Konser Andrea Bocelli bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia di kawasan Candi Borobudur, Magelang, bukan sekadar perayaan tiga dekade album Romanza. Promotor Shoemaker Live menyertakan misi kemanusiaan dalam rangkaian pertunjukan itu melalui penggalangan dana dengan target menyalurkan 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak di Palestina dan sejumlah negara lain yang terdampak konflik.
Donasi bagi anak-anak di wilayah konflik
Inisiatif tersebut diharapkan menjadikan konser sebagai ruang untuk berbagi kepedulian. Bagi anak-anak yang hidup di tengah situasi konflik, bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar dinilai menjadi salah satu hal penting dalam menjalani keseharian.
Konser dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026 di kawasan Candi Borobudur, lalu berlanjut pada 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Borobudur disebut menjadi lokasi istimewa untuk mempertemukan warisan budaya Indonesia dengan karya musik maestro dunia.
Perjalanan Bocelli dari Tuscany ke panggung dunia
Andrea Bocelli lahir di Lajatico, Tuscany, Italia, pada 22 September 1958. Kecintaannya pada musik tumbuh sejak kecil. Ia mengalami gangguan penglihatan akibat glaukoma dan kehilangan seluruh penglihatannya pada usia 12 tahun setelah kecelakaan saat bermain sepak bola, namun tetap mengejar cita-citanya di dunia musik.
Sebelum dikenal sebagai tenor dunia, Bocelli menempuh pendidikan hukum di Universitas Pisa. Minatnya pada musik terus dikembangkan dengan mempelajari teknik vokal, antara lain bersama tenor legendaris Italia, Franco Corelli.
Karier profesionalnya mulai menarik perhatian pada 1992 ketika ia terlibat dalam rekaman lagu Miserere karya musisi Italia Zucchero yang juga melibatkan Luciano Pavarotti. Pada 1994, ia memenangi kategori pendatang baru Festival Sanremo lewat lagu Il mare calmo della sera.
Nama Bocelli semakin dikenal secara internasional melalui Con te partirò yang dirilis pada 1995. Lagu itu kemudian dibawakan dalam versi duet bersama Sarah Brightman dengan judul Time to Say Goodbye dan menjadi salah satu karya paling ikonik dalam perjalanan musiknya. Popularitasnya meluas lewat kolaborasi dengan Céline Dion dalam The Prayer, yang dibawakan pada ajang Academy Awards 1999 dan memperoleh nominasi Oscar untuk kategori Best Original Song.
Selama lebih dari tiga dekade, Bocelli dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam genre classical crossover yang memadukan musik klasik dan opera dengan pendekatan musik populer. Pada 2018, album Sì menduduki posisi pertama tangga album resmi Inggris, dengan kolaborasi sejumlah musisi internasional seperti Ed Sheeran dan Dua Lipa, serta putranya, Matteo Bocelli. Sepanjang kariernya, ia telah menjual lebih dari 90 juta kopi album di seluruh dunia dan menerima bintang di Hollywood Walk of Fame pada 2010.
Musik untuk anak-anak di wilayah konflik
Di luar panggung, Bocelli aktif dalam kegiatan sosial melalui Andrea Bocelli Foundation (ABF), yayasan yang ia dirikan pada 2011. Yayasan itu berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, musik, dan berbagai program sosial bagi komunitas rentan, terutama anak-anak dan generasi muda.
Salah satu inisiatifnya adalah program Voices of Peace yang mempertemukan anak-anak dan remaja dari Italia dan Ukraina melalui kegiatan paduan suara dan pendidikan musik. Program itu menjadi ruang bagi anak-anak dari latar belakang berbeda, termasuk mereka yang terdampak konflik dan bencana, untuk membangun persahabatan, kepercayaan diri, serta semangat kebersamaan.
Komitmen serupa menjangkau Palestina melalui program ABF Voices of Jerusalem. Bekerja sama dengan Magnificat Institute, program ini menghadirkan pendidikan musik, paduan suara, pengembangan keterampilan sosial dan emosional, serta dukungan psikososial bagi anak-anak dan generasi muda dari Betlehem dan Yerusalem Timur.
Pada Oktober 2019, Bocelli tampil bersama penyanyi sopran Palestina, Zeina Barhoum, dalam kegiatan penggalangan dana yang digelar Andrea Bocelli Foundation bersama Galilee Foundation. Kegiatan itu berhasil menghimpun hampir 760.000 poundsterling untuk mendukung program pendidikan kedua yayasan.
Pesan perdamaian yang dibawa ke Indonesia
Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, menyatakan konser ini membawa makna yang lebih luas dari sekadar pertunjukan musik. Menurutnya, pesan perdamaian dan persatuan menjadi nilai penting yang ingin disampaikan melalui kehadiran Andrea Bocelli di Indonesia.
“Kami memahami bahwa bagi banyak orang, konser ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar pertunjukan musik. Ada kepedulian mendalam terhadap mereka yang harus menghadapi konflik dan kehilangan. Kami mendengarkan setiap pandangan tersebut dengan hati terbuka,” ujar Prajna.
Ia menambahkan, Andrea Bocelli ingin menyampaikan harapan akan perdamaian, terutama bagi mereka yang hingga kini belum dapat merasakannya. Dalam pertunjukan tersebut, salah satu lagu akan didedikasikan untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia.
