Kursi kayu di teras memberi kesan hangat dan alami pada rumah, tetapi material ini lebih rentan saat musim hujan. Air yang meresap ke serat kayu dapat merusak permukaan dan melemahkan konstruksi, terutama bila kursi terus terkena tempias atau diletakkan di lantai yang sering tergenang. Menurut panduan KapanLagi.com, perawatan sederhana—mulai dari pelapisan hingga penempatan—dapat memperpanjang usia pakai kursi.
Lindungi permukaan dengan pelapis tahan air
Langkah awal adalah melindungi permukaan kayu. Berbeda dengan furnitur dalam ruangan, kursi teras menghadapi hujan, sinar matahari, debu, dan perubahan suhu secara langsung. Tanpa lapisan memadai, air bisa masuk melalui pori-pori kayu sehingga material mengembang, berubah bentuk, bahkan lapuk.
Gunakan cat atau pelapis khusus furnitur outdoor yang dirancang menahan air. Selain itu, pilih produk yang melindungi dari sinar ultraviolet (UV) karena paparan matahari terus-menerus dapat memudarkan warna, mengeringkan permukaan, dan memicu keretakan serat. Beberapa pilihan finishing yang disebutkan adalah exterior varnish, cat kayu berbahan polyurethane (PU), dan wood stain dengan perlindungan cuaca.
Sesuaikan produk dengan jenis kayu dan lapisan finishing sebelumnya. Jangan menumpuk pelapis baru di atas permukaan yang kotor atau mengelupas; bersihkan dan siapkan permukaan lebih dulu. Lapisan pelindung juga tidak bertahan selamanya. Periksa bagian dudukan, sandaran, kaki, dan sambungan secara berkala karena area itu lebih sering terkena gesekan atau air.
Pemeriksaan dan pelapisan ulang dapat dilakukan setiap satu hingga dua tahun sebagai perkiraan awal, tergantung jenis kayu, kualitas finishing, dan intensitas paparan cuaca. Jika lapisan mulai retak atau mengelupas, perbaiki segera: bersihkan permukaan, amplas ringan bila perlu, lalu aplikasikan produk pelindung sesuai petunjuk.
Minyak kayu atau wood polish bisa menjadi pilihan untuk merawat serat dan mempertahankan tampilan alami. Namun, tidak semua minyak cocok untuk furnitur outdoor. Pilih produk yang diformulasikan untuk penggunaan luar ruangan dan sesuai dengan jenis kayu serta finishing. Sebagian produk hanya merawat tampilan sehingga masih membutuhkan perlindungan tambahan terhadap air dan UV. Hindari pula mengoleskan bahan terlalu tebal karena residunya membuat permukaan lengket dan mudah menangkap debu.
Bersihkan dan keringkan setelah kehujanan
Jangan membiarkan air hujan mengering sendiri di permukaan kursi, terutama jika air menggenang di dudukan, lekukan, atau sambungan kayu. Setelah hujan reda, serap sisa air dengan kain bersih dan kering. Perhatikan bagian bawah dudukan, celah sandaran, serta pertemuan kaki dengan rangka karena area itu sering terlewat.
Jika kursi terlalu basah, pindahkan sementara ke tempat teduh dengan sirkulasi udara baik dan biarkan mengering alami. Jangan menjemur kursi basah langsung di bawah terik matahari karena perubahan suhu yang cepat dapat membuat kayu menyusut tidak merata dan retak.
Debu, tanah, daun kering, dan sisa makanan yang menempel dapat menahan kelembapan serta menjadi tempat tumbuhnya jamur dan lumut. Untuk pembersihan harian, gunakan kemoceng atau kain lembut. Pembersihan lebih menyeluruh bisa dilakukan berkala dengan kain yang sedikit dibasahi. Jika ada noda membandel, campurkan sedikit sabun lembut dengan air, usapkan dengan kain, lalu bersihkan sisa sabun memakai kain lembap bersih.
Hindari menyiram kursi berlebihan atau memakai pembersih abrasif karena bahan kimia keras dapat merusak finishing dan menghilangkan perlindungan kayu. Setelah dibersihkan, keringkan dengan kain bersih dan pastikan tidak ada air yang tertinggal di sambungan.
Jika jamur sudah muncul, bersihkan dengan kain lembut dan cairan pembersih yang sesuai untuk permukaan kayu. Jangan menggosok terlalu keras karena dapat merusak finishing. Setelah dibersihkan, keringkan menyeluruh dan periksa sumber kelembapan agar jamur tidak muncul lagi.
Sebelum menutup kursi, pastikan permukaannya benar-benar kering. Kayu lembap yang dibungkus rapat berisiko mengalami kondensasi; udara lembap yang terperangkap dapat memicu jamur dan mempercepat kerusakan. Gunakan penutup khusus furnitur outdoor yang waterproof dan memiliki ventilasi memadai agar air tidak mudah masuk, tetapi udara tetap mengalir.
Atur posisi agar air tidak menggenang
Penempatan kursi memengaruhi ketahanan kayu. Teras yang sering terkena tempias, saluran airnya buruk, atau terlalu lembap dapat mempercepat kerusakan. Kaki kursi termasuk area paling rentan lapuk karena saat lantai basah atau tergenang, air terus bersentuhan dengan bagian bawah kayu.
Gunakan alas kaki berbahan karet atau plastik tahan air untuk mengurangi kontak langsung dengan lantai lembap. Pastikan lantai teras memiliki kemiringan dan saluran pembuangan memadai agar air hujan tidak menggenang di sekitar furnitur. Jika memungkinkan, letakkan kursi di area lebih tinggi dan kering, serta hindari posisi tepat di dekat saluran pembuangan yang sering meluap saat hujan deras.
Beri jarak antara kursi dan dinding agar udara dapat mengalir di belakang furnitur dan mempercepat pengeringan. Periksa juga kondisi dinding; jika ada rembesan, cat menggelembung, atau tanda jamur, perbaiki sumber kelembapan lebih dulu. Langkah ini juga membantu menjaga kebersihan dan kenyamanan teras.
Jika atap teras tidak cukup lebar, pertimbangkan kanopi, pergola, atau tirai luar ruangan untuk mengurangi paparan hujan dan matahari langsung. Saat kursi tidak digunakan, pakai sarung furnitur khusus outdoor dengan ukuran sesuai. Jangan memilih penutup yang terlalu ketat hingga menghambat sirkulasi udara. Di area sangat terbuka, pindahkan kursi ke tempat lebih terlindung saat hujan deras atau angin kencang.
Kursi kayu boleh dibiarkan di luar ruangan selama material dan finishing-nya sesuai untuk penggunaan outdoor. Meski begitu, tempatkan di bawah naungan, jauh dari genangan, dan lengkapi dengan penutup berventilasi baik.
Periksa konstruksi dan simpan saat hujan terus-menerus
Perawatan tidak cukup hanya membersihkan permukaan dan melindunginya dari hujan. Konstruksi juga perlu diperiksa agar kerusakan kecil tidak berkembang. Setelah hujan berkepanjangan, periksa sambungan antara kaki, dudukan, dan sandaran; kencangkan baut yang longgar dengan alat sesuai.
Waspadai kayu yang retak, berubah bentuk, atau terasa lunak saat disentuh. Tanda serangan rayap dan serangga perusak kayu, seperti lubang kecil, serbuk kayu, atau bagian keropos, harus segera ditangani dengan produk antirayap yang sesuai atau bantuan tenaga profesional jika kerusakan parah. Jangan menunda perbaikan karena bagian yang rusak dapat memengaruhi kekuatan seluruh kursi.
Untuk perabot kayu lain di rumah, bersihkan secara rutin, hindari menempatkannya dekat dinding lembap, dan jauhkan dari genangan air. Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara baik. Furnitur dengan finishing khusus perlu dibersihkan dan dirawat dengan produk yang sesuai agar lapisan pelindungnya tidak rusak. Kelembapan yang dibiarkan terlalu lama dapat membuat permukaan kusam, memicu jamur dan lumut, terutama pada bagian yang jarang terkena sinar matahari.
Jika hujan hampir setiap hari dan teras tidak memiliki perlindungan memadai, kursi dapat dipindahkan ke garasi, ruang penyimpanan, atau area tertutup berventilasi baik. Pastikan tempat penyimpanan tidak lembap dan jauh dari sumber rembesan air. Bersihkan dan keringkan kursi sebelum dipindahkan; lepaskan bantalan duduk berbahan kain dan simpan di dalam ruangan. Jangan meletakkan kursi langsung di lantai penyimpanan yang basah—gunakan alas atau ganjalan agar kaki tetap terlindungi.
