Noor Shalima Zamaiya Hakim atau Shalima Hakim, putri artis dan aktivis Wanda Hamidah, kembali tampil di ruang publik dengan menyampaikan orasi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026). Aksi tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Mengutip unggahan video di media sosial, Shalima menyampaikan aspirasinya dengan penuh semangat dan sempat terisak. Dalam aksi itu ia disebut sebagai warga sipil yang berharap Presiden Prabowo Subianto segera menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Lima tuntutan aksi #IndonesiaSadar
Aksi bertajuk #IndonesiaSadar digelar oleh mahasiswa, di antaranya BEM UI, bersama Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) dan elemen masyarakat sipil. Massa membawa lima tuntutan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran, yakni penetapan karhutla sebagai bencana nasional, perbaikan anggaran negara, persoalan biaya pendidikan, pemberantasan korupsi, serta penghentian militerisasi ruang sipil.
Pemerintah melalui Badan Komunikasi Pemerintah menyatakan menghormati aksi tersebut.
Mengikuti jejak sang ibu
Shalima merupakan anak sulung dari empat bersaudara hasil pernikahan Wanda Hamidah dengan Cyril Raoul Hakim. Kini berusia 24 tahun, ia adalah lulusan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Wanda Hamidah dikenal sebagai artis sekaligus aktivis 1998 yang pernah menjadi anggota DPRD DKI Jakarta periode 2009–2014. Shalima disebut mengikuti jejak sang ibu dengan aktif menyuarakan pendapat di ruang publik.
Perhatian publik pertama kali tersita pada Shalima saat ia ikut demonstrasi menolak revisi UU Pilkada di depan Gedung DPR RI, Senayan, Kamis (22/8/2024). Ia berorasi dari atas mobil komando dan meneriakkan seruan “hidup demokrasi” di hadapan massa. Saat itu ia berbagi tugas dengan sang ibu. “Bagi-bagi tugas, aku di DPR, ibu di MK,” tulisnya di media sosial.
Dalam aksi tersebut, Shalima tampil bersama adiknya, Alfath Hakim, yang kuliah di ITB. Sang ibu menyampaikan doa dan dukungan lewat media sosial, seraya memohon keselamatan bagi anak-anaknya.
