Pothos (Epipremnum aureum) atau yang sering disebut Devil’s Ivy menjadi salah satu tanaman hias populer karena perawatannya relatif mudah dan kemampuannya beradaptasi di berbagai kondisi. Daun berbentuk hati dengan variasi hijau dan kuning membuat tanaman ini tampil menarik saat tumbuh menjuntai, sehingga banyak dipilih pemula maupun pencinta tanaman berpengalaman. Meski tidak rewel, pothos tetap membutuhkan cahaya, air, media tanam, dan perawatan yang tepat agar daunnya sehat dan tidak menguning.
Cahaya dan lingkungan yang sesuai
Pothos tumbuh paling baik di area yang mendapat cahaya matahari tidak langsung namun terang, idealnya sekitar enam sampai delapan jam per hari. Tanaman ini sebaiknya tidak diletakkan di bawah sinar matahari langsung karena daun bisa gosong atau warnanya berubah. Di sisi lain, pothos masih dapat bertahan di cahaya rendah, tetapi pertumbuhannya melambat dan warna pada varietas berdaun variegata bisa memudar.
Suhu yang cocok berada di kisaran 15 hingga 27 derajat Celsius. Hindari suhu di bawah 15 derajat Celsius, angin dingin, serta panas ekstrem karena pothos tidak tahan terhadap kondisi beku. Sebagai tanaman tropis, pothos menyukai kelembapan udara tinggi, sekitar 50 sampai 60 persen. Tanaman ini bisa beradaptasi di lingkungan yang lebih kering, tetapi akan tumbuh lebih subur bila kelembapannya cukup. Kelembapan dapat ditingkatkan dengan menyemprot daun sesekali, menempatkan pelembap udara di dekat tanaman, atau meletakkan nampan berisi batu dan air.
Penyiraman dan media tanam
Penyiraman dilakukan ketika lapisan atas tanah sedalam satu sampai dua inci terasa kering. Frekuensinya tidak selalu sama karena dipengaruhi musim, ukuran pot, jenis tanah, kelembapan, dan suhu ruangan. Secara umum, pothos perlu disiram setiap satu hingga dua minggu. Pada musim tanam aktif, yaitu musim semi dan musim panas, frekuensi penyiraman bisa lebih sering, sedangkan pada musim dingin penyiraman dua minggu sekali mungkin sudah mencukupi.
Siram sampai air merembes keluar melalui lubang pot dan jangan membiarkan air menggenang di alas bawah pot agar akar tidak membusuk. Gunakan air bersuhu ruangan supaya akar tidak kaget. Air keran yang telah didiamkan selama 24 jam juga dapat digunakan untuk menghilangkan klorin.
Media tanam yang ideal adalah tanah pot dengan drainase baik dan kaya nutrisi. Campurannya harus berudara, mengandung bahan organik, serta mampu menyeimbangkan drainase dan penyimpanan kelembapan. Lumut gambut, perlit, vermikulit, dan kompos dapat menjadi pilihan campuran. Pothos tidak terlalu mempersoalkan pH tanah karena dapat hidup di tanah asam maupun basa. Yang terpenting, gunakan pot berlubang drainase untuk mencegah genangan air yang berpotensi menyebabkan busuk akar.
Pemupukan dan pemangkasan
Pothos bukan tanaman yang membutuhkan banyak nutrisi, tetapi pemupukan teratur dapat mempercepat pertumbuhan dan membuat daun lebih besar. Pupuk cair seimbang untuk tanaman hias dapat digunakan, misalnya dengan rasio NPK 3-1-2 atau 10-10-10 yang diencerkan, atau 20-20-20 yang sangat diencerkan. Pemberian pupuk dilakukan setiap dua sampai empat minggu selama musim tanam. Pemupukan dihentikan pada musim dingin. Pothos lebih baik diberi pupuk dalam jumlah sedikit tetapi konsisten daripada dosis besar sesekali. Siram tanaman sebelum memupuk untuk mencegah kerusakan akar.
Pemangkasan penting untuk merangsang pertumbuhan yang lebih lebat dan menjaga bentuk tanaman. Waktu terbaik adalah musim semi atau musim panas ketika tanaman aktif tumbuh, dan sebaiknya dihindari pada akhir musim gugur atau musim dingin. Gunakan gunting tajam dan bersih, lalu potong tepat di bawah buku atau node. Node adalah titik kecil pada batang yang menjadi tempat tumbuhnya daun dan akar. Untuk membuat tanaman lebih rimbun, pangkas dekat mahkota. Pemangkasan tunas bisa dilakukan hingga dua pertiga bagian, tetapi jangan membuang lebih dari sepertiga tanaman dalam satu waktu. Daun yang layu atau mati perlu dibuang secara rutin.
Memperbanyak pothos
Pothos dapat diperbanyak lewat stek batang yang ditaruh di air, stek di tanah, atau pemisahan akar. Untuk stek air, potong batang sehat tepat di bawah node dan pastikan setidaknya ada dua sampai tiga daun. Buang daun pada node terbawah agar bagian tersebut bisa terendam air. Tempatkan stek dalam wadah berisi air dengan ujung potongan terendam, lalu ganti air setiap beberapa hari. Akar biasanya muncul dalam dua sampai tiga minggu, dan setelah akarnya mencapai beberapa inci, stek dapat dipindahkan ke tanah.
Pada stek tanah, ambil batang dengan minimal satu node dan satu daun. Ujung potongan boleh dicelupkan ke bubuk hormon perakaran, kemudian stek ditanam langsung di pot berisi campuran tanah berdrainase baik. Jaga tanah tetap lembap selama beberapa minggu sampai akar berkembang. Untuk pembagian akar, keluarkan tanaman induk dari pot dan bersihkan tanah dari akarnya. Cari titik pemisahan alami, pisahkan tanaman dengan hati-hati, lalu longgarkan akar dan batangnya. Setiap bagian ditanam kembali di pot baru dengan campuran tanah yang drainasenya baik.
Masalah daun, hama, dan penyakit
Daun menguning adalah masalah yang paling umum dan dapat disebabkan oleh kelebihan atau kekurangan air. Jika banyak daun tua menguning sementara tanah kering, kemungkinan tanaman kekurangan air. Jika daun baru dan lama menguning di seluruh tanaman, penyebabnya bisa kelebihan air. Daun menguning disertai batang lembek dan tanah yang terus basah merupakan tanda busuk akar.
Ujung daun yang berwarna cokelat sering muncul karena udara kering atau penyiraman yang tidak konsisten. Daun berwarna cokelat gelap hingga hitam dapat menjadi tanda busuk akar akibat Phytophthora. Daun layu atau berwarna cokelat dengan tanah yang kering keras biasanya menandakan kekurangan air, sedangkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti hampir selalu disebabkan kurangnya cahaya.
Pothos tidak terlalu rentan terhadap hama, tetapi kadang bisa terserang kutu putih atau tungau laba-laba. Produk berbasis minyak neem dapat membantu mengatasinya. Penyakit yang umum menyerang adalah bercak daun bakteri dan busuk akar. Busuk akar muncul akibat penyiraman berlebihan dan drainase yang buruk.
Perlu diperhatikan, pothos beracun jika tertelan. Karena itu, tanaman ini sebaiknya dijauhkan dari jangkauan hewan peliharaan dan anak kecil.
