Dua tokoh yang patut diapresiasi adalah sang kakek, diperankan oleh Slamet Rahardjo, dan seorang manajer restoran. Keduanya mampu menjadi "mood maker" dalam beberapa adegan, berkat improvisasi pribadi yang menghidupkan cerita.
Posternya menyiratkan pesan mencekam tentang kengerian siksa kubur bagi siapapun yang tidak percaya. Dengan tagline yang menggugah, film ini akan menjadi sebuah pengalaman horor yang mengutamakan kekuatan cerita dan karakterisasi.
"Film Siksa Kubur ini dibuat supaya penonton bisa merasakan diri mereka berada di dalam cerita. Visual dan penceritaannya dibikin dekat dengan masyarakat, supaya bisa lebih diresapi oleh penonton," ungkap Joko Anwar.
Manoj Punjabi dari MD Pictures menjelaskan bahwa biaya produksi film horor sekarang setara dengan genre film lainnya. Ini menunjukkan bahwa istilah "film horor murahan" harus diperbaharui.
"Hati Suhita" menjadi film yang sangat relevan, karena menceritakan keberanian seorang perempuan dalam mengejar impian dan mempertahankan prinsip hidupnya.
pengurus FORWAN Indonesia kali ini menunjukkan kesolidan, selain itu, pengurus juga kian memahami tugas dan fungsinya masing-masing. Pengurus juga makin menyadari pentingnya menjaga marwah organisasi.