KapanLagi.com merangkum 55 kalimat penyemangat diri yang pendek dan dikelompokkan sesuai suasana hati. Kumpulan itu memuat kutipan tokoh dunia, pepatah Nusantara, hingga kalimat orisinal redaksi, mulai dari dorongan untuk memulai, bangkit setelah gagal, menerima diri, sampai pengingat singkat untuk layar ponsel.
Berawal dari self-talk yang sehat
Menyimpan afirmasi di catatan ponsel dan memasang kutipan di wallpaper disebut sudah menjadi bagian dari rutinitas self-care banyak perempuan muda. Kebiasaan itu sederhana, tetapi bisa menjadi pengingat yang tenang di tengah hari yang padat.
Sebagaimana dilaporkan Psychology Today, berbicara pada diri sendiri dengan cara positif sangat sehat bagi jiwa. Self-talk positif juga disebut dapat membantu meredakan kecemasan dan suasana hati yang murung, sekaligus menjadi cara sederhana untuk membangun harga diri.
Ada temuan lain soal kata ganti. Mengutip Medical News Today, tinjauan tahun 2014 menemukan bahwa memakai kata ganti selain orang pertama, seperti “kamu” atau nama sendiri, membantu seseorang mengatur pikiran, perasaan, dan perilaku saat berada di bawah tekanan sosial. Karena itu, kalimat “Kamu bisa, Sari” bisa terasa lebih menguatkan daripada “Aku bisa”.
Merujuk laman Walden University, para ahli Mayo Clinic menyebut bahwa mengarahkan pikiran negatif ke arah positif dapat berkaitan dengan tingkat depresi yang lebih rendah, kesejahteraan psikologis dan fisik yang lebih baik, serta kemampuan bertahan yang lebih baik saat masa sulit.
Agar kutipan tidak hanya dibaca sekilas, KapanLagi.com menyarankan beberapa cara: mengganti “aku” menjadi “kamu” atau nama sendiri saat membaca dalam hati, memilih satu kalimat untuk satu minggu lalu menjadikannya wallpaper lockscreen, menulisnya dengan tangan di jurnal pagi, dan menyimpannya di folder catatan khusus agar mudah dibuka saat suasana hati menurun.
Dari rasa ragu sampai keberanian memulai
Bagian pertama kumpulan ini menyoroti langkah awal yang sering terasa paling menakutkan. Ada kutipan Seth Godin, penulis dan pakar pemasaran, yang berbunyi: “Kalau sesuatu membuatmu takut, mungkin itu justru hal baik untuk dicoba.” Versi aslinya adalah “If it scares you, it might be a good thing to try.”
Kutipan lain datang dari Liz Smith yang mengingatkan agar tidak berlama-lama menyusun rencana tanpa bergerak, Milton Berle yang menyarankan membuat pintu sendiri bila kesempatan tidak mengetuk, dan Herb Brooks yang menyatakan bahwa mimpi tidak akan bergerak kalau pemiliknya tetap diam. Brooks adalah pelatih di balik “Miracle on Ice”, tim hoki es Amerika Serikat yang mengalahkan Uni Soviet di Olimpiade Musim Dingin 1980; kisah itu diangkat ke layar lebar lewat film Miracle.
Ralph Waldo Emerson mengajak melihat hidup sebagai eksperimen, sementara Theodore Roosevelt menegaskan: “Percayalah kamu bisa, dan kamu sudah setengah jalan menuju ke sana.” Sam Levenson menawarkan analogi sederhana: jangan terus memandangi jam, lakukan apa yang dilakukannya, yaitu terus berjalan. Franklin D. Roosevelt menambahkan bahwa satu-satunya batas untuk mewujudkan hari esok adalah keraguan hari ini.
Belajar dari kegagalan
Bagian berikutnya menghadirkan orang-orang yang pernah jatuh berkali-kali sebelum dikenal. Michael Jordan, legenda bola basket NBA, menyatakan: “Aku sudah gagal berulang kali dalam hidupku. Dan karena itulah aku berhasil.” Dilansir dari Forbes, kutipan lengkapnya menyebut ia melewatkan lebih dari 9.000 tembakan, kalah hampir 300 pertandingan, dan 26 kali dipercaya mengambil tembakan penentu tetapi gagal. Kalimat itu masuk daftar 100 kutipan inspiratif pilihan Kevin Kruse.
Winston Churchill menyebut sukses sebagai berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. Julie Andrews mengingatkan bahwa ketekunan adalah gagal 19 kali dan berhasil pada kali ke-20. Jack Ma, pendiri Alibaba, menegaskan bahwa selama tidak menyerah, seseorang masih punya kesempatan, sedangkan menyerah adalah kegagalan terbesar. Drew Houston, co-founder dan CEO Dropbox, menambahkan bahwa seseorang hanya perlu benar satu kali.
Jeff Bezos, pendiri Amazon, mengatakan bahwa kegagalan tidak akan disesalinya, dan yang mungkin disesali hanyalah tidak mencoba. Jimmy Dean, penyanyi country dan pengusaha, memakai metafora berlayar: arah angin tidak bisa diubah, tetapi layar bisa diatur agar tetap sampai ke tujuan. Charles R. Swindoll, penulis dan pendeta, mengingatkan bahwa hidup adalah 10 persen apa yang terjadi dan 90 persen bagaimana meresponsnya.
Berdamai dengan diri sendiri
Bagian yang lebih personal membahas kepercayaan diri dan penerimaan diri. Brene Brown, peneliti yang mendalami rasa malu dan kerentanan, mengatakan: “Kamu tidak sempurna, kamu memang diciptakan untuk berjuang, tapi kamu layak dicintai dan diterima.” Sebagaimana dikutip dari Goodreads, kalimat itu berada di urutan teratas koleksi kutipan Brene Brown. Platform tersebut mencatat bahwa kutipan ditambahkan oleh komunitas Goodreads dan tidak diverifikasi, sehingga sebaiknya dibagikan dengan atribusi yang hati-hati.
Brene Brown juga menyarankan agar saat menyalahkan diri sendiri, seseorang berhenti sejenak dan berkata pada suara di dalam kepala bahwa ia sedang melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan saat ini. Dalam buku Braving the Wilderness, ia mengajak berhenti mencari bukti di wajah orang lain bahwa diri tidak cukup, karena bukti itu akan selalu ditemukan bila memang dicari.
Maya Angelou, penyair dan aktivis, mengingatkan untuk memaafkan diri karena tidak tahu apa yang belum diketahui sebelum mempelajarinya. Arthur Ashe, juara tenis Grand Slam, menyebut kepercayaan diri sebagai kunci penting kesuksesan, dan persiapan sebagai kunci penting kepercayaan diri. Bruce Lee, aktor dan maestro bela diri, mendorong agar seseorang menjadi dirinya sendiri, mengekspresikan diri, dan percaya pada diri sendiri, bukan meniru kepribadian orang sukses.
Steve Jobs, co-founder Apple, mengingatkan bahwa waktu terbatas sehingga tidak perlu dihabiskan untuk menjalani hidup orang lain. Jeffrey Gitomer menegaskan bahwa hanya diri sendiri yang bisa menghentikan langkah, sementara Mary Kay Ash, pendiri Mary Kay Cosmetics, menyatakan bahwa seseorang bisa melangkah sejauh pikirannya mengizinkan.
Arah hidup dan kearifan Nusantara
Kadang yang hilang bukan semangat, melainkan alasan. Kevin Kruse, penulis dan pengusaha, mengatakan hidup adalah tentang memberi dampak, bukan sekadar menghasilkan pendapatan. Charles Duhigg dalam buku Smarter Faster Better menjelaskan bahwa motivasi diri lebih mudah tumbuh saat pilihan dilihat sebagai penegasan atas nilai dan tujuan terdalam. Helen Keller, penulis dan aktivis, menyebut sukses dan kebahagiaan ada di dalam diri; Greta Thunberg, aktivis lingkungan, menegaskan bahwa seseorang tidak pernah terlalu kecil untuk membuat perubahan; dan Paulo Coelho, penulis novel The Alchemist, menyebut mustahil hanyalah sebuah opini.
Kumpulan ini juga memuat kearifan Nusantara. Pramoedya Ananta Toer, sastrawan, dalam novel Bumi Manusia menulis, “Seorang terpelajar harus juga berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan.” R.A. Kartini, pahlawan nasional, dikenang lewat judul kumpulan suratnya, “Habis gelap terbitlah terang.” Ada pula pantun nasihat Melayu, “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian,” serta peribahasa “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.”
Pepatah Jawa “Alon-alon asal kelakon” mengingatkan agar pelan-pelan asal tercapai, sementara “Sapa temen bakal tinemu” bermakna siapa yang bersungguh-sungguh akan menemukan apa yang dicarinya. Pepatah Jepang “Nana korobi ya oki” atau jatuh tujuh kali, bangkit delapan kali, merangkum inti ketangguhan: selalu bangkit satu kali lebih banyak.
Kalimat orisinal untuk hari yang berat
KapanLagi.com juga menyertakan kalimat orisinal dari redaksi, termasuk untuk self-love dan self-care. Salah satunya: “Kamu tidak perlu menunggu tubuhmu, kariermu, atau hidupmu terlihat ‘jadi’ dulu untuk mulai menyayangi diri sendiri. Bunga tetap disiram sebelum mekar.” Ada pula pengingat bahwa istirahat bukan hadiah setelah lelah, melainkan bagian dari perjalanan.
Untuk pekerja dan mahasiswa yang lelah, redaksi menulis, “Revisi itu tanda karyamu masih hidup. Yang tidak pernah direvisi biasanya yang tidak pernah dikerjakan.” Kalimat lain menyebut bahwa skripsi tidak menilai harga diri dan hanya ingin diselesaikan, satu paragraf hari ini sudah cukup. Untuk hari-hari berat, ada pesan bahwa kalau hari ini seseorang hanya sanggup bangun, mandi, dan makan, itu bukan hari yang gagal, melainkan hari ketika ia memilih bertahan.
Tren lockscreen bertuliskan afirmasi masih ramai di media sosial. Karena itu, versi super singkat disiapkan untuk caption dan lockscreen, seperti “Pelan, tapi pulang ke diri sendiri,” “Overthinking boleh libur dulu, aku mau tidur,” “Sedang dalam proses, mohon tidak dibandingkan,” dan “Aku versi hari ini sudah cukup untuk melangkah.”
Artikel itu menutup kumpulan dengan saran memilih satu kalimat yang paling terasa dekat hari ini, lalu mengucapkannya dengan kata “kamu” atau menyebut nama sendiri. Kalimat pendek yang diulang setiap hari, menurut artikel tersebut, pelan-pelan bisa menjadi suara batin yang lebih ramah.
