HomeHiburanFilmSAMPAI NANTI HANNA!: Belajar Mengenali Cegil ala Saras

SAMPAI NANTI HANNA!: Belajar Mengenali Cegil ala Saras

Published on

Jakarta, Trenzindonesia | Film “Sampai Nanti, Hanna!” masih hangat di layar bioskop seluruh Indonesia, menawarkan lebih dari sekadar kisah cinta Hanna dan Gani.

SAMPAI NANTI HANNA!: Belajar Mengenali Cegil ala Saras
Anjani Dina

Ada sosok Saras, diperankan oleh Anjani Dina, yang jadi pusat perhatian berkat gayanya yang manis tapi diam-diam toksik. Saras bukan cuma karakter tambahan—ia adalah gambaran nyata dari dinamika hubungan yang manipulatif tanpa disadari.

Tanda-Tanda “Cegil” ala Saras yang Bikin Waspada

Pasif-Agresif Bikin Gebetan Simpati

Saras punya trik jitu buat mendekati Gani, tetangganya: menunjukkan sisi rapuhnya untuk menanamkan rasa kasihan. Anjani Dina menjelaskan, “Saras itu sweet, tapi dia pasif-agresif. Dia bikin Gani ngerasa perlu ada buat dia, walaupun ini malah jadi beban buat Gani.” Sikap ini sering kali terlihat manis, tapi justru jadi penghalang emosional buat Gani untuk jujur pada dirinya sendiri.

Menjual Kisah untuk Dapat Simpati

Cewek seperti Saras pintar memanfaatkan cerita emosional untuk menarik perhatian. Dengan membagi pengalaman yang menyentuh hati, Saras bikin Gani merasa bertanggung jawab untuk terus mendukungnya. Lama-lama, Gani merasa terjebak dalam keterikatan yang nggak sehat.

Manis tapi Manipulatif

Sikap manis Saras bukan tanpa agenda. Ia tahu kapan harus jadi teman yang ideal, tapi di balik itu, ia membatasi ruang gerak Gani. Manipulasi terselubung ini bikin Gani sulit memilih kebahagiaannya sendiri.

SAMPAI NANTI HANNA!: Belajar Mengenali Cegil ala Saras
Anjani Dina

Karakter Saras adalah elemen krusial dalam konflik “Sampai Nanti, Hanna!“. Ia menunjukkan sisi lain dari hubungan toksik—sikap manis yang ternyata bisa mengekang. Penampilan Anjani Dina sebagai Saras sukses memadukan sifat manis dan manipulatif dengan cara yang relatable, bikin penonton gemas sekaligus kesal.

Sampai Nanti, Hanna!” nggak cuma soal cinta, tapi juga keberanian memilih kebahagiaan di tengah dinamika hubungan yang rumit. Dari cinta tulus, hubungan toksik, hingga keberanian untuk memulai lagi, film ini menawarkan pelajaran emosional yang bikin mikir.

Kamu bisa nonton film ini di:

XXI: Plaza Senayan (Jakarta), Bale Kota (Tangerang), Bencoolen (Bengkulu)

CGV: Depok Mall

Planet Cinema: Bone

Jadi, jangan sampai ketinggalan cerita Hanna, Gani, dan Saras di layar lebar. (Da_Bon/Fjr) | Foto: Istimewa

Latest articles

HUT Ke-31 Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan Wujudkan Rumah Singgah untuk Pemulung Anak, dan Anak Jalanan

KOTA BEKASI - “Rumah” adalah arsitektur; metafora bentuk, ruang dan fungsi. Sel tunggal yang...

Gus Syaifuddin Tekankan Amanah Uang Rakyat saat Resmikan Dapur Gizi ke-5 di SPPG Kramat Kenar

Jakarta , Trenzindonesia.com — Ketua Umum Forum Ulama Santri Indonesia (FUSI) sekaligus pimpinan Yayasan...

Royalti Mandek Sejak 2024, Obbie Messakh: Ini Hak Ekonomi Pencipta

Ramadan seharusnya menjadi ruang hening untuk berbagi dan memaafkan. Namun di kediaman almarhum Franky...

Cut Mini Pemeran Maisaroh “Wanita Terkaya Berwatak Keras” di Film Pasukan 1000 Janda

Film Pasukan 1000 Janda walaupun masih tahap penggarapan syuting, saat ini menjadi perbincangan hangat...

More like this

Gus Syaifuddin Tekankan Amanah Uang Rakyat saat Resmikan Dapur Gizi ke-5 di SPPG Kramat Kenar

Jakarta , Trenzindonesia.com — Ketua Umum Forum Ulama Santri Indonesia (FUSI) sekaligus pimpinan Yayasan...

Cut Mini Pemeran Maisaroh “Wanita Terkaya Berwatak Keras” di Film Pasukan 1000 Janda

Film Pasukan 1000 Janda walaupun masih tahap penggarapan syuting, saat ini menjadi perbincangan hangat...

F-JUPNAS GIZI Sambut Positif Ajakan BGN Jadikan Medsos Kanal Pengawasan MBG

Jakarta, 3 Maret 2026 – Forum Jurnalis Ketahanan Pangan Nasional dan Gizi Indonesia (F-JUPNAS...