Aktris Anya Geraldine berbagi cerita tentang pengalamannya berakting dengan ular di film horor Dewi Siluman Ular produksi Starvision. Film garapan Azhar Kinoi Lubis itu dijadwalkan tayang di bioskop mulai 12 November 2026.
Sempat cemas berakting dengan ular
Dalam film yang diadaptasi dari kisah nyata viral lewat podcast Nikah Sama Jin milik Prasodjo Muhammad itu, Anya memerankan karakter utama bernama Dewi, sosok siluman ular yang menikah dengan manusia. Anya menuturkan sempat merasa cemas saat mengetahui harus berakting langsung dengan ular.
“Ya jujur sebenarnya waktu awal syuting itu, aku ketika tahu aku harus berakting dengan si ular ini juga, aku pakai sistem wallahualam saja, dan bismillah dan baca Al-Fatihah ketika sebelum take. Tapi alhamdulillah maksudnya semuanya berjalan lancar, mungkin juga karena aku ada trust sama ularnya juga gitu ya, jadi ketika kita ada trust kan pembawaannya lebih calm, terus jadi semuanya lancar saja,” kata Anya kepada detikcom di Epicentrum, Jakarta Selatan, kemarin.
Prostetik tiga jam dan dua wujud
Selain berinteraksi dengan ular, Anya mendapat tantangan karena harus memerankan Dewi dalam dua wujud berbeda: manusia dengan penampilan memikat dan makhluk gaib berbentuk siluman ular.
Untuk mewujudkan karakter itu, Anya menjalani pemasangan prostetik sekitar tiga jam setiap hari dan memakai softlens khusus. Ia menjelaskan ini menjadi pengalaman pertamanya syuting bukan sebagai manusia biasa. Sebelum syuting, ia sempat memikirkan pendalaman karakter, kostum, dan prostetik hingga merasa sedikit cemas. Namun setelah menjalani prosesnya, ia menikmati dan tidak merasa terbebani.
Anya menyebut kesempatan menjadi Dewi membuatnya sangat antusias. Ia juga berterima kasih kepada produser dan sutradara yang mempercayakan peran itu, sambil menyebut Pak Parwez dan Bang Kinoi.
Arahan Kinoi dan adegan marah bersama Albert
Selama pendalaman karakter, Anya mendapat banyak arahan dari Azhar Kinoi Lubis, terutama untuk menentukan sisi emosional Dewi saat marah maupun tenang. Ia menyebut bimbingan itu membantunya menyepakati arah karakter dan selalu membuatnya merasa dirangkul.
Pada adegan emosional bersama ular, Anya mengatakan pergerakan hewan itu sulit diprediksi. Meski begitu, proses pengambilan gambar berjalan lancar. Ia menuturkan, saat adegan marah, ular bernama Albert mengikuti arah yang dibutuhkan.
