HomeHiburanFilmMichelle Ziudith Dandan Ala Cewek Barcelona di Film One Fine Day

Michelle Ziudith Dandan Ala Cewek Barcelona di Film One Fine Day

Published on

Trenz Film |Untuk atas nama profesionalisme, artis muda berbakat Michelle Ziudith akan melakukan apa saja demi suksesnya peran yang ia mainkan. Seperti ketika artis yang akrab disapa Ziudith ini ditantang  berdandan ala gadis Barcelona. Tak hanya itu, gadis bertubuh semampai ini pun harus mengubah penampilannya, terutama gaya rambutnya. Bahkan ia harus menghitamkan kulitnya. Semua itu harus dijalani demi melakoni perannya sebagai Alana, seorang perempuan blasteran yang sudah lama tinggal di Barcelona.

“Di film ini tantangannya saya harus berdandan kayak cewek Barcelona dan menghadapi cowok yang super protektif,” kata Michelle Ziudith saat jumpa pers seusai press screening film ‘One Fine Day’ di CGV, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, belum lama ini

Gadis kelahiran Medan, 20 Januari 1995, itu mengungkapkan kalau dirinya harus mengubah penampilannya, terutama gaya rambutnya yang selama ini lurus berwarna hitam. “Saya harus keriting rambut dan juga cat rambut saya, jadi effortnya banyak,” jelas anak pasangan Muhammad Ruchiman dan Missi Wesley yang mengawali kariernya lewat ajang Miss Celebrity tahun 2009.

Diakui Ziudith selama syuting di negeri matador itu, ia juga sering terpapar sinar matahari. Maka dari itu ia juga mencoba untuk tetap menjaga kulitnya. “Saya selama disana pakai Tanning Oil,” ungkapnya.

Ziudith mengaku tak merasa risih melihat kulitnya yang menghitam. “Saya nggak pernah mikir kalau hitam itu jelek. Saya semakin berpikir kalau orang akan suka sama saya apa adanya. Maksudnya, kalau orang suka sama saya cuma karena saya putih, gimana gitu rasanya, saya enggak se-PD (percaya diri) itu, sih. Jadi, mau hitam atau putih ya, itu saya,” terangnya.

Diakuinya hingga saat ini, ia sama sekali tak berusaha untuk mengembalikan kulit tubuhnya seperti sedia kala. “Aduh, saya nggak mutih-mutihin, saya di rumah aja. Perawatan ya mungkin, secara rutinitas saya aja ya, scrub dan teman-temannya itu udah hal biasa. Tapi untuk intens yang agak ekstrim, saya enggak pernah, saya enggak seberani itu,” ujarnya santai.

Ketika ditanya, jika dibandingkan, kira-kira Michelle lebih menyukai fisik Alana atau dirinya sendiri? “Karena saya dipuji-puji mulu di film ini sama Maxime sama Jefri, saya pengin yang kayak gitu (fisik Alana) malahan. Dan selama saya di sana, cowok-cowok pada senyum, pada kayak kode-kode. Saya enggak pernah gitu sebelumnya,” tutupnya sembari tertawa lepas.

One Fine Day’ berkisah tentang Alana (Michelle Ziudith) dan Danu (Maxime Bouttier), sepasang kekasih asal Indonesia, yang menetap di Barcelona, Spanyol dan kerap dikawal oleh Pak Abdi (Surya Saputra).

Suatu ketika, Alana bertemu dengan sosok bernama Mahesa (Jefri Nichol). Keberadaan pria tersebut membawa kehidupan yang berbeda dalam hidup Alana.

Di sisi lain, Danu mengingatkan kepada  Alana untuk berhati-hati dengan sosok Mahesa. Terlebih, penampilan Mahesa dinilai oleh Danu tampak mencurigakan dan disinyalir sebagai penipu.

Meski telah diingatkan, namun Alana merasa nyaman dengan Mahesa yang berprofesi sebagai musisi jalanan. Sampai suatu ketika, tudingan Danu yang menyebut Mahesa sebagai penipu membawanya pada sebuah fakta baru nan mengejutkan.

Film produksi Screenplay Films dengan arahan sutradara Asep Kusdinar dan skenario garapan Tisa TS, ini dibintangi oleh Michelle Ziudith, Jefri Nichol, Maxime Bouttier, Surya Saputra, Dimas Andrean, Ibnu Jamil dan penampilan spesial dari Amanda Rawles. Film ini akan mulai tayang pada 12 Oktober 2017. (Tebe)

 

Latest articles

Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati melakukan kunjungan ke hotel tempat menginap jamaah haji tahun 2026 asal Lombok dan Mataram di Kota Mekkah

Jeddah,Trenzindoensia.com - Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati melakukan kunjungan ke hotel tempat menginap...

Saat Dunia Menjadikan Anggrek Mesin Devisa, Indonesia Masih Jalan di Tempat

Surabaya, Trenzindonesia.com - Di tengah gemerlap industri anggrek dunia yang terus tumbuh menjadi sumber...

Film Nobody Loves Kay: Kisah Perjuangan Atlet Esports yang Ditentang Keluarga hingga Bertarung di Panggung Dunia

Dunia esports kembali diangkat ke layar lebar lewat film Nobody Loves Kay, sebuah drama...

Esensi Perintah Kurban : “Memberi, Taat dan Dekat”

Esensi Perintah Kurban : “Memberi, Taat dan Dekat” BEKASI,– Menurut Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah...

More like this

Film Nobody Loves Kay: Kisah Perjuangan Atlet Esports yang Ditentang Keluarga hingga Bertarung di Panggung Dunia

Dunia esports kembali diangkat ke layar lebar lewat film Nobody Loves Kay, sebuah drama...

Valdi Mulya Bangun Karier dari Videoklip hingga Film Layar Lebar

BEKASI, Tresnzindonesia.com - Valdi Mulya perlahan membangun namanya di industri hiburan Tanah Air melalui berbagai bidang,...

Misteri “Aku Harus Mati”: Sukses Dari Kerja Keras atau Pesugihan? Horor Ini Sentil Budaya Flexing

Jakarta. Trenzindonesia.com | Di tengah maraknya budaya flexing di media sosial yang kerap...