Cindy Lauw menyambut tren hybrid fitness yang kian digandrungi dan menyatakan siap turun di Wondr by BNI EmpowHER Arena, ajang hybrid race khusus perempuan yang digelar di ICE BSD City pada Sabtu (5/12). Ia menjadi salah satu nama yang antusias menyambut kategori lomba yang seluruh pesertanya perempuan tersebut.
Kolaborasi BUNDlifetainment dan Jakarta Hybrid Race
Ajang ini merupakan kolaborasi BUNDlifetainment dengan Jakarta Hybrid Race dan resmi diluncurkan pada Kamis (29/10). Penyelenggara menargetkan lebih dari 1.000 peserta perempuan, mulai dari pelari, pegiat gym, hingga pemula.
Ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Cindy bercerita kepada KapanLagi.com bahwa tempat olahraganya terdahulu terafiliasi dengan Hyrox, sehingga ia sempat mencicipi latihannya meski belum rutin. Pandangannya berubah ketika Hyrox digelar di Indonesia karena ia tak perlu keluar biaya tiket dan hotel ke luar negeri. Ia pun memilih berlatih beberapa bulan untuk ikut serta sambil bersenang-senang.
Menurut Cindy, lokasi di BSD sama seperti penyelenggaraan Hyrox sebelumnya sehingga peralatannya memadai dan cukup mewakili ajang aslinya. Ia belum menentukan kategori yang akan diikuti dan berencana mengajak teman-temannya lebih dulu.
Kategori perempuan jadi daya tarik
Bagi Cindy, daya tarik utama EmpowHER Arena adalah komposisi pesertanya yang seluruhnya perempuan. Ia sudah kerap mengikuti hybrid race, sementara Hyrox asli baru sekali dijajalnya di Jakarta. Dari pengalaman itu, ia melihat kategori perempuan kerap menjadi sorotan.
“Kategori cewek-cewek itu paling seru biasanya, paling akhir, paling ramai. Nah, sementara ini satu harian full dari pagi sampe malam kategorinya cewek semua. Jadi menurut aku ini seru banget,” ungkap Cindy.
Lari jadi tantangan terberat
Meski terbiasa nge-gym, Cindy justru menyebut bagian lari sebagai tantangan paling berat. Format Hyrox terdiri dari 50 persen lari dan 50 persen stasiun latihan fungsional. Ia bahkan belajar lari dari nol, sementara stasiun alat sudah lebih lancar setelah berlatih sekitar satu hingga dua bulan.
“Karena ini kan 50% lari, 50%-nya itu alat-alat functional training kan. Karena belum pernah lari sebelumnya, jadi capek banget, kayak benar-benar dari nol. Jadi memang harus belajar larinya. Jadi kalau bagi aku, challenge-nya di larinya itu,” kata Cindy.
Semangat itu turut disambut Founder & CEO BUNDlifetainment, Nagita Slavina (38), yang menyampaikan sambutan pada peluncuran ajang ini.
“Senang sekali BUNDlifetainment bisa menghadirkan wadah agar perempuan Indonesia makin berani menantang diri, percaya diri, dan saling mendukung. Semoga ajang ini menginspirasi kita semua untuk mencoba hal baru dan merayakan setiap pencapaian,” ujar Nagita Slavina.
