Tayangan berdurasi 27 menit berjudul Grand Theft Auto VI: An Extended Look yang tayang di Netflix memicu pertanyaan apakah GTA 6 akan diadaptasi menjadi film atau serial. Faktanya, belum ada film maupun serial layar lebar Hollywood yang diangkat dari franchise tersebut. Materi yang tayang di Netflix adalah cuplikan in-game resmi buatan Rockstar Games, bukan produksi studio film.
Extended Look tayang perdana di Netflix pada 27 Agustus 2026, lalu dirilis di YouTube enam jam kemudian bersama versi yang disensor untuk China. Isinya footage permainan selama 27 menit, gabungan sekuens bergaya trailer dan cutscene naratif yang lebih panjang. Seluruh konten direkam dari footage in-game di PlayStation 5.
Beda dari film adaptasi game lain
Penilaian atas format tayangan ini beragam. Di IMDb, materi tersebut dilabeli sebagai film pendek animasi aksi kriminal. Netflix memasukkannya ke kategori film kriminal dan aksi-petualangan, sementara Rotten Tomatoes menyebutnya dokumenter. Berbeda dari adaptasi seperti A Minecraft Movie, tayangan ini murni rekaman permainan yang berjalan di konsol.
Angka penontonnya besar. Dari rilis Kamis 27 Agustus hingga Minggu 30 Agustus, spesial bertajuk “GTAVI” itu meraup 31,1 juta views dan menempati peringkat pertama di 87 dari 93 negara yang dipantau Netflix secara global. Permintaan saat rilis bahkan sempat membuat layanan Netflix dan Twitch down.
Pujian visual dan kritik untuk Jason
Thread soal Extended Look ramai di berbagai platform. Secara umum tayangan ini dipuji karena visualnya dan sosok protagonis Lucia, tetapi dikritik soal karakterisasi Jason. Sejumlah netizen menilai akting dan suara Jason hambar, sementara yang lain membelanya karena sifat kalem dinilai cocok untuk karakter mantan militer.
Pujian datang dari Senior Executive Editor IGN, Ryan McCaffrey. Lewat unggahan di X, ia menyatakan, “GTA 6 mungkin game dengan tampilan terbaik yang pernah saya lihat. Pencahayaannya LUAR BIASA.”
Tidak semua tanggapan positif. Skema eksklusif berbayar di Netflix sempat dikritik sebagian penggemar. Tyler Wilde dari PC Gamer mempertanyakan etika membajak tayangan yang pada dasarnya merupakan iklan.
Siapa saja karakter di Leonida
Cerita Extended Look mengikuti pasangan kriminal Jason Duval dan Lucia Caminos yang membangun reputasi sebagai kontraktor dunia bawah tanah di Leonida, versi fiksi dari Florida. Keduanya terlihat mengambil pekerjaan dari klien, kabur dari penggerebekan polisi, hingga menjadi sopir pelarian dalam aksi perampokan. Mereka juga tampil balapan, merampok, dan nongkrong di klub dengan gaya khas dunia terbuka Rockstar.
Beberapa karakter pendukung ikut muncul. Boobie Ike adalah klien yang menyuruh Jason dan Lucia mengambil narkoba di Vice City. Brian Heder merupakan bos lokal yang memberi pekerjaan sekaligus mengingatkan Jason agar tidak terlalu dalam masuk dunia kriminal. Ada pula Raul Bautista, kriminal profesional yang merekrut keduanya, dan Cal Hampton yang menasihati mereka agar memaksimalkan masa muda. Pengisi suara belum dirinci.
Kritikus menyoroti sentuhan kehidupan sehari-hari yang terasa detail, seperti aktivitas makan, minum, dan tidur yang hampir menyerupai game simulasi kehidupan. Sindiran khas GTA terhadap budaya Amerika juga tetap hadir. Menurut laporan sebuah podcast, Rockstar disebut menyewa studio animasi luar untuk memproduksi acara TV khusus di dalam game, termasuk konten live-action. Namun klaim itu tidak berasal dari pernyataan resmi Rockstar.
Hubungan Rockstar dan Netflix
Kerja sama keduanya sebenarnya sudah dimulai lewat paket Grand Theft Auto: The Trilogy – The Definitive Edition yang hadir di Netflix Games pada Desember. Meski sempat jadi bahan perbincangan, Take-Two memberi tahu investor bahwa penjualan trilogi remaster itu di konsol melampaui 10 juta unit.
Netflix memperlakukan Extended Look seperti konten film. Pernyataan pers disampaikan kepala konten unscripted Netflix, bukan kepala divisi gaming. Wakil Presiden serial nonfiksi Netflix, Brandon Riegg, dikutip dari Variety mengatakan, “Reveal Grand Theft Auto sudah menjadi momen budaya tersendiri.”
CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, dikutip dari TechRadar menyebut, “Ini adalah kemitraan pertama dari jenisnya dengan Netflix.” Ia menegaskan tayangan tersebut merupakan bagian dari strategi pemasaran Rockstar Games, sehingga belum bisa disebut proyek adaptasi film. Dampaknya terlihat pada penggunaan aplikasi mobile Netflix yang naik 50 persen dibanding 12 Kamis sebelumnya, sementara trafik website melonjak 125 persen.
Daya tarik franchise ini memang sudah terbukti. Di YouTube, trailer pertama GTA VI meraih 101 juta views dalam dua hari, sedangkan trailer kedua menembus 475 juta views lintas platform dalam 24 jam.
Mengapa Rockstar menolak Hollywood
Rockstar disebut sudah berkali-kali menolak tawaran Hollywood. Mengutip laporan TheGamer, salah satu pendiri Rockstar, Dan Houser, mengungkapkan perusahaan telah beberapa kali didekati untuk mengadaptasi IP game-nya. Meski minat ada, ia menilai langkah itu terlalu berisiko dan bisa merusak reputasi properti mereka.
“Setelah beberapa kencan canggung, kami bertanya ke para eksekutif, kenapa kami harus melakukan ini?” kata Houser. Ia menambahkan, “Apa yang kalian jelaskan adalah kalian membuat film, kami tidak punya kendali, dan menanggung risiko besar.”
Persoalannya bukan hanya kendali kreatif. Houser juga menilai zaman berubah setelah hadirnya adaptasi game berkualitas ke serial TV seperti The Last of Us dan Fallout. Rockstar bahkan pernah menolak pitch yang didukung talenta besar, termasuk versi yang bisa saja disutradarai Tony Scott dan dibintangi Eminem. Dalam wawancara yang sama, ia menyebut, “Bagaimana cara memadatkannya jadi pengalaman dua jam atau 12 jam, lalu menghilangkan agensi dan kebebasan pemain?”
Houser sendiri sudah keluar dari Rockstar pada 2020 dan kini menggarap format lain lewat perusahaan barunya, Absurd Ventures. Sementara itu, Grand Theft Auto VI dijadwalkan rilis untuk PlayStation 5 serta Xbox Series X dan S pada 19 November.
