HomeHiburanFilmSeptian Dwi Cahyo Konflik Dengan Jin Rabak

Septian Dwi Cahyo Konflik Dengan Jin Rabak

Published on

Film Cristine, Tidak Seperti yang Kamu Lihat

Jakarta, Trenzindonesia | Film “Cristine (Tidak Seperti Yang Kamu Lihat)” produksi Arci Film Company membawa angin segar bagi industri perfilman Indonesia.

Disutradarai oleh Harris Cinnamon, yang dikenal lewat karya-karya horor seperti “Gentayangan Uka-Uka” dan “Uka-Uka The Movie,” film ini menawarkan sesuatu yang berbeda dari film horor pada umumnya. Tidak seperti kebanyakan film horor yang menampilkan sosok hantu, Cristine menghadirkan kengerian melalui kisah jin Rabak yang ingin memasuki dunia manusia melalui tubuh Naya.

Aktor senior Septian Dwi Cahyo, yang memerankan karakter Pak Wijaya, menceritakan sedikit tentang jalan cerita film ini. “Justru menariknya film ini, karena seramnya bukan dari sosok hantu, karena memang tidak ada. Tapi, ada jin Rabak yang mencoba merasuki tubuh Cristine melalui Naya,” ungkap Septian. Meski begitu, ia tidak mau terlalu banyak membocorkan alur cerita. “Gak seru dong kalau dispill,” katanya sambil tertawa.

Septian Dwi Cahyo, yang telah malang melintang di berbagai film horor seperti “Vina (Sebelum 7 Hari),” “Mangkujiwo,” dan “Primbon,” serta film terbaru yang akan tayang Oktober ini berjudul “Parewangan,” dalam Cristine memerankan karakter Wijaya—seorang pengusaha kebun salak dan suami dari Nyimas yang diperankan oleh Nova Eliza. Keluarga mereka yang hidup damai tiba-tiba terganggu akibat perjanjian lama yang dibuat oleh Nyimas dengan jin Rabak. “Saya memerankan Wijaya di tiga fase hidupnya—masa muda, masa berkeluarga, hingga masa menghadapi konflik dengan jin Rabak. Alur cerita film ini susah ditebak, tapi sangat menarik. Penasaran bagaimana endingnya? Harus nonton sampai selesai,” kata Septian.

Selain Septian, Jasmine Elfira, aktris muda berbakat kelahiran Sidney, Australia, juga memainkan peran penting. Dalam Cristine, Jasmine memerankan dua karakter sekaligus, yakni Cristine dan Naya. “Baru kali ini saya mendapat peran yang sangat berat. Saya harus memainkan dua jiwa dalam satu tubuh. Ini tantangan besar untuk saya, tapi juga kesempatan luar biasa untuk meningkatkan kemampuan akting saya,” ujar Jasmine, yang sebelumnya dikenal lewat film “Imam Tanpa Makmum” dan “Setetes Embun Cinta Niyala.”

Jasmine juga mengungkapkan rasa syukurnya bisa terlibat dalam produksi film Cristine. Lewat unggahannya di Instagram, ia menyampaikan, “Saya sangat bahagia bermain dalam film ini. Terima kasih kepada sutradara Pak Harris Cinnamon, Pak Ivander, Pak Igoy, Bu Nova, dan tentu saja yang jadi bapakku, Pak Septian Dwi Cahyo, serta semua kru. Proyek film ini akan selalu melekat di hati saya.”. (PR/Fjr) | Foto: Istimewa

Latest articles

Pesantren Digital Bangkit! JOURNAL Pesantren Hadir Jaga Tradisi, Dorong Transformasi Teknologi

Jakarta, Trenzindonesia.com | Di tengah derasnya arus transformasi digital di Indonesia, dunia pesantren membuktikan...

Lebih dari Pameran Otomotif, IIMS 2026 Jadi Wadah Generasi Muda Tunjukkan Bakat 

Jakarta, 12 Februari 2026 – Peran generasi muda sebagai penerus bangsa amatlah penting sebagai inovator...

Eddie Karsito Tekankan Disiplin Waktu dan Kerja Sama di Sekolah, Lawan Budaya “Jam Karet” Sejak Dini

Bekasi, Trenzindonesia.com | Disiplin waktu bukan sekadar soal datang tepat waktu, tetapi tentang...

Spirit 86 Reborn Comeback! Band Legendaris Era 80-an Bangkit dengan Wajah Baru dan Energi Musisi Muda

Jakarta, Februari 2026 — Nostalgia bertemu energi generasi baru. Spirit Band, grup fusion jazz–pop...

More like this

Program Korpri Peduli Hadirkan Akses Air Bersih Untuk Warga Bantul

Yogyakarta ,Trenzindonesia.com | Humas BKN, Dewan Pengurus Korpri Nasional melalui Program Korpri Peduli menyalurkan...

Group CEO BRI Puji PNM: Dana Rp1 Miliar per Desa Jadi Motor Dampak Sosial Berkelanjutan

Jakarta, Trenzindonesia.com | Komitmen PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam mendorong pemberdayaan masyarakat prasejahtera...

Eddie Karsito Tegaskan Peran Sastra di Sekolah sebagai Benteng Moral Generasi Muda

Foto: Eddie Karsito (Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan) menyerahkan sumbangan 40 buku karya...