Weton dari tanggal lahir dapat diketahui melalui tiga cara: melihat kalender Jawa, memakai kalkulator online, atau menghitung manual. Intinya, weton adalah gabungan hari dalam kalender Masehi dan pasaran Jawa pada tanggal kelahiran, misalnya Senin Legi atau Jumat Kliwon.
Weton dan neptu
Weton merupakan bagian dari sistem penanggalan yang telah berusia ratusan tahun. Menurut kajian matematika budaya yang terbit di Springer, kalender Jawa telah digunakan hampir empat abad oleh masyarakat Jawa di Indonesia dan menggabungkan kalender Saka Hindu, kalender Islam berbasis bulan, serta kalender Masehi.
Hari kelahiran umumnya mudah diketahui, sedangkan pasaran perlu dicek di kalender Jawa, dihitung manual, atau dicari lewat kalkulator online. Seseorang tidak perlu tahu hari lahirnya karena yang dibutuhkan hanya tanggal, bulan, dan tahun lahir; hari serta pasaran bisa dicari dari data itu.
Weton berbeda dari neptu. Weton adalah nama gabungan hari dan pasaran, misalnya Jumat Kliwon. Neptu adalah angka hasil penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran dari weton tersebut; Jumat Kliwon, misalnya, bernilai 6 + 8 = 14. Karena itu, weton dicari lebih dulu, lalu neptu dihitung bila diperlukan.
Mencari lewat kalender Jawa
Cara paling tradisional adalah memakai kalender Jawa yang mencantumkan pasaran. Pasaran tidak tercantum di kalender Barat pada umumnya; almanak Jawa dan rujukan primbonlah yang memetakan setiap tanggal kalender ke hari pasarannya. Pastikan kalender yang dipakai memuat kolom pasaran, bukan hanya hari libur nasional.
Siapkan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran; cari kalender Jawa untuk tahun kelahiran, baik kalender cetak lama milik keluarga, arsip di internet, maupun kalender Jawa digital. Pastikan tahunnya sama persis dengan tahun kelahiran, lalu temukan tanggal lahir pada bulan yang sesuai dan perhatikan hari dalam kalender Masehi.
Setelah itu, baca nama pasaran yang menempel pada tanggal tersebut. Pasaran terdiri dari lima nama: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Gabungkan hari Masehi dan pasaran itu menjadi satu nama. Jika tanggal lahir jatuh pada Kamis dengan pasaran Pahing, wetonnya adalah Kamis Pahing.
Untuk kelahiran malam, perhatikan jam lahir: dalam sebagian tradisi Jawa, pergantian hari dihitung sejak matahari terbenam, bukan tengah malam. Kelahiran setelah magrib biasanya dihitung mengikuti hari berikutnya. Simpan foto halaman kalender yang memuat tanggal lahir untuk pencocokan dengan keluarga atau sesepuh.
Kalkulator weton online
Kalkulator weton online dan aplikasi kalender Jawa menawarkan hasil instan. Sistem mengubah tanggal Masehi menjadi hari dan pasaran, bahkan sering menampilkan neptu dan wuku. Alur pembacaannya sama dengan cara manual, hanya saja semua langkah dikerjakan otomatis dan hasil biasanya muncul dalam hitungan detik.
Pilih kalkulator atau aplikasi yang tepercaya di browser, App Store, atau Google Play Store; utamakan yang ulasannya baik dan tidak meminta data pribadi berlebihan. Masukkan tanggal, bulan, dan tahun lahir dengan teliti, serta periksa ulang agar tanggal dan bulan tidak tertukar.
Beberapa kalkulator juga meminta jam lahir karena pergantian hari Jawa dihitung sejak magrib, dengan batas sekitar pukul 18.01 WIB. Kolom itu penting untuk kelahiran sore atau malam. Setelah data terisi, tekan tombol hitung, lalu baca hasil hari, pasaran, dan neptu yang muncul, misalnya Rabu Wage.
Bandingkan hasilnya dengan situs lain atau kalender Jawa, terutama jika kelahiran terjadi dekat waktu magrib. Simpan tangkapan layar hasilnya. Hasil dari orang tua atau sesepuh keluarga juga bisa menjadi pembanding karena banyak orang tua Jawa masih mengingat weton anaknya, yang dulu sering dipakai untuk peringatan selapanan.
Perbedaan hasil antara dua situs biasanya muncul pada kelahiran sore atau malam. Sebagian tradisi Jawa menghitung pergantian hari sejak magrib, sehingga situs yang memakai jam lahir bisa memberi hasil berbeda dari situs yang hanya memakai tanggal. Cocokkan dengan kalender Jawa atau rujukan keluarga untuk memastikan.
Menghitung manual dengan modulo
Jika kalender tahun kelahiran tidak tersedia, weton masih bisa dihitung sendiri karena pasaran berputar teratur setiap lima hari. Dasar matematikanya dijelaskan dalam jurnal pendidikan matematika yang dikutip dari ERIC: modulo tujuh dipakai untuk menentukan hari, sedangkan modulo lima menentukan pasaran. Modulo berarti sisa hasil pembagian.
Pasaran maju satu langkah setiap hari dan berulang tiap lima hari dengan urutan Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon. Sebagai acuan, 1 September 2026 jatuh pada Selasa Legi. Tanggal lain bisa dipakai asalkan hari dan pasarannya sudah pasti benar.
Hitung selisih hari antara tanggal lahir dan tanggal acuan. Cara praktis di Google Sheets atau Excel adalah memakai rumus =DATE(2026;9;1)-DATE(tahun;bulan;tanggal lahir). Bagi selisih itu dengan lima, lalu ambil sisanya. Jika tanggal lahir lebih awal dari acuan, hitung mundur dari Legi: sisa 0 berarti Legi, 1 Kliwon, 2 Wage, 3 Pon, dan 4 Pahing. Jika tanggal lahir lebih akhir, hitung maju dari Legi: sisa 1 berarti Pahing, 2 Pon, 3 Wage, dan 4 Kliwon.
Hari ditentukan dengan cara serupa. Bagi selisih hari dengan tujuh, ambil sisanya, lalu hitung mundur dari Selasa untuk tanggal yang lebih awal atau hitung maju untuk tanggal yang lebih akhir. Gabungkan hari dan pasaran yang didapat menjadi weton, kemudian cocokkan dengan sumber lain.
Contoh: untuk kelahiran 3 Desember 2001, selisih hari ke 1 September 2026 adalah 9.038 hari. Angka itu dibagi lima bersisa tiga, sehingga hitung mundur tiga langkah dari Legi menghasilkan Pon. Dibagi tujuh, sisanya satu, sehingga mundur satu hari dari Selasa menjadi Senin. Wetonnya Senin Pon.
Contoh kedua, bayi yang lahir pada 17 Agustus 2026 berada 15 hari sebelum tanggal acuan. Karena 15 habis dibagi lima, pasarannya sama dengan acuan, yaitu Legi. Angka 15 dibagi tujuh bersisa satu, sehingga harinya mundur dari Selasa menjadi Senin. Weton bayi itu Senin Legi.
Natanael Karjanto dan Francois Beauducel, dikutip dari arXiv, menjelaskan bahwa kebanyakan bahasa pemrograman mampu menghitung jumlah hari pasti sejak tanggal acuan mana pun dengan memperhitungkan tahun kabisat, sehingga siklus pasaran cukup dihitung dengan modulo lima. Untuk menghindari pergeseran pasaran, selisih hari sebaiknya dihitung dengan kalkulator tanggal atau spreadsheet, bukan perkiraan.
Nilai neptu dan siklus 35 hari
Neptu adalah angka tetap untuk setiap hari dalam siklus tujuh hari dan setiap pasaran dalam siklus lima hari. Nilainya tidak berubah dan menjadi dasar berbagai hitungan adat, dari memilih hari baik sampai menghitung kecocokan jodoh.
- Minggu bernilai 5; Senin 4.
- Selasa bernilai 3; Rabu 7.
- Kamis bernilai 8; Jumat 6; Sabtu 9.
- Legi bernilai 5; Pahing 9.
- Pon bernilai 7; Wage 4; Kliwon 8.
Rumusnya adalah menjumlahkan neptu hari dan neptu pasaran. Senin Pon bernilai 4 + 7 = 11, sedangkan Senin Legi bernilai 4 + 5 = 9. Neptu weton paling kecil adalah 7 dari Selasa Wage dan paling besar 18 dari Sabtu Pahing. Jika hasil hitungan berada di luar rentang itu, ada nilai yang salah dimasukkan.
Karena tujuh hari bertemu lima pasaran, ada 35 kombinasi weton. Weton yang sama berulang setiap 35 hari, dan siklus itu dikenal sebagai selapan. Kalkulator modern sering menampilkan siklus lain: kalender Jawa memuat siklus 5 hari pasaran, 35 hari wetonan, 210 hari pawukon, windu delapan tahunan, dan kurup 120 tahunan.
Weton sebagai warisan budaya
Studi berjudul The dynamics of family harmony in the Javanese weton perspective yang dikutip dari ResearchGate mencatat, “Generasi muda cenderung memandang weton sebagai tradisi budaya yang fleksibel, bukan penentu mutlak pernikahan.”
Pemerhati budaya Jawa juga menekankan bahwa weton dimaksudkan sebagai kebijaksanaan dan bahan refleksi, bukan sumber rasa takut. Mereka mendorong keseimbangan, kesadaran, dan pengambilan keputusan yang matang.
