HomeHiburanFilmDakota Cinema Rancaekek, Penuhi Kebutuhan Bioskop Di Kabupaten Bandung

Dakota Cinema Rancaekek, Penuhi Kebutuhan Bioskop Di Kabupaten Bandung

Published on

Bandung, Trenz Film | Animo masyarakat ditanah air untuk menonton film nasional terus meningkat setiap tahunnya. Hal itu tak lepas dari jumlah produksi film yang juga terus meningkat serta mutu perfilman Indonesia yang juga semakin berkualitas. Sayangnya peningkatan jumlah penonton dan produksi film yang terus bertumbuh, belum seimbang dengan kehadiran bioskop bioskop baru. Terlebih lebih dari 90% keberadaan bioskop saat ini masih berada di pusat pusat kota besar di Indonesia, suatu kondisi yang kurang menguntungkan bagi masyarakat penonton film yang tinggal di tingkat kabupaten atau di pinggiran pusat kota.

Padahal selain membantu daya tampung penikmat film, hadirnya bioskop baru, terlebih yang berada di sekitar Kabupaten, selain memberi kemudahan dan meningkatkan jumlah penonton film, juga akan turut membantu meningkatkan kelancaran perekonomian masyarakat sekitarnya.

H. Djonny Syafruddin

“Karena kehadiran bioskop dan datangnya masyarakat untuk menikmati hiburan dengan menonton film, memberi efek yang positif. Para pedagang kuliner, perparkiran dan usaha lainnya turut menikmati,” ujar H. Djonny Syafruddin dalam sambutannya pada peresmian bioskop Dakota di pasar Rancaekek (Rancaekek Trade Center), Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 21 Desember 2019.

Di sisi lain, bioskop Dakota atau Dakota Cinema, kata Djonny membuka lapangan pekerjaan bagi putra putri daerah.”Mulai dari bagian kebersihan, security, penjual tiket, penjaga pintu masuk, hingga level operator projektor dan manajerial. Sudah selayaknya apabila Pemda setempat memberikan support dengan kehadiran bioskop Dakota,” lanjut Djonny Syafruddin, yang dikenal sebagai pengusaha nasional di bidang perbioskopan dan Ketua Umum Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI).

Meski dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Bandung, H. Cecep Suhendar; Kapolsek Rancaekek, Kompol Imron Rosyadi, anggota Lembaga Sensor Film, dan sejumlah penggiat film yang datang dari Jakarta, sayangnya acara peresmian bioskop Dakota Rancaekek, Kabupaten Bandung, tidak dihadiri oleh pejabat eksekutif setempat seperti Bupati atau dibawahnya, juga Camat.

“Kesibukan mereka mungkin tak bisa hadir. Tapi, kami sudah pernah bertemu, ya istilahnya mohon izin  kepada beliau,” sahut Djonny, ketika ditanya wartawan.

Pada kesempatan itu, Djonny Syafruddin memperkenalkan cucunya bernama Dakota, yang hadir bersama keluarga besar Djonny lainnya. “Ini bioskop ke empat yang memakai nama cucu saya Dakota. Tiga lainnya ada di Sengkang, Cilacap, dan Kroya. Sementara bioskop saya lainnya di luar nama Dakota ada di kota kota di pulau Sumatera dan kota lainnya. Sedang saya siapkan pembangunan bioskop di Bekasi,Jawa Barat, Payakumbuh, Sumatera Barat, dan di Lampung,” tutur Djonny yang lebih 40 tahun berbisnis bioskop, juga properti.

Manajer Utama Grup Bioskop Dakota, Feby, mengatakan di daerah, masyarakat membutuhkan kehadiran bioskop. Karena menonton film merupakan salah satu hiburan yang selalu dinantikan oleh masyarakat. ” Ini terbukti beberapa bioskop yang kami kelola menunjukkan tren positif meningkatnya minat masyarakat menonton film,” kata Feby.

Dia berharap kepada produser film untuk terus meningkatkan kualitas film Indonesia.” Masyarakat daerah, di kecamatan dan kabupaten lebih suka menonton film nasional, dibandingkan dengan film asing,” ujar Feby sambil menunjukkan pengunjung film di dua studio pada hari perdana menayangkan film Habibi & Ainun 3 dan Starwars. Penonton lebih memilih film Habibi & Ainun 3.

Bioskop Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mempunyai empat studio masing masing dilengkapi dengan layar film, audio, ac, dan tempat duduk yang sama dengan bioskop bioskop yang ada di Jakarta. “Fasilitas dan film yang ada dan diputar di bioskop Rancaekek ini, sama dengan bioskop yang ada di Jakarta. Film film yang kami sajikan dan tayangkan juga yang terbaru, seperti film Starwars dan Habibi & Ainun 3,” jelas Feby.

Dakota Cinema Rancaekek ini, untuk studio 1 ada 180 seat, studio 2 ada 162 seat, studio 3 ada 162 seat dan studio 4 ada 180 seat, jadi total  untuk yang datang ke Dakota Cinema ini ada 684 seat”, tambah Feby.

Penampilan luar dan interior bioskop Dakota Rancaekek disesuaikan dengan selera dan kebutuhan penonton. Akses masuk, tempat parkir dan cafetaria tersedia.

Usai acara, tiket untuk penonton umum dibuka. Mojang mojang geulis di gerai tiket melayani dengan senyum yang menawan. Di pintu masuk masing masing studio sudah menanti mojang geulis lainnya, memeriksa tiket dan mengingatkan nomor kursi yang disediakan bagi pemilik tiket menonton film. (DP/Fjr)

 

Latest articles

PNM dan Danantara Perkuat Pemberdayaan Perempuan Ultra Mikro, 23,1 Juta Nasabah Kini Rasakan Dampaknya

Jakarta, Trenzindonesia.com | Komitmen PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam memberdayakan perempuan pengusaha...

Sambut Momen HUT ke-499 DKI, Ketum FBJ Budi Siswanto Ajak Masyarakat Berperan Aktif Dorong Jakarta Menuju Kota Global

JAKARTA - Guna menyambut momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 DKI, Ketua Umum...

Indra Adhari di Konsep One Month One Song Rilis Ibuku Pahlawanku yang Viral di TikTok Malaysia

Penyanyi dan pencipta lagu Indra Adhari yang tengah menjalani konsep One Month One Song...

Golden Memories 50 Tahun Kelulusan SMPN 45 Jakarta Angkatan 79

Suasana haru, hangat, dan penuh kenangan mewarnai perhelatan “Golden Memories – 50 Tahun Kelulusan...

More like this

Mulai Tayang Hari Ini! Nobody Loves Kay Jadi Suara Perjuangan Gen Z Mengejar Mimpi dan Membuktikan Mereka yang Meremehkan Salah

Jakarta, 4 Juni 2026 – Film drama remaja yang paling banyak diperbincangkan tahun ini,...

Asmara Gen Z Love Fest Hadirkan Pengalaman Interaktif bagi Penggemar di Cileungsi Bogor,

Bogor,Trenzindonesia.com – Fenomena sinetron remaja "Asmara Gen Z" kembali menunjukkan daya tariknya melalui...

Film Nobody Loves Kay: Kisah Perjuangan Atlet Esports yang Ditentang Keluarga hingga Bertarung di Panggung Dunia

Dunia esports kembali diangkat ke layar lebar lewat film Nobody Loves Kay, sebuah drama...