Api kuning atau kemerahan di kompor gas biasanya muncul ketika aliran gas dan udara tidak seimbang akibat kotoran. Untuk mengembalikannya menjadi biru, ada tiga langkah utama: membersihkan burner dari sisa minyak dan kerak, membuka lubang api yang tersumbat, lalu memasang kembali seluruh komponen pada posisi yang tepat. Pekerjaan ini bisa dikerjakan sendiri di rumah dengan alat sederhana seperti sikat gigi bekas dan jarum.
Jadwal pembersihan dan alat yang aman
Menurut panduan yang dikutip dari Hunker, nyala api biru merupakan pertanda baik karena menunjukkan api yang panas. Api biru disebut sebagai jenis api terpanas, lebih panas daripada api putih, sehingga makanan lebih cepat matang dan pemakaian gas lebih hemat. Kuncinya sederhana, yakni menjaga burner tetap bersih.
Idealnya, permukaan kompor dilap setiap selesai memasak, dibersihkan ringan seminggu sekali, dan burner dibersihkan menyeluruh sebulan sekali. Bagi yang sering mengolah makanan berminyak, jadwal itu bisa dibuat lebih rapat.
Sabut baja, sikat kawat, atau pisau tajam sebaiknya tidak dipakai karena berisiko meninggalkan goresan dan melebarkan lubang burner, yang akhirnya membuat nyala tidak seimbang. Sebagai gantinya, gunakan jarum, peniti, tusuk gigi, atau sikat gigi bekas.
Membongkar dan merendam burner
Burner adalah bagian logam berlubang tempat api keluar, dan di situlah cipratan minyak, kuah, serta sisa makanan paling sering menempel lalu mengeras menjadi kerak. Mengacu pada panduan OrissaPOST, api kuning atau masakan yang lebih lama matang dapat terjadi karena minyak, sisa makanan, serta kotoran gosong menyumbat lubang kecil tersebut dan menghambat aliran gas.
Sebelum mulai, matikan regulator, lepas selang dari tabung agar tidak ada risiko kebocoran, dan pastikan burner sudah dingin. Lepas tatakan panci, tutup burner, dan kepala burner secara perlahan sambil memperhatikan urutan serta posisi tiap bagian agar mudah dipasang lagi.
Rendam burner dalam air hangat yang dicampur sabun cuci piring atau baking soda selama sekitar 20-30 menit agar lemak dan kerak melunak. Gosok dengan sikat gigi bekas atau sikat kecil bertekanan sedang, bilas dengan air bersih, lalu lap dengan kain kering dan angin-anginkan. Air yang tertinggal di burner dapat membuat nyala tersendat sekaligus memicu karat.
Jika sering menggoreng atau menumis, lap tumpahan minyak begitu kompor dingin. Sisa minyak yang dibiarkan akan mengeras dan menyumbat lubang api.
Membersihkan lubang api dan spuyer
Bagian paling menentukan justru lubang-lubang kecil di sekeliling burner dan spuyer, bagian mungil yang mengatur banyaknya gas yang mengalir keluar sebelum bertemu udara. Satu lubang saja tersumbat sudah cukup membuat api di titik itu berubah kuning atau tidak merata.
Lubang api berfungsi sebagai jalur keluarnya gas. Bila jalur itu tertutup debu halus atau sisa pembakaran, gas tidak bercampur sempurna dengan oksigen sehingga muncul api kemerahan, suara berisik, dan bagian bawah panci mudah menghitam.
Tusuk lubang api satu per satu dengan jarum, peniti, atau tusuk gigi secara perlahan agar lubang tidak melebar, karena perubahan ukuran lubang bisa mengubah tekanan dan arah api. Setelah semua lubang ditusuk, tiup atau ketuk burner perlahan supaya kotoran yang rontok di bagian dalam ikut keluar.
Spuyer dibersihkan dengan kuas kecil, sikat gigi kering, atau semprotan angin, tanpa dikorek terlalu keras. Untuk kompor berpemantik elektrik, sikat ujung elektrodenya dengan sikat gigi kering dan hindari air pada bagian pemantik serta katup gas karena bisa memicu karat. Terakhir, lap dudukan di bawah burner dengan lap basah dan cairan pembersih dapur, lalu keringkan agar sirkulasi udara di sekitar burner lancar.
Memasang kembali dan menguji nyala api
Banyak orang sudah menggosok burner sampai mengilap, tetapi apinya tetap kuning karena tutup burner miring saat dipasang kembali. Tutup burner melindungi bagian dalam kompor sekaligus membagi gas secara merata ke seluruh lubang; bila posisinya tidak pas, gas tidak tersebar rata dan api bisa mengecil di satu sisi.
Pastikan semua komponen benar-benar kering sebelum dipasang; kain kering atau pengering rambut bisa mempercepat prosesnya. Dudukkan tutup burner di tengah dan rata sesuai pin atau alur penguncinya, lalu sambungkan kembali regulator ke tabung dengan kencang. Cium sekitar sambungan, dan jika tercium bau gas, lepas lalu pasang ulang.
Nyalakan tungku satu per satu. Api yang sehat berwarna biru, stabil, dan merata di seluruh lubang, sementara kerucut di bagian dalamnya tampak lebih gelap. Bila masih ada titik kuning, kemungkinan lubang tersebut belum bersih benar. Tunggu kompor dingin, geser sedikit posisi tutup burner, dan coba nyalakan lagi untuk melihat apakah warna api berubah.
Beberapa model kompor memiliki pengatur udara (air shutter) kecil di dekat pangkal burner. Jika semua lubang sudah bersih tetapi api tetap kuning, campuran udara dan gas kemungkinan belum pas; pengaturannya sebaiknya mengikuti buku manual atau dibantu teknisi.
Tanda yang perlu diwaspadai
Manfaat api biru bukan hanya soal hemat gas, tetapi juga keamanan dapur. Charles, teknisi peralatan rumah tangga, dalam keterangannya yang dikutip dari JustAnswer menyatakan, “Api kuning pada burner gas menandakan pembakaran tidak sempurna, yang dapat menyebabkan pelepasan karbon monoksida dan penumpukan jelaga.”
Merujuk penjelasan AppliancePartsPros, api kuning berarti gas tidak bercampur dengan cukup oksigen sebelum terbakar sehingga menghasilkan lebih banyak jelaga, karbon monoksida, dan panas yang lebih sedikit.
Sejumlah tanda perlu diperhatikan: api tetap kuning setelah dibersihkan, jelaga hitam di pantat panci, bau gas menyengat saat kompor mati atau baru dinyalakan, api tersendat atau terdengar letupan kecil, kompor sulit menyala meski sudah bersih, spuyer yang berubah bentuk, serta selang yang retak atau getas.
Cheshire Fire and Rescue Service menyebut tanda peralatan gas tidak bekerja dengan benar antara lain api kuning yang lemah alih-alih api biru yang tegas, bekas atau noda hitam di sekitar peralatan, dan kondensasi berlebihan di ruangan. Lembaga itu juga mengingatkan bahwa karbon monoksida adalah gas beracun yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa, yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna bahan bakar berbasis karbon, termasuk gas.
Dalam praktik sehari-hari, jika satu tungku menyala biru sementara tungku lain kuning, masalahnya kemungkinan ada pada burner tersebut. Jika semua tungku tiba-tiba kuning bersamaan, yang perlu dicurigai adalah pasokan gas atau regulator. Api biru juga berpengaruh langsung pada pemakaian bahan bakar.
Api biru menandakan pembakaran yang optimal, tetapi kebocoran pada selang dan regulator tetap harus dipastikan tidak terjadi. Biasakan memeriksa sambungan gas secara berkala dan menjaga ventilasi dapur. Jika perbaikan belum terlihat setelah semua langkah dilakukan, sebaiknya mencari bantuan profesional karena mungkin ada masalah pada pemantik atau sumbatan di pipa gas yang memasok kompor.
