HomeHiburanFilmBio One Jadi Sad Boy di SAMPAI NANTI HANNA!

Bio One Jadi Sad Boy di SAMPAI NANTI HANNA!

Published on

Kisah Cinta yang Diam-Diam, Menyentuh hingga Ke Relung Hati

Jakarta, Trenzindonesia | Siapa yang belum pernah merasakan cinta dalam diam? Mencintai seseorang tanpa pernah punya keberanian untuk mengungkapkannya?

Inilah cerita yang diangkat dalam film Sampai Nanti, Hanna!, yang mempertemukan aktor berbakat Bio One dan Febby Rastanty dalam sebuah kisah cinta yang penuh liku.

Bio One Jadi Sad Boy di SAMPAI NANTI HANNA!

Bio One memerankan Gani, seorang mahasiswa sederhana di Bandung yang diam-diam jatuh cinta pada Hanna (Febby Rastanty). Tapi ini bukan cinta biasa. Gani jatuh hati hanya dengan mendengar suara Hanna, suara penuh semangat yang mengisi harinya dan menghidupkan perasaannya. Namun, Gani menyimpan semua itu dalam diam—perasaan yang tak pernah ia ungkapkan, hanya tertuang dalam buku hariannya.

Gani adalah seseorang yang mencintai tanpa pamrih. Dia tahu bagaimana rasanya menyimpan perasaan selama bertahun-tahun, bahkan ketika dia tahu tidak ada kesempatan untuk mengungkapkannya,” ungkap Bio One tentang perannya.

Namun, seperti banyak kisah cinta yang memilukan, takdir memiliki rencana lain. Sebelum Gani sempat menyuarakan isi hatinya, Hanna menikah dengan Arya (Ibrahim Risyad). Bukannya bahagia, pernikahan itu justru membawa Hanna ke dalam hubungan yang penuh tekanan emosional.

Meski hatinya hancur, Gani memilih tetap hadir dalam hidup Hanna, bukan sebagai kekasih, melainkan sebagai sahabat yang selalu mendukung dari jauh. Ini bukan hanya tentang cinta, tetapi juga keberanian untuk merelakan dan menjadi kekuatan bagi orang yang dicintai, meskipun tanpa balasan.

Melalui karakter Gani, film ini menghadirkan potret nyata mereka yang mencintai tanpa memiliki. Kisah Gani mengajarkan bahwa cinta sejati adalah tentang mendukung kebahagiaan orang lain, bahkan jika itu berarti menyimpan luka sendiri.

Latar belakang Bandung yang sarat dengan semangat aktivisme kampus menambah kedalaman cerita ini. Film ini bukan sekadar drama romantis, melainkan juga eksplorasi tentang perjuangan pribadi, cinta yang tak terucap, dan keberanian menghadapi kehilangan.

Sampai Nanti, Hanna!” adalah kisah tentang cinta yang tertahan, kehilangan yang mendewasakan, dan perjalanan mencari makna kebahagiaan sejati.

Tayang Perdana di JAFF, Rilis Serentak di Bioskop

Film ini akan tayang perdana di Jogja-Netpac Asian Film Festival pada 3 Desember 2024, sebelum rilis serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 5 Desember 2024.

Bagi Anda yang pernah merasakan cinta yang tak terungkap, atau yang hanya ingin menyaksikan kisah cinta yang jujur dan menyentuh, Sampai Nanti, Hanna! adalah film yang wajib ditonton.

Ikuti informasi terbaru tentang film ini di Instagram @sampainantihanna. (Da_Bon/Fjr) | Foto: Istimewa

Latest articles

Pesantren Digital Bangkit! JOURNAL Pesantren Hadir Jaga Tradisi, Dorong Transformasi Teknologi

Jakarta, Trenzindonesia.com | Di tengah derasnya arus transformasi digital di Indonesia, dunia pesantren membuktikan...

Lebih dari Pameran Otomotif, IIMS 2026 Jadi Wadah Generasi Muda Tunjukkan Bakat 

Jakarta, 12 Februari 2026 – Peran generasi muda sebagai penerus bangsa amatlah penting sebagai inovator...

Eddie Karsito Tekankan Disiplin Waktu dan Kerja Sama di Sekolah, Lawan Budaya “Jam Karet” Sejak Dini

Bekasi, Trenzindonesia.com | Disiplin waktu bukan sekadar soal datang tepat waktu, tetapi tentang...

Spirit 86 Reborn Comeback! Band Legendaris Era 80-an Bangkit dengan Wajah Baru dan Energi Musisi Muda

Jakarta, Februari 2026 — Nostalgia bertemu energi generasi baru. Spirit Band, grup fusion jazz–pop...

More like this

Program Korpri Peduli Hadirkan Akses Air Bersih Untuk Warga Bantul

Yogyakarta ,Trenzindonesia.com | Humas BKN, Dewan Pengurus Korpri Nasional melalui Program Korpri Peduli menyalurkan...

Group CEO BRI Puji PNM: Dana Rp1 Miliar per Desa Jadi Motor Dampak Sosial Berkelanjutan

Jakarta, Trenzindonesia.com | Komitmen PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam mendorong pemberdayaan masyarakat prasejahtera...

Eddie Karsito Tegaskan Peran Sastra di Sekolah sebagai Benteng Moral Generasi Muda

Foto: Eddie Karsito (Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan) menyerahkan sumbangan 40 buku karya...