Band Matta berkolaborasi dengan produser musik sekaligus remixer asal Bengkulu, Akbar Chalay, melalui single terbaru berjudul Kera Sakti. Lagu yang dirilis di bawah label Glitch Haus itu diciptakan oleh Giant Prayash Trinanda dan disebut mempertemukan dua generasi pendengar musik.
Kisah di balik Kera Sakti
Menurut Matta Band, lagu ini mengangkat kisah seseorang yang pandai merayu banyak orang, tetapi tak pernah benar-benar menetap sehingga meninggalkan sakit hati. “Lagu Kera Sakti mengangkat kisah seseorang yang pandai merayu banyak orang, tetapi tak pernah benar-benar menetap hingga meninggalkan sakit hati,” kata Matta Band kepada awak media, Kamis (29/10/2026).
Judul Kera Sakti merupakan kepanjangan dari Kena Rayumu Sakit Hati. Permainan kata tersebut terinspirasi dari cara Matta menamai lagu-lagu terdahulunya, seperti Jambu yang merupakan singkatan dari Janjimu Busuk.
“Permainan kata itu menjadi benang merah dalam lirik yang menyindir sosok yang lihai mencuri perhatian, tetapi akhirnya mempermainkan perasaan,” kata Akbar Chalay.
Perjalanan Akbar Chalay
Akbar menempuh perjalanan karier yang tidak biasa. Ia memulai sebagai remixer dengan memanfaatkan warung internet di kampung halamannya, Bengkulu. Ia bisa memakai komputer secara gratis dengan ikut menjaga warnet ketika pemiliknya sedang keluar. Dari situ ia bereksperimen dengan musik remix hingga akhirnya menjadi produser dengan identitas musik sendiri.
Kini Akbar juga dikenal lewat lagu-lagu original seperti Ngga Dulu dan Astaga Bercanda. Kedua lagu tersebut bertempo energik dan lekat dengan keseharian pendengar.
Jejak Matta sejak Ketahuan
Matta adalah band asal Bandung yang mulai populer pada 2007 lewat lagu Ketahuan. Setelah itu, band ini memiliki sejumlah hits lain seperti Jambu, Playboy (Jatuh Cinta Lagi), Sumpah Mati, dan Sst Ada Yang Marah. Lagu terakhir dirilis pada 2009 dan kembali viral di media sosial pada 2025.
Meski mengangkat soal patah hati, Kera Sakti dikemas lebih ringan dan menghibur. Ceritanya dekat dengan pengalaman percintaan sehari-hari, salah satunya ketika seseorang sudah tahu orang yang disukainya bukan sosok yang tepat, tetapi tetap berharap ia kembali.
