AC Milan vs Ferencváros Berakhir Tragis, Rossoneri Telan Kekalahan 0-2 di San Siro
Trenz Indonesia – 06 November 2026 | Pertandingan AC Milan vs Ferencváros pada Kamis malam menjadi momen yang sangat mengecewakan bagi para pendukung Rossoneri. Tim tamu dari Hungaria berhasil meninggalkan Stadio San Siro dengan kemenangan gemilang 2-0, menempatkan Milan semakin dalam kesulitan di fase liga Liga Europa musim ini.
Kekalahan ini merupakan pukulan ketiga yang diterima Milan dalam kompetisi Eropa. Sebelumnya, Rossoneri telah kalah dari Benfica (0-2) dan Bournemouth (0-3), sementara hanya meraih satu kemenangan melawan Salzburg (4-0). Dengan performa buruk ini, Milan kini menempati posisi ke-24 di klasemen sementara dengan hanya tiga poin dari empat pertandingan.
Pelatih Rúben Amorim tampak tidak optimis sebelum pertandingan dimulai dengan memutuskan tidak menurunkan pemain-pemain terbaik sejak awal. Absennya Christian Pulisic, Luka Modrić, dan Diego Moreira di lini depan membuat Milan terlihat lemah sejak babak pertama. Meski Gonçalo Ramos dan Adrien Rabiot dimainkan sebagai gelandang serang untuk menciptakan ancaman, strategi tersebut tidak berhasil.
Ferencváros menampilkan performa superior sepanjang pertandingan. Tim asal Hungaria, yang dipimpin pelatih Balázs Borbély, datang dengan catatan sempurna setelah memenangkan ketiga pertandingan sebelumnya melawan Celtic, Plzeň, dan Torreense. Dengan raihan 12 poin, Ferencváros berada di posisi jauh lebih baik dibanding Milan.
Kebobolan Milan terjadi pada babak kedua setelah Amorim melakukan perubahan dengan memasukkan Pulisic dan Moreira. Kiper muda Milan, Lorenzo Torriani (21), membuat kesalahan fatal dengan salah mengontrol bola, memungkinkan Lenny Joseph mencetak gol pertama. Tak lama kemudian, Joseph menambah keunggulan menjadi 2-0 setelah menerima umpan dari Kristoffer Zachariassen.
Meski Moreira kemudian menciptakan beberapa ancaman serius, Milan tidak mampu mengubah nasib pertandingan. Ferencváros bahkan bermain dengan sepuluh pemain pada 15 menit terakhir setelah Dele mendapat kartu merah, namun tetap menguasai permainan hingga laga berakhir.
Hasil ini menunjukkan bahwa Milan masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk ditangani. Pertahanan yang rapuh dan serangan yang tidak efektif menjadi kelemahan utama yang harus segera diperbaiki jika Rossoneri ingin meningkatkan peluang mereka di Liga Europa musim ini.
