Home blog Halaman 1338

Galeri Indonesia Kaya Rayakan Hut Ke-4 Dengan Beragam Jadwal Pertunjukan Seni Budaya

0

Trenz Edutainment |Guna merayakan Hut ke-4 nya, Galeri Indonesia Kaya yang konsisten berupaya memperkenalkan kebudayaan Indonesia khususnya bagi generasi muda, dengan cara yang menyenangkan, terbuka untuk umum, dan tidak dipungut biaya kembali menggelar beragam aktifitas pertunjukan seni dan budaya yang akan digelar di Auditorium Galeri Indonesia Kaya.

Galeri Indonesia Kaya yang diresmikan sejak 10 Oktober 2013,  merupakan ruang edutainment budaya persembahan Bakti Budaya Djarum Foundation yang berbasis teknologi digital dari Indonesia untuk Indonesia yang menyuguhkan informasi kekayaan budaya nusantara. Mulai dari alat musik tradisional, mainan tradisional, baju adat, sampai informasi tentang kuliner, pariwisata, tradisi dan kesenian dikemas secara digital dan interaktif di tempat ini.

Terletak di Grand Indonesia, Galeri Indonesia Kaya menawarkan alternatif dalam mempelajari tradisi budaya Indonesia dengan cara yang lebih modern, menyenangkan, mudah dan gratis.

Galeri Indonesia Kaya dilengkapi dengan auditorium berkapasitas 150 yang menyuguhkan tontonan budaya, mulai dari seni panggung, musik, pemutaran film, diskusi budaya, seminar dan workshop secara gratis. Para seniman yang ingin memakai auditorium dapat menggunakannya tanpa dipungut biaya.

Galeri Indonesia Kaya juga menyuguhkan berbagai macam pertunjukan budaya dari seniman-seniman Indonesia, baik mereka yang baru berkiprah atau mereka yang telah lama berkecimpung dalam dunia seni, tiap akhir pekan.

Dan di bulan Oktober ini, Galeri Indonesia Kaya menghadirkan para pelaku seni dan mempersembahkan sajian yang menghibur dan bermanfaat di akhir pekan dengan tema Bhinneka Itu Ika

 

Berikut jadwal pertunjukan di Auditorium Galeri Indonesia Kaya pada bulan Oktober ini:

Minggu 1 Oktober 2017 Pkl. 15.00 WIB

INDRAPRASTA (Amarta Binangun) : Persembahan Wayang Jurnalis bersama Indy Barends

 

Sabtu, 7 Oktober 2017 Pkl. 15.00 WIB

Konser Musik Keroncong “Indahnya Kebersamaan” bersama  Kelompok Seni Sinten Remen bersama Millane Fernandez

 

Minggu 8 Oktober 2017 Pkl. 15.00 WIB

Gayatri : Reinkarnasi Persembahan Sha Ine Febriyanti

 

Sabtu, 14 Oktober 2017 Pkl. 15.00 WIB

Melodi Empat Penjuru Bersama  Dewi Gita , Laila Sari dan Gamelan Irama Kesatria

 

Minggu 15 Oktober 2017 Pkl. 15.00 WIB

Celoteh Nusantara Persembahan Ria Enes dan Susan bersama Ukuiki

 

Sabtu, 21 Oktober 2017 Pkl. 15.00 WIB

Bhinneka Tunggal Cinta Bersama Glenn Fredly dan Ifa Fachir  bersama Alika, Mytha

 

Minggu 22 Oktober 2017 Pkl. 15.00 WIB

Pertunjukkan TariDi Balik Topeng” Persembahan Bengkel Tari Ayubulan bersama Pusbitari, Exotica Borneo, Daya Presta

 

Sabtu, 28 Oktober 2017 Pkl. 15.00 WIB

Dualog – Bunyi Sunyi” Terinspirasi dari Tokoh Muhammad Yamin Persembahan Chandra Satria, Dian Hp, Rusmedie Agus dan Titien Wattimena

 

Minggu 29 Oktober 2017 Pkl. 15.00 WIB

Pensiunan” karya Heru Kesawamurti (Alm) Bersama Teater Gandrik

(PR/Indonesiakaya.com) | Foto: Dok. Indonesiakaya.com

 

 

 

 

DJ Yasmin Siap Tampil di Saga Music Festival

0

Trenz Music |DJ Kondang Yasmin mengaku siap untuk tampil di ajang Saga Musik Festival 2017 di Bali, 28-29 Desember mendatang. Dj cantik itu telah menyiapkan lagu-lagi (electronic dance music) yang bertempo cepat. Yasmin juga berencana membawakan single barunya di ajang musik ‘dugem’ yang dihelat di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali itu.

Karena SAGA merupakan ajang bergengsi, maka saya pun tidak main-main untuk perfom nanti,’ujar DJ Yasmin, di bilangan Tendean, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Yasmin menambahkan perihal pilihan lagu-lagu yang akan ditampilkan.

“Pastinya lagu-lagu yang bertempo cepat ya. Soalnya beda kan, dengan main di club,” ungkapnya.

Tampil di Saga Musik Festival 2017, DJ Yasmin mengaku sangat senang. Sebab event yang digelar oleh All In Entertainment bersama Trans Event itu memang berskala internasional dengan akan tampilnya artis-artis mancanegara seperti DJ Snake, FKJ (French Kiwi Juice), Marc Benjamin, Chris Lake, Dropgun, TWRK, dan Rave Republic. Sementara DJ lokal yang nanti akan tampil di antaranya Dipha Barus, Tenjo dari All In Music, DJ Stan, DJ Jesse Wilde, dan All In Entertainment DJ.

Tentu, Yasmin bakal berbagi panggung dengan jajaran bintang top dari mancanegara dan juga lokal, menghibur para partygoers dari dalam maupun luar negeri yang ada di Bali nanti. “Menurut saya ini acara keren banget ya, karena pengisi acaranya banyak, DJ luarnya bagus-bagus. DJ Lokalnya juga bagus. Acaranya juga akan dihelat di GWK, yang tempatnya bagus banget untuk acara seperti ini. Penyelenggaranya juga sudah jago bikin acara. Mudah-mudahan nanti sukses deh,” tambah Yasmin.

DJ bernama lengkap Fahria Yasmin Baladraf itu kini tengah mempersiapkan diri agar bisa tampil prima nanti. Selain mempersiapkan fisik dan materi lagu, ia juga tengah mempertimbangkan soal kostum yang akan dikenakannya nanti. “Setiap ada event party besar, aku selalu siapin baju khusus. Nggak mungkin juga setiap panggung kostumnya sama. Apalagi ini acara besar, pastinya menyiapkan baju. Biasanya sih bikin. Aku selalu suka yang bling-bling atau konsep sexy queen gitu,” paparnya

DJ cantik kelahiran Mataram, 21 Maret 1987 ini memang sudah tak sabar untuk segera tampil di ajang besar itu. Meski itu bukan event besar pertamanya, namun Yasmin tetap merasa bangga bisa ikut terlibat di ajang tersebut. “Aku udah sering, beberapa kali kolaborasi dengan DJ luar. Sama DJ Snake juga aku pernah main jadi openingnya,” kenang Yasmin.

Pengemas genre campuran progressif, techno, trance, trap, dan breakbeat di musik EDM ini pun memastikan event Saga Music Festival 2017 nanti bakal ramai pengunjung. “Pastinya nanti ramai banget, apalagi mendekati tahun baru. Biasanya tahun baruan Desember itu orang banyak liburan ke Bali. Pasti acaranya akan ramai banget,” tukas DJ Yasmin.

Walau tiap malam berkutat dengan hiburan malam yang rentan sama yang namanya rokok dan minuman keras. Tapi Yasmin mencoba untuk tidak menyentuhnya. “Sampai sekarang sih alhamdulilah, saya tidak menyentuh rokok dan minuman keras. Karena saya memang sengaja tidak untuk menyentuhnya,” pungkas DJ Yasmin (tebe)

 

Yockie Suryo Prayogo in Rock MENJILAT MATAHARI

0

Trenz Music | Guna mengapresiasi karya-karya legendaris dari musisi Yockie Suryo Prayogo, promotor musik Interact Mahana Live bekerjasama dengan Trans Event, akan menggelar konser bertajuk “Yockie Suryo Prayogo in Rock MENJILAT MATAHARI” yang akan dihelat Rabu, 11 Oktober 2017 di The Pallas SCBD, Jakarta pukul 20.00-22.30 WIB.

Bagi Interact Mahana Live, ini menjadi konser musik kali ke-4 yang melibatkan kerjasamanya bersama Yockie Suryo Prayogo setelah sebelumnya sukses menggelar “LCLR Plus Concert” di Bandung, konser “Badai Pasti Berlalu Plus” di Malang dan konser “Badai Pasti Berlalu Plus” di Yogyakarta.

Berbrda dengan tiga gelaran konser sebelumnya, kali ini Interact Mahana Live yang menggandeng TRANS Event untuk bekerjasama berusaha menghadirkan karya-karya besar Yockie Suryo Prayogo dalam ranah musik rock, berbeda dengan citranya yang lebih dikenal masyarakat luas sebagai piñata musik pop.

Bagi Yockie, semangat untuk melibatan dirinya di konser kali ini adalah sebagai aksi atas kegelisahannya dalam menanggapi posisi para musisi rock di Indonesia, terlebih dengan adanya perhelatan akbar terakhir bertajuk “JogjaROCKarta” yang mengutamakan penampilan Dream Theater, grup rock progressive asal Amerika yang memang tengah digandrungi di seantero dunia sebagai bintang utamanya.Namun Yockie juga memaklumi, mengapa sampai saat ini segala konser musik di Indonesia masih mengutamakan musisi-musisi terkenal dari luar negeri sebagai magnet penarik massa untuk mendatangi perhelatannya.

“Tentunya tak bisa dipungkiri, bila musisi musisi berkelas dari luar negeri seperti Dream Theater kerap mendapat perlakuan istimewa di negeri ini, karena mereka memang berkualitas dan selalu tampil bagus”, ujar Yockie saat gelaran Pers Conference konser “Yockie Suryo Prayogo in Rock MENJILAT MATAHARI” di Trans TV, Selasa (3/10).

“Karenanya pesan saya kepada generasi muda,kalau anda bermusik, maka harus sadar untuk menjadi diri kamu sendiri”, harap Yockie.

“Musik itu merupakan gerakan budaya yang melibatkan kita sebagai pelaku budaya yang merealisasikan kultur pop, karenanya kita arus menyelamatkan musik Indonesia untuk mewujudkan musi”sebagai budaya Indonesia” lanjut pria kelahiran 14 September 1954 di Demak, Jawa Tengah ini antusias.

Konser  “Yockie Suryo Prayogo in Rock MENJILAT MATAHARI” juga akan menampilkan aksi memikat dari diva rock Nicky Astria, Andi /rif, Ariyo Wahab, Budi Cilok dan rocker senior Setiawan Djody yang akan menyanyikan beberapa karya legendaris Yockie seperti ‘Kehidupan’, ‘Satanic Verses’, ‘Biar Semua Hilang’, ‘Bebas Lepas’, ‘Bento’, ‘Kesaksian’, ‘Juwita’, dan ‘Jurang Pemisah’.

“Saya orang yang menikmati karya-karya mas Yockie yang juga turut memberi pengaruh dalam karya bermusik saya”, ujar Andi /rif.

“Komposisi Jurang Pemisah jadi lagu yang bikin saya kagum, itu sejajar dengan karya YES. Semoga musik rock Indonesia semakin membaik dan sejajar dengan musisi rock dari luar”, harap Andi /rif lebih lanjut.

“Saya merasa kecil bila dibandingkan dengan karya-karya mas Yockie. Beliau adalah seorang musisi yang sangat mengerti karakter orang  yang akan membawakan lagu lagunya”, tambah Ariyo Wahab.

“Di konser nanti saya akan duet dengan Andi /rif untuk membawakan lagu Kehidupan yang akan dinyanyikan secara berbeda dengan versi aslinya, lebih sensual dan seksi”, terang Ariyo Wahab.

“Para penyanyinya saya yang pilih karena saya sudah mengerti karakter serta attitudenya”, jelas Yockie.

Interact Mahana Live selaku promotor  kembali menjelaskan bahwa kerjasama dengan Yockie Suryo Prayogo sudah terjalin untuk kali ke-4. “Harapannya mampu membuat ketertarikan semua pihak agar acara seru yang didukung musisi handal dan dihelat ditempat yang special ini bisa  terlaksana. Jika sukses mungkin bisa diteruskan di tempat lainnya”, papar Ridho Aditya Gumilang, project director Interact Mahana Live.

“Di The Pallas merupakan memberi nuansa nonton konser sambil menikmati experience lain, yakni dengan food & beverages”, tambah Ridho.

Sementara pihak Trans Event  menyatakan karya-karya legendaris Yockie merupakan sesuatu yang langka dan harus dilestarikan. “Mudah-mudahan konser seperti ini juga bisa dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia agar bisa menginspirasikan teman teman di daerah nagar bangga dengan musik Indonesia”, ujar Ir. Iko Wisprantoko, Director Art Trans Event.

Konser “Yockie Suryo Prayogo in Rock MENJILAT MATAHARI” bisa dinikmati dengan rincian harga VIP FDC Rp. 400.000,- dan Reguler FDC Rp. 250.000,- (harga sudah termasuk pajak dan soft drink) yang bisa didapatkan di mahanalive.com. (Fjr) | Foto: Fajar

 

Bekraf & IMF Kembali Gelar WRockShop di Yogyakarta

0

Trenz Music |Pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif merasa perlu peduli kepada situasi dunia musik dengan segala problematika nya di tanah air. Didalam struktur Badan Ekonomi Kreatif atau biasa disingkat Bekraf, musik merupakan sub sektor dibawah Deputi Riset Edukasi dan Pengembangan.

Maka untuk memetakan persoalan yang ada hingga hari ini, dibuatlah program diskusi dan workshop yang berkaitan dengan dunia musik berbasis komunitas bernama WRockShop.

Di Yogyakarta program WRockshop yang mengangkat dua tema tema besar yakni ‘Sistem Manajeman Musik Indonesia’ dan ‘Produksi & Promosi Musik Indonesia di Era Digital’ ini, digelar selama dua hari, 27-28 September 2017. Wrockshop kali ini merupakan program kelima yang dilaksanakan Bekraf ,setelah yang pertama di helat di Jakarta pada bulan November 2016,  disusul Palu, Malang dan Bali.

Sayangnya, dengan masih adanya beberapa kendala, utamanya soal waktu, tampaknya dalam hal persiapan teknis dan koordinasi masih sangat minim dan nampak agak tergesa gesa. Banyak hal-hal yang esensial belum bisa di kunci jauh-jauh hari. Sehingga upaya untuk me rekruit calon peserta dengan kuota sejumlah tertentu tidak bisa mewakili seluruh varian dari simpul-simpul komunitas yang diharapkan.

Walhasil dengan waktu yang sempit itu maka pola rekruitmen dilakukan secara tertutup dan berdasarkan data rekomendasi dari jaringan kawan ke kawan dan seterusnya.

Materi WRockshop menguraikan tentang pembentukan IMF (Indonesia Musik Forum), hak karya cipta dan aspek hukum yang melingkupi nya. Tentang kreatifitas di dunia digital generasi milenial, dunia showbiz dan wacana terkait yang masuk dalam modul kelas manajemen. Disamping itu yang masuk dalam modul kelas produksi berisi materi antara lain; Optimalisasi teknik dan sound gitar serta drum dalam proses penciptaan lagu; Recording, mixing dan mastering serta kolaborasi karya cipta.

Setiap sesi materi berdurasi 2 jam di hari pertama dan 3 jam di hari kedua. Dimulai dari jam 9 pagi hingga 9 malam.

Wrockshop di Yogya menghadirkan para narasumber dari artis musisi terkenal seperti Indra Q (eks Slank), Aria Baron (eks Gigi) serta para presidium IMF diantaranya; Budi Ace, Vidia Supit, Massto Pop Out, Ferry HK  dan pejabat Bekraf yang diwakili oleh DR.Amin Abdullah selaku kepala sub Sektor bidang Musik. Workshop dipandu oleh moderator dari pelaku & praktisi musik di Jogja ; Harsha Tanjung, Heri Machan dan Kiky Pea.

Acaranya sendiri  digelar di hotel De Laxston jalan Urip Sumoharjo, Yogyakarta.

Delapan puluh peserta yang terdiri dari musisi, manajer band, pemilik studio, awak media dan organiser, akan mewakili suatu forum bernama Indonesia Musik Forum (IMF) yang akan terbentuk dimasing masing wilayah terselenggaranya WRockshop. Rencana nya forum ini akan menjadi mediasi kepada pemerintah agar memberi solusi yang kongkret terhadap persoalan-persoalan di dunia musik.

Persoalan yang paling krusial di dunia industri musik dari kacamata pemerintah adalah persoalan hak cipta. Itu berkaitan dengan hak karya lagu yang melekat pada musisi atau penciptanya. Dan sampai hari ini pun belum bisa dikelola dengan benar, walau sebelumnya sudah ada Lembaga Manajemen Kolektif Nasional seperti YKCI (Yayasan Karya Cipta Indonesia), WAMI (Wahana Musik Indonesia), RAI (Royalti Anugerah Indonesia), ARDI (Anugerah Royalti Dangdut Indonesia) atau entah apa lagi, yang pernah memperjuangkan hak royalti terhadap karya lagu seorang artis atau musisi.

Selain itu fokus diskusi adalah Bagaimana musisi pada hari ini bisa memanfaatkan aplikasi teknologi digital secara maksimal di era milenial, untuk meningkatkan kualitas produksi dan sebagai media promosi serta sumber income?

Diskusi akan sangat panjang dan letih jika seluruh persoalan jagad musik hendak di kaji dan dicari solusi nya. Karena ini merupakan rangkaian benang kusut yang diwariskan oleh sistem terdahulu yang juga berdampak terhadap mentalitas para pelaku musik didalamnya.

Belum lagi pemetaan dan identifikasi persoalan yang pasti berbeda skala prioritasnya disetiap lokal dengan kultur nya masing-masing.

Faktanya komunitas-komunitas musik sudah tumbuh secara organik dan alamiah di seluruh pelosok Nusantara dengan gaya dan atribut nya sendiri-sendiri. Pelaku musik muda saat inipun sudah sangat paham terhadap teknologi digital dan mampu memanfaatkan itu secara optimal.

Karenanya mutlah dibutuhkan good will dan komitmen yang kuat dari pemerintah dan seluruh elemen terkait untuk membereskan seluruh persoalan dari hulu ke hilir

IMF diharapkan hadir sebagai wadah aspirasi dan solver problem. Juga dapat berperan sebagai kurator dan konsultan dalam hal konten karya ciptanya agar sesuai dengan kaidah estetika musik dan memiliki nilai-nilai moral, sosial dan budaya bangsa kita.

Dan pada akhirnya, biarlah musik itu sendiri yang akan berbicara untuk  menjelaskan, sejati nya seperti apakah kita ini? Tabik, Keep rock’n real. (Heri Machan)

 

Dream Theater Wujudkan Mimpi Besar JogjaROCKarta

0

Trenz Music |Sesi kedua pementasan grup rock progressive asal Amerika itu dibuka dengan lagu ‘Pull Me Under’ dari nomor album “Image and Words”. Album yang mengangkat nama Dream Theater menjadi grup Rock Progesive paling populer di dunia.

Saya memang sengaja fokus ke sesi kedua karena lagu-lagu dari album “Image and Words” akan muncul komplit di sesi ini. Disamping itu juga secara subyektif ada sedikit memori yang berkesan disaat populer nya album tersebut di Indonesia.

Ini pementasan Dream Theater hari ke dua dalam event JogjaROCKarta dari rangkaian tour dunia peringatan 25 tahun album ‘Image and Words.

Penanganan sound dengan kualitas yang nyaris sempurna. Ditambah Penataan frekuensi setiap instrument yang proposional sehingga menempatkan fungsi setiap bunyi secara tepat dalam suatu sajian musik yang juga dimainkan oleh personel dengan skill yang kampiun. Hasilnya adalah daya sihir audio yang mampu menuntun imajinasi kita melayang terbang ke dimensi artistik dan spiritual nyaris psikodelik (nah! subyektif banget.)

Artistik panggung yang kelihatan sederhana itu jika dicermati saat tata cahaya bermain, pada kolom screen backdrop  nampak muncul relief-relief seperti pada batu candi. Ini seolah pesan yang di munculkan oleh penyelenggara bahwa kami tetap menghadirkan nuansa candi Prambanan di Kridosono sebagai pengejawantahan tema JogjaROCKarta.

Setelah ‘Pull Me Under’ disajikan dengan mulus, penonton dibuai dengan nomor lagu ballad ‘Another Day’, intro gitar clean dari Petruci yang terasa renyah dan pulen itu di hanyutkan oleh permainan melodi Jordan Rudess dengan kibor nya tanpa mengurangi rasa saxofon sedikitpun didalamnya. Emosi penonton pun langsung terpancing untuk turut bernyanyi dengan khusuk. Usai interaksi James Labrie yang kadang kocak, tensi penonton pun dinaikkan oleh lagu ‘Take The Time’,  di lagu ini terjadi dialog musikal diantara mereka yang mendebarkan pada bagian unisono yang kompak, bersih dan sangat patuh pada tempo. Setelah di lanjutkan oleh ‘Surounded’ yang dibawakan dalam nuansa melankolis dan sakral lalu ‘Metropolis’ pun muncul. Lagu yang sering di kutip dan diinspirasi oleh band-band muda pada setiap ajang festival di seluruh pelosok negeri. ‘Metropolis’ menjadi identik dengan Dream Theater, entah apa rahasia lagu ini?  Apakah karena makna lirik nya yang kontroversial ? yang katanya bercerita tentang pendirian kota Roma atau apalah itu. Yang pasti usai Mike Mangini solo drum pun, penonton masih menunggu John Myung  memperlihatkan teknik bas ‘two hand tapping’ nya yang khas pada lagu ini.

Selanjutnya ‘Under A Glass Moon’  dibawakan oleh mereka dengan stamina yang tetap terjaga tanpa ada penurunan kualitas musikal sedikitpun walau sudah hampir dua jam mereka beraksi. Luar biasa!

Mengawali lagu ‘Wait For Sleep’,  Jordan Rudess memainkan intro piano lagu ‘Gundul Pacul’ dengan progresif, kontan seluruh penonton memberi aplaus dengan meriah. Demikianlah cara Dream Theater menyapa kota Jogja rupanya.

Pada lagu ‘Wait For Sleep’ ini, Jordan Rudess seolah mampu menyelami perasaan Kevin Moore, (keybordis Dream Theater sebelumnya) yang menciptakan lagu itu dengan makna spiritual yang dalam.

Lagu ‘Learning to Live’ pun menyusul. Ini salah satu lagu yang saya suka, terutama ketika cabikan bas John Myung mengawali bagian coda, seolah menuntun arah kita in learning to live… 

Lalu personel Dream Theater pun seolah menyudahi pementasan dan menghilang di kegelapan panggung.

Susunan repertoar dari album “Image And Words” sudah tuntas dimainkan seluruhnya.

Namun karena penonton masih belum beranjak dan durasi pementasan yang dijanjikan pun belum utuh maka personel Dream Theater kembali ke panggung dan tanpa basa basi petikan garang gitar John Petrucci membuka lagu ‘Change Of Season’ dari album berjudul sama sebagai hidangan penutup event JogjaROCKarta International Rock Festival di Stadion Kridosono.

Bravo! Rajawali Indonesian Communication yang telah sukses menyelenggarakan perhelatan ini.

Terlepas dari banyaknya tekanan dan hambatan dalam prosesnya ternyata semua bisa dilalui dengan lancar.

Ternyata sebuah semangat yang diiringi dengan rasa cinta dan rasa saling memahami mampu mewujudkan sebuah mimpi besar terselenggaranya JogjaROCKArta sebagai Festival Musik Rock berskala Internasional yang terbesar.

Mungkin inilah jawaban dari misteri kenapa Dream Theater bersedia melakukan gelaran dua kali runtut dalam satu kota dan itu belum pernah terjadi di negara lain.

Isyarat itu tertera dalam penggalan refrain dari lagu nya seolah memberi semangat kepada pihak penyelenggara agar tetap move on.

Pull me under, I’m not afraid 

All that I feel is honor and spite

All I can do is to set it right…

Teks & Foto :  Heri Machan

Jurnalis Budaya Pentaskan Wayang Jurnalis Berlakon Indraprastha

0

Trenz Edutainment |Tak hanya asyik dengan tugas kesehariannya dibidang jurnalistik, ternyata sebanyak 19 rekan jurnalis yang mewakili beragam media, berhasil membuktikan kemampuan lainnya di dunia panggung dengan terlibat di pementasan Wayang Jurnalis berlakon “Indraprastha” yang dihelat di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Minggu sore (1/10).

Tentunya ini menjadi suguhan seni pertunjukan yang menarik, dimana dengan gaya khasnya, para jurnalis budaya yang berkolaborasi dengan Wayang Orang Bharata mampu menampilkan talenta yang dimilikinya sekaligus memberi hiburan tersendiri.

Pementasan Wayang Jurnalis dengan lakon “Indraprastha’ yang dipersembahkan oleh Bakti Budaya Djarum Foundation melalui Galeri Indonesia Kaya menjadi pembuka dari rangkaian acara ulang tahun Galeri Indonesia Kaya ke-4.

“Ini adalah bentuk apresiasi kami terhadap rekan media yang senantiasa hadir untuk meliput beragam kegiatan kami selama 4 tahun ini. Teman-teman media mempunyai peran yang sangat besar dalam menyebarkan semangat Cinta Budaya, Cinta Indonesia kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Wayang Jurnalis ini adalah salah satu bagian dari Sahabat Indonesia Kaya yang kami inisiasi untuk memberikan pengalaman yang berbeda kepada rekan media dimana mereka tidak hanya menjadi penikmat dan peliput beragam pemberitaan tentang seni, tapi juga kini menjadi pelaku seni budaya,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Para jurnalis yang terlibat di Wayang Jurnalis ini adalah mulai dari pemimpin redaksi, managing editor, photo journalist, hingga reporter dari lintas media antara lain Antara Foto, Bisnis Indonesia, Esquire, Gohitzz.com, Grid.id, Harian KOMPAS, Jawa Pos, Kumparan.com, Manasiknews.com, Majalah DEWI, Majalah Femina, Media Indonesia, MNC Fashion, Okezone, Tabloidbintang.com, Tembi, Wanita Indonesia. Selama proses latihan seluruh jurnalis menunjukkan semangat yang besar untuk mempersembahkan yang terbaik bagi pertunjukan Wayang Jurnalis “Indraprastha”.

Produksi keempat Wayang Jurnalis ini menampilkan bintang tamu Indy Barends yang menjadikan pementasan kali ini akan banyak canda namun sarat makna. Indy Barends bersama pemain lainnya sukses membuat para penikmat seni yang hadir sore hari ini terpingkal-pingkal.

“Ini merupakan sesuatu yang baru buat saya untuk berada di atas panggung tapi bukan membawa acara melainkan bermain wayang orang. Untuk mendalami karakter Arimbi yang saya perankan, saya banyak melihat referensi bacaan tentang dunia pewayangan dan semakin menambah pengetahuan saya tentang wayang orang. Teman-teman jurnalis yang ikut juga seru-seru dan proses latihan yang kita lalui itu membuat kita semakin dekat dan bisa tampil baik di atas panggung,” ujar Indy Barends.

Indraprasta adalah sebuah negara plural yang dibangun dengan penuh perjuangan oleh Pandawa. Rakyatnya terdiri dari berbagai suku bangsa. Ada bangsa manusia, raksasa, bahkan bangsa Jin. Mereka bersatu padu, menjunjung negara berdaulat, Negara Kesatuan Indraprasta, yang dipimpin oleh seorang raja berdarah putih bernama Puntadewa.

Syahdan cerita, pada cerita Bale Gala-gala, Pandawa dijebak oleh Kurawa, mereka dibakar dalam sebuah bangunan yang dipenuhi oleh gala-gala, yaitu sejenis getah kayu damar yang mudah terbakar. Namun karena pertolongan dewa, Pandawa terhindar dari kematian. Pandawa kemudian melakukan pengembaraan di hutan. Menghindari kejaran mata-mata Kurawa yang terus memburu, menginginkan kematian mereka.

Dalam perjalanan ke Saptaarga, Arjuna bertemu dengan seorang pendeta raksasa bernama Begawan Wilwuk. Arjuna kemudian dinikahkan dengan Dewi Mambang, puteri Begawan Wilwuk. Begawan Wilwuk memberikan pusaka sakti berupa: Watu Timpuru, Suket Kalanjana, yang berkhasiat untuk mengalahkan  para jin.

Dalam pengembaraan mereka, Dewi Kunthi memerintahkan Pandawa untuk membangun sebuah negeri. Membangun negeri sendiri akan lebih terhormat dari pada sekedar mengharap warisan negara Astina, yang sekarang dikuasai oleh Kurawa. Bima dengan semangat 45 membuka hutan Wisamarta, sebuah hutan yang angker dimana hutan itu sebenarnya adalah kerajaan para jin yang menjaga sebuah keraton yang megah. Tabir gaib hutan angker tersebut akhirnya dibuka, terlihatlah bangunan yang megah berupa keraton.

Kunthi menyuruh Pandawa untuk mendirikan sebuah negara dengan nama Amarta/Indraprastha. Yudistira diangkat sebagai raja Amarta. Datanglah para raksasa dari Pringgondani dengan komandan Gatutkaca untuk bergabung, mendukung Negara Kesatuan Indraprasta.

Bagi Wayang Orang Bharata, pementasan Wayang Jurnalis ‘Indraprastha’ ini juga merupakan sesuatu yang berbeda dari kebiasaan paguyuban wayang orang yang berdiri sejak 5 Juli 1972. Untuk memudahkan para jurnalis, Undung Wiyono menulis naskah dengan menggunakan bahasa Indonesia.

“Wayang Jurnalis ini adalah konsep pertama dan sejauh ini satu-satunya dimana 80 persen pemainnya merupakan para jurnalis. Meskipun pementasan ini menjadi pementasan yang unik dan menghibur, namun tidak melupakan pakem wayang itu sendiri. Teman-teman ini memang bukan orang yang terbiasa di atas panggung, apalagi bermain wayang orang tapi semangat yang mereka tunjukkan dalam setiap latihan itu luar biasa,” ujar Teguh Kenthus Ampiranto dari Wayang Orang Bharata yang berperan sebagai sutradara pada produksi ini. (pr/Fjr) | Foto: Dok. Bakti Budaya Djarum Foundation

 

Inilah 19 nama para jurnalis yang ikut serta dalam pementasan Wayang Jurnalis ‘Indraprastha” ini.

NO NAMA MEDIA NAMA PEMAIN TOKOH YANG DIPERANKAN
1 Antara Foto Presetyo Utomo Sadewa
2 Bisnis Indonesia Deandra Syarizka Peri Mambang
3 Esquire Dwi Sutarjantono Gareng
4 Femina Naomi Jayalaksana Peri 2
5 Gohitzz.com Galuh Peri 1
6 Grid.id Ali Sobri Puntadewa
7 Harian KOMPAS Putu Fajar Arcana Semar
8 Jawa Pos Lisvi Peri 4
9 Puguh Jin Yudhistira
10 Majalah DEWI Erin Metasari Dewi Kunthi
11 Manasiknews.com Syukur Brajadhenta
12 Media Indonesia Paimo Begawan Wilawuk
13 Abdi Jin Pinten
14 MNC Fashion Shinta Peri 3
15 Okezone Ardi Nakula
16 Heru Haryono Brajalamadan
17 Tabloidbintang.com Guritno Arimba
18 Tembi Titin Natalia Seblak – Dayang 1
19 Wanita Indonesia Anindita Nasution Sebluk – Dayang 2
20 Indy Barends Arimbi
21 Billy Gamaliel Dalang
22 Renitasari Adrian Epilog

 

 

 

Erna Santoso Rayakan Hari Anak Yatim Di Yayasan Al Furqaan Cikeas

0

Trenz News | Dalam rangka hari anak yatim, Yayasan Peduli Anak (Yapena) yang digawangi Erna Santoso menggelar acara berbagi dan peduli kepada anak yatim di Yayasan Al Furqaan di  Cikeas Udik, Cikeas Bogor.  “Kami selalu rutin menggelar acara berbagi dan peduli kepada anak yatim di acara hari anak yatim, ini sudah dilakukan yayasan Pena sejak tahu 1999 lalu,” kata ketua Yapena, Erna Santoso di yayasan anak yatim piatu Al Furqaan di Cikeas Udik Sabtu (30/9)

????????????????????????????????????

Tampak para anak yatim yang bernaung di Yayasan AlFurqaan terlibat dalam kegembiraan saat menerima kehadiran rombongan dari yayasan Pena yang beranggotakan artis senior seperti Erna Santoso, Elly Ermawati, Piet Pagau, Joe Tander, Teddy Prangi, ardina Rasti, Rama Michael dl.  “Kami selaku ketua Yayasan Al Furqaan mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman artis yang tergabung di Yayasan Pena, yang selalu berbagi dalam berbagai kesempatan. Semoga Allah membalas amal ibadah bapak ibu,” kata H. MH Adbul Basyir ketua Yayasan Al Furqan.

Kepada anak-anak penghuni yayasan Al Furgaan, Erna Santoso minta agar didoakan, supaya tahun depan Yayasan Pena yang dipimpinnya bisa berbagi lebih besar lagi ketimbang tahun ini. “Dengan doa kalian, insya Allah tahun depan Yayasan Pena bisa memberikan santunan lebih besar lagi dari sekarang. Selain itu kami berharap kalian belajar lebih giat lagi biar bisa jadi orang pintar, berguna bagi nusa bangsa dan membantu Yayasan Al Furqaan di masa depan, sepeninggalan kalian dari tempat ini,” kata ibunda artis Ardina Rasti ini.

Selain memberikan santunan, Yayasa Pena juga menghadirkan hiburan sulap, dengan menghadirkan pesulap Joe Thunder dan organ tunggal,. (Buyil)

 

Indonesia Digital Popular Brand Award 2017 Fase III

0

Trenz News | Tren pertumbuhan digital semakin tak terbendung. Eskpansi bisnis online pun semakin meningkat. Perubahan perilaku konsumen kian mengarah ke pasar online. Brand-brand yang ingin eksis dan dipilih konsumen harus go online agar tidak kehilangan pasar milenialnya.

Untuk menjadi brand yang selalu bersinar di ranah digital tentu tidak mudah. Namun, perlu fokus dan konsisten dengan satu layanan yang membuat semua proses bisnis menjadi sederhana dan dapat diakses dari mana saja. Tren seperti ini juga akan terus berlanjut sesuai dengan membesarnya pasar online dan berubahnya consumer behavior yang tentu saja merubah lanskap industri di berbagai lini bisnis.

“Brand dengan popularitas tertinggi di dunia digital berpotensi memenangkan pasar dan jadi produk pilihan netizen, menjaga market share dengan selalu mengukur eksitensi di dunia digital akan membuat sebuah brand menjadi perkasa dan kampiun di industrinya ,” kata Chairman TRAS N CO Research, Tri Raharjo dalam pernyataan persnya.

Tidak mudah menjadi populer di tengah persaingan bisnis yang kian sengit. Modal kreativitas tidak lagi cukup untuk menang. Selain membutuhkan kapasitas, kreativitas, inovasi, kapitalisasi dan kemampuan me-monetize keunggulan sebuah brand menjadi kunci memenangkan persaingan dewasa ini. Populasi pengguna internet terus meningkat, kesadaran untuk go online juga selalu tumbuh. Industri digital dan pendukungnya juga semakin pesat. Premis ini diperkuat dengan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJI), jumlah pengguna internet mencapai 132,7 juta lebih. Ini merupakan ceruk pasar potensial bagi brand yang ingin besar dan punya nyali dan agresifitas untuk berkompetisi.

Selain penguasaan di pasar konvensional, memenangkan persepsi dan pilihan netizen adalah jalan rasional bagi merek yang ingin terus duduk sebagai market leader di industrinya. Caranya, pengelola merek harus cerdas mengelola pasar digital se-atraktif mungkin.

“Banyak brand aware dengan digital, dan sudah hadir di banyak digital channel, baik untuk sekedar enggagement, juga menaikkan sales revenue mereka, menurut saya, kesadaran tersebut adalah cara tepat untuk mempertahankan exsisting customer-nya dengan baik, dan terus mengakuisisi konsumen baru sehingga bisa tetap survive dan berkembang, baik di ranah digital atau online. Karena itu, untuk mengukur popularitas merek di mata netizen, TRAS N CO Research menggagas barometer popularitas merek di internet melalui ajang Indonesia Digital Popular Brand Award 2017,” kata Tri Raharjo yang juga dikenal sebagai Pakar Digital Marketing ini.

Indonesia Digital Popular Brand Award, merupakan penghargaan terpercaya dan paling bergengsi bagi merek-merek di Indonesia yang berhasil menancapkan  popularitas mereknya  di ranah digital berdasarkan 3 parameter pendekatan, yaitu Search Enggine Based, Social Media Based dan Website Based.

“Indonesia Digital Popular Brand Award adalah alat ukur penguasaan pasar dan jadi referensi netizen untuk mencari, membicarakan, menggunakan dan merekomendasikan sebuah merek, dan menjadi simbol kepercayaan dalam memilih merek, brand-brand di Indonesia jika ingin menjadi kampiun bisnis global dan regional, harus melek digital dan intens melakukan digital branding secara konsisten, sistematis, dan terukur. Tujuannya agar selalu menjadi pilihan konsumen dan tetap popular di mata konsumen milenialnya,” tegas Tri Raharjo.

“Indonesia Digital Popular Brand Award 2017,  merupakan simbol Popularitas dan Kepercayaan konsumen di Internet. Dengan menggunakan logo Indonesia Digital Popular Brand 2017, sebuah  brand akan dipercaya memiliki kualitas yang terbaik, dan dipilih para netizen ketika membeli sebuah produk,” ungkap Tri Raharjo.

Metodologi Riset

Survei Digital Popular Brand dilakukan dari bulan Mei hingga Juli 2017. Jumlah merek yang disurvei dalam ajang ini sebanyak lebih dari 1000 merek dan 134 kategori produk dengan metodologi internet based survey.

Untuk melakukan riset ini kami melakukan 7 (tujuh) tahapan proses yaitu: Pertama, Mapping & Pengelompokan Merek. Kedua, Pengumpulan Nama Website, FB, Instagram & Youtube peserta. Ketiga, Extract  Data dari 3 Pihak Independent. Keempat, Pemberian Score Berdasarkan Pembobotan. Kelima, Final Scoring & Quality Control/ Keenam, Rapat Keabsahan Score FINAL, dan ketujuh, Pengumuman Score Final

Untuk membobot siapa yang berhak mendapatkan predikat Indonesia Digital Popular Brand Award kami menggunakan 3 (tiga) parameter penilaian sebagai berikut :

  1. Search Engine Based

Menggunakan google.co.id sebagai sarana untuk mengetahui tingkat popularitas sebuah merek dicari rata-rata per bulan melalui Google keyword planner brand & kategori tertentu dan berdasarkan hasil Google Search dan Google result.

  1. Social Media Based

Parameter ini mengukur popularitas merek pada sosial media 3 peringkat teratas,  yaitu:  Pertama, Facebook, kami menilai dengan menggunakan  likelyzer.com. Kedua, Instagram, kami menilai dengan menggunakan dengan ink361.com. Ketiga, Youtube, kami menilai menggunakan socialblide.com.

  1. Website Based

Website sebagai “muka brand” kami juga menilai dengan menggunakan parameter google developer untuk mengukur kecepatan website saat diakses untuk memudahkan akses informasi sebuah brand dan menilai dari sisi mobile user friendly-nya. Serta traffic website menggunakan http://hypstat.com.

Kriteria Pemenang

Indonesia Digital Popular Brand Award diberikan kepada merek-merek dari berbagai kategori produk tertentu yang memenuhi 2 kriteria:

  1. Merek-merek yang memperoleh nilai popular minimal 10.000 google result dan minimal final index sebesar 10%.
  2. Merek-merek yang menurut hasil survey berada dalam posisi 3 peringkat teratas pada kategori produknya.

“Brand yang memenuhi dua kriteria tersebut berhak mendapat predikat Indonesia Digital Popular Brand Award 2017. Dengan kriteria ini, dalam satu kategori tidak menutup kemungkinan terdapat lebih dari satu dan  maksimal 3 merek teratas dalam satu kategori,” kata Alex Iskandar, CEO IMFocus, yang juga partner survey Digital Popular Brand Award sekaligus Google Certified Partner.

 

Inilah Merek-Merek Perkasa Yang Sukses Jadi Kampiun Di Dunia Digital

Pegadaian kategori Gadai, Semen Padang kategori Semen, Oxone Kategori Pisau dapur, Oxone kategori Panci presto dan Oxone kategori Juicer, Good Day kategori Kopi Dalam Kemasan Siap Minum, Confidence Kategori Popok Dewasa, Campina Kategori Es Krim, Kalsiboard kategori Calcium Silicate Board, Royal Garden Spa Kategori Waralaba SPA, MyRepublic Kategori Internet Berbayar, YKK AP Kategori Daun Pintu, Betadine Feminin Kategori Sabun pembersih Kewanitaan, Haagen-Dazs Kategori Toko Es Krim, Tekiro Kategori Handtools, Insto Kategori Obat Tetes Mata, GS Astra Kategori Aki, Tiket.com Kategori Situs Online Booking tiket Pesawat, Kereta dan Travel, Paramount Land Kategori Developer Perumahan, Wika Energi Kategori Water Heater dan Pemanas Air Tenaga Surya, Bihunku Kategori  Bihun instan, dan Ayam 2 Telor Kategori Mie Telor, Terry Palmer dan Merah Putih Kategori Handuk, Blanco kategori kitchen Sink, Baby Belle kategori ranjang bayi. (pr) | Foto: Dok. TRAS N CO

JogjaROCKarta Itu Di Indonesia

0

Trenz Music | Di Langit kota Jogja nampak mendung memayungi dan seolah hujan ragu untuk turun. Sore itu diseputar stadium Kridosono sudah nampak kesibukan dan kerumunan manusia memadati stadion yang berlokasi ditengah kota Jogja. Lapak-lapak penjual T shirt berjejer memajang dagangan di sepanjang halaman stadium Kridosono.

Memasuki area entry gate, antrian para penonton sudah nampak mengular. Karena sudah sedikit terlambat maka saya tidak sempat untuk menyaksikan performa Kelompok Penerbang Rocket yang katanya mewakili musik rock kekinian generasi milenial.

Dari gerbang stadion terdengar suara berat dan nge growl dari Sofyan Vocalis Death Vomit bergema menembus dinding stadium Kridosono.  Penampilan Death Vomit grup Metal asal Jogja ditutup dengan kolaborasi bersama “Drum Guyub Jogja” dan gitaris band Sheila On 7, Eros Chandra dengan cukup keren. Disitu tampak mereka ingin menunjukkan kepada publik bahwa inilah spirit rock kota Jogja. Explorasi bernuansa perkusif dengan latar sound metal yg tegas, lalu diantara itu dimunculkan rif rif serta raungan dari sound gitar Eros yang crunchy dan rock’n roll. Mungkin ini aktualisasi dari jargon tema JogjaROCKarta, sebagai salah satu brand produksi acara Rajawali Indonesia Communication. Sebuah Event rock di kota Jogja yang digagas dan dilaksanakan oleh promotor Jogja di venue yang punya banyak kisah panjang dalam sejarah pementasan musik baik skala lokal, nasional maupun mancanegara.

Penataan format dua stage menghadap ke timur, Indonesian stage sisi sebelah selatan dan International stage sisi sebelah utara memberi ruang yang cukup lega. Didukung sound system dan tata cahaya berkekuatan kurang lebih 100 ribu watt grup Power Metal menampilkan semangat musik rock era 90an dengan apik. walau grup ini sudah jarang tampil namun masih mampu membangkitkan insting cadas dari para penonton di stadion Kridosono setelah lepas jeda magrib. Grup asal Surabaya tersebut memang potret dari kejayaan panggung rock di jaman festival musik rock menjamur di negeri kita. Pergerakan mereka memblocking panggung, suara vocal falseto dan lead gitar dalam arpegio sound kibor yang nyetring dari lagu yang pernah mengangkat nama mereka; ‘Cita yang Tersita’ dibawakan dengan performa yang optimal walau tidak bisa dipungkiri usia mereka yang sudah tidak muda lagi, agak sedikit mengurangi tingkat akurasi kelihaian bermusik mereka.

Indonesian Stage pada hari pertama JogjaROCKarta di tutup oleh penampilan grup legendaris GodBless. Pukul setengah delapan malam para rocker sepuh itu mengawali dengan lagu ‘Bla Bla Bla’ dengan manis. Ribuan penonton yang mayoritas penyuka musik rock dari beragam usia mulai memanas dan ikut bernyanyi. Ternyata kekuatan  sebuah lagu memang menentukan nama besar suatu grup band. Terbukti ketika dari sepuluh lagu Godbless yang dibawakan, yang mampu menggetarkan energi penonton adalah nomor dari lagu lagu hits di puncak kejayaan mereka. seperti lagu ‘Musisi’, ‘Semut Hitam’, ‘Bis Kota’ bahkan pada lagu ‘Syair Kehidupan’,  penonton pun tersihir dengan syahdu menikmati petikan gitar akustik Ian Antono.

Godbless mengakhiri penampilan mereka dengan lagu ‘Rumah Kita’, namun pada refrain penggalan kalimat terakhir yang biasa nya diakhiri nama kota dimana mereka pentas dirubah oleh Achmad Albar menjadi di “Indonesia“. Seakan mengingatkan pada kita bahwa Indonesia sebagai rumah kita saat ini masih memiliki banyak persoalan yang tidak sepele yang berpotensi mengancam Integritas dan kedaulatan bangsa kita.

Sementara dengan musik rock kita semua bisa berkumpul dan guyub saling mengapresiasi dan bersilaturahmi tanpa ada batasan dan ganjalan, meskipun sebelumnya kita semua di bingungkan dengan polemik soal kepastian venue serta silang sengkarut hal teknis lainnya. Maka pada hari pertama gelaran ini sudah terjawab dengan jelas, venue nya di JogjaROCKarto yang Indonesia banget…yeaah keep rock’in. (Heri Machan)

 

 

 

Kemenpar Beri Penghargaan Rossa Sebagai Penyanyi Lagu Pesona Indonesia & Wonderful Indonesia

0

Trenz Toursm|Tidak salah kalau julukan Ratu Theme song atau soundtrack disematkan pada Rossa, hingga kini sudah puluhan lagu score film yang ia lantunkan dan mendapat apresiasi dari penikmat musik Indonesia. Sebut saja tembang ‘Ayat-ayat Cinta’, selain filmnya meraih 4.5 juta penonton, konon singlenya juga tidak kalah sukses. Berangkat dari berbagai kesuksesan itulah Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung meminta penyanyi asal Sumedang Jawa Barat ini untuk menyanyikan jinglePesona Indonesia/Wonderful Indonesia’.

“Jujur saya berat menyanyikan jingle Pesona Indonesia, selain membawa nama negara tapi lagu pesona Indonesia pernah dinyanyikan penyanyi lain. Ya, kalau saya lebih bagus. Kalau jelek kan beban ,” ujar Rossa setelah dianugerahi penghargaan dari Kemenpar sebagai penyanyi lagu ‘Pesona Indonesia’ dan ‘Wonderful Indonesia’ dalam “Wonderful Indonesia Tourism Award 2017” di Hotel Bidakara, Jakarta. Selasa (27/09).

Dan Rossa membuktikan kelasnya sebagai penyanyi kelas wahid untuk lagu jingle dan soundtrack, terbukti pelantun tembang ‘Tegar’ ini kembali sukses membawakan jingle promo kementerian pariwisata. Bukti kesuksesan tembang yang banyak tayang di televisi ini, Rossa diganjar penghargaan oleh Menteri Pariwisata. “Buat saya penghargaan dari pemerintah seperti ini tidak pernah kepikiran sebelumnya. Karena mendapat kepercayaan menyanyikan lagu branding untuk promosi wisata yang dilakukan lembaga negara. Merupakan penghargaan luar biasa dan tidak bisa dinilai dengan uang.” Ujar mantan istri Yoyo drumer Padi ini sumringah.

Jadi honornya berapa Oca? Goda Wawasan.

“Sumpah saya nggak mikirin honor, yaitu tadi, diminta nyanyi lagu branding promosi wisata yang dilakukan pemerintah nggak bisa dinilai dengan uang,” tegas wanita yang masih betah hidup sendiri ini. (Tebe)