Hesti Purwadinata dan suaminya, Edo Borne, menjadi relawan dalam kegiatan pelayanan kesehatan dan berbagi di Kelurahan Pahandut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Ini menjadi pengalaman pertama Hesti sebagai relawan. Dalam kegiatan itu, ia bertugas sebagai tim pendata, ikut membagikan buah dan vitamin, sementara warga setempat dapat mengikuti konsultasi kesehatan secara gratis.
Keluhan warga
Sebagai tim pendata, Hesti bertanya langsung kepada warga soal keluhan yang mereka rasakan. Hesti mencatat banyak warga memanfaatkan fasilitas kesehatan tanpa biaya tersebut. Keluhan terbanyak yang ia temui ialah pusing dan sesak napas. Hesti menduga keluhan tersebut muncul karena paparan asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan itu.
Selain itu, sejumlah anak melaporkan kulitnya gatal dan muncul bercak merah. Hesti menyebut keluhan pusing dan sesak napas memang mendominasi warga yang datang.
Berharap hujan turun
Keduanya sampai di lokasi ketika hujan sedang turun. Menurut Hesti, kondisi di sana sudah membaik dibandingkan sebelumnya, meski masih ada banyak titik api dan kesehatan warga secara umum belum pulih. Oleh sebab itu, ia menginginkan hujan turun lagi.
“Mudah-mudahan sih kita harapkan ya hujan turun lagi, hari ini kan lagi cerah. Hujan turun tapi jangan terus-terusan, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan lain lagi. Intinya hujan turun, titik-titik api juga bisa padam, terus kesehatan masyarakat bisa meningkat,” kata Hesti kepada KapanLagi.com.
