Memasukkan es batu ke dalam kloset lalu menyiramnya dipercaya sebagai cara alternatif menjaga kebersihan toilet. Namun, dalam artikel KapanLagi.com, Kamis (29/10), belum ada bukti ilmiah yang memastikan metode ini mampu mengangkat kerak, menghilangkan bau, atau membunuh kuman.
Kebersihan kloset tidak hanya soal permukaan terlihat bersih. Prosesnya mencakup mengangkat sisa kotoran dan mengurangi penyebaran kuman. Karena itu, penggunaan es batu perlu dibedakan dari pembersihan memakai sikat dan cairan pembersih.
Belum terbukti sebagai pembersih
Es batu yang dimasukkan ke mangkuk toilet akan mencair dan menambah air. Menurut artikel tersebut, cara ini dipercaya membantu pembilasan, tetapi manfaatnya untuk menghilangkan noda dan kuman belum terbukti. Es batu juga tidak dapat disamakan dengan disinfektan karena suhu dingin tidak menjamin bakteri, virus, atau mikroorganisme lain mati.
Publikasi dalam Journal of Applied Microbiology yang membahas perpindahan mikroorganisme melalui air dan permukaan menunjukkan bahwa air saja tidak menjamin permukaan bebas mikroorganisme. Studi lain dalam jurnal yang sama, yang menguji pembersih berbasis hipoklorit di dapur dan kamar mandi rumah tangga, menemukan bahwa produk tersebut menurunkan jumlah bakteri pada sejumlah permukaan. Temuan ini menunjukkan pembersihan dengan bahan yang sesuai berbeda dari sekadar menambahkan es.
Bau dan kerak punya sumber berbeda
Bau pada kloset bisa berasal dari sisa kotoran, saluran pembuangan, atau masalah pada sistem sanitasi. Menambahkan es batu tidak menghilangkan sumber bau tersebut. Ketika es mencair dan kloset disiram, bau mungkin berkurang sementara jika sebagian kotoran ikut terbawa, tetapi perubahan itu tidak membuktikan sumber masalah sudah teratasi.
Jika bau terus muncul, kebersihan mangkuk, area sekitar toilet, dan saluran pembuangan perlu diperiksa. Apabila bau menyerupai gas saluran pembuangan dan menetap, artikel itu menyarankan pemeriksaan oleh petugas yang memahami instalasi sanitasi.
Kerak kloset dapat terbentuk akibat endapan mineral dari air atau penumpukan kotoran. Jenis noda ini memerlukan penanganan sesuai penyebabnya. Es batu yang bergerak di dalam air mungkin bersentuhan dengan sebagian permukaan mangkuk, tetapi kontak tersebut tidak membuktikan kerak akan terangkat atau terlepas dari porselen.
Cara membersihkan yang dianjurkan
Pembersihan yang bisa diandalkan adalah menyikat mangkuk secara berkala menggunakan produk yang sesuai. Frekuensi pembersihan dapat disesuaikan dengan intensitas pemakaian dan kondisi toilet. Dudukan, tutup, tombol penyiram, serta bagian yang sering disentuh juga perlu dibersihkan. Gunakan lap atau perlengkapan terpisah untuk setiap area agar kotoran tidak berpindah ke permukaan lain.
Pembilasan saja tidak selalu menghilangkan mikroorganisme yang menempel pada permukaan, sehingga kloset tetap memerlukan pembersihan sesuai kondisi dan penggunaannya. Untuk mengurangi kuman, gunakan produk pembersih atau disinfektan yang memang ditujukan untuk toilet. Aturan pemakaian, termasuk waktu kontak produk dengan permukaan, perlu diikuti. Bahan kimia pembersih yang berbeda sebaiknya tidak dicampur.
Untuk menangani kerak, gunakan pembersih kloset sesuai petunjuk kemasan. Sikat bagian yang bernoda, lalu bilas sesuai instruksi produk. Hindari menggosok dengan benda yang dapat menggores permukaan mangkuk.
Jika tetap ingin mencoba es batu
Sebagian orang mencoba es batu karena mudah ditemukan dan tidak membutuhkan peralatan khusus. Es batu juga mencair saat terkena air sehingga ikut terbuang ketika kloset disiram. Ada anggapan bahwa pergerakan es di dalam mangkuk membantu melepaskan kotoran, tetapi belum ada bukti penelitian yang cukup bahwa cara ini efektif mengangkat kerak atau mengurangi kuman. Air tambahan dari es yang mencair juga tidak otomatis menghilangkan kotoran yang menempel.
Jika ingin mencoba, hasilnya belum bisa disamakan dengan pembersihan menggunakan sikat dan cairan khusus kloset. Tujuan penggunaan sebaiknya sebatas percobaan, bukan pengganti perawatan toilet. Sebelum mencoba, pastikan saluran kloset berfungsi dan tidak menunjukkan tanda penyumbatan. Jika air sulit turun atau permukaan air terus naik, es batu jangan ditambahkan karena masalah saluran perlu diperiksa lebih dulu.
Gunakan es batu secukupnya dan hindari memasukkan benda lain yang berpotensi menyumbat saluran. Es batu juga tidak semestinya menggantikan jadwal pembersihan toilet. Es sebaiknya dibuat dalam wadah bersih dan tidak tercampur bahan makanan, pewarna, atau zat lain yang tidak ditujukan untuk toilet. Masukkan es langsung ke mangkuk; mangkuk tidak perlu dipenuhi es karena tidak ada takaran yang terbukti memberikan hasil pembersihan tertentu.
Setelah sebagian es mencair, siram kloset seperti biasa dan perhatikan apakah ada perubahan pada kotoran yang terlihat. Jika noda masih ada, lanjutkan pembersihan dengan sikat dan produk yang sesuai. Setelah percobaan, bersihkan mangkuk dengan perlengkapan khusus toilet bila masih terdapat noda, cuci tangan, dan simpan peralatan pembersih terpisah dari perlengkapan rumah tangga lainnya.
