekatan seorang pria demi fokus pada pendidikan dan cita-citanya.
Pemeran sinetron Jin dan Jun tersebut menuturkan, sebelum memahami soal parenting, ia kerap menerapkan komunikasi satu arah kepada anak-anaknya. “Kalau dulu sebelum paham tentang parenting, aku mungkin sering komunikasi searah sama anak-anak,” kata Sahrul saat ditemui di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026), seperti dilaporkan detikcom.
Komunikasi lebih terbuka
Menurut Sahrul, pola pengasuhannya mulai berubah ketika anak-anak memasuki usia remaja. Ia berusaha menyesuaikan pendekatan agar anak-anak tidak sungkan menceritakan berbagai hal, termasuk pengalaman pribadi dan pergaulan sehari-hari.
Ia menilai orang tua tidak cukup hanya memberi arahan, tetapi juga perlu menjadi sosok yang dipercaya dan dijadikan tempat bercerita. “Tapi setelah anak-anak remaja, aku sadar dan ubah treatment aku biar mereka juga bisa nyaman cerita sama aku,” tuturnya.
Bagi Sahrul, kepercayaan menjadi kunci dalam membangun hubungan baik dengan anak. Ia ingin memastikan anak-anaknya merasa aman untuk berbagi cerita sehingga komunikasi antara orang tua dan anak tetap terjaga. “Yang paling penting adalah cara kita menanamkan kepercayaan kepada anak kita, dan mereka juga percaya untuk cerita sama kita. Intinya komunikasi,” jelasnya.
Putri pilih fokus belajar
Upaya membangun komunikasi terbuka itu membuahkan cerita yang membuat Sahrul bangga. Ia mengungkapkan putrinya pernah bercerita tentang seorang pria yang berusaha mendekatinya dengan memberi perhatian dan sejumlah pemberian. Namun, sang putri memilih menolak pendekatan tersebut.
“Pernah anakku yang cewek cerita kalau ada cowok yang pernah kasih perhatian dan ngasih ini dan itu, tapi ditolak sama dia,” ungkap Sahrul.
Alasan penolakan itulah yang membuat Sahrul bangga sekaligus lega. Putrinya mengaku ingin fokus pada pendidikan dan mengejar cita-citanya, sehingga belum ingin memprioritaskan hubungan asmara.
Sahrul menilai putrinya mampu menentukan prioritas di tengah dinamika pergaulan remaja. Ia mengaku kekhawatirannya sebagai orang tua berkurang setelah mengetahui komitmen anaknya untuk fokus belajar. “Pas dengar anakku nolak cowok dengan alasan pengin fokus belajar, aku bangga banget sih. Memang anakku enggak mau fokus ke pacaran, dia memang pengin kejar cita-citanya. Jadi, rasa kekhawatiranku langsung hilang,” pungkasnya.
