Film Musikal Siapa Dia
Jakarta, Trenzindonesia.com | Sutradara Garin Nugroho kembali menghadirkan karya sinematik yang unik lewat film musikal terbarunya berjudul Siapa Dia. Hadir tepat di bulan kemerdekaan, film ini bukan sekadar tontonan hiburan, melainkan juga sebuah refleksi perjalanan sejarah bangsa Indonesia melalui sinema, musik, dan budaya pop dari masa kolonial hingga era digital.
Film musikal Siapa Dia menempatkan aktor papan atas Nicholas Saputra dalam peran paling menantang sepanjang kariernya. Peraih dua Piala Citra ini harus memerankan empat karakter dari empat zaman berbeda, masing-masing dengan kisah cinta, tragedi, serta lagu khas yang merepresentasikan zamannya.
Selain Nicholas, film ini juga dibintangi oleh deretan nama besar seperti Amanda Rawles, Widi Mulia, Ariel Tatum, Monita Tahalea, Happy Salma, Joanna Alexandra, Dira Sugandi, Cindy Nirmala, hingga Gisella Anastasia, yang menghidupkan tokoh-tokoh perempuan lintas generasi.
Kolaborasi tiga maestro seni

Siapa Dia lahir dari kolaborasi lintas disiplin antara Garin Nugroho sebagai sutradara, Faizal Lubis sebagai penata musik sekaligus produser eksekutif, serta Eko Supriyanto yang menangani koreografi. Perpaduan musik, tari, dan sinema inilah yang membuat film ini disebut sebagai musikal epik yang tidak hanya merayakan cinta, tetapi juga menelusuri perjalanan sejarah bangsa.
“Siapa Dia adalah sebuah kado kemerdekaan untuk Indonesia. Lewat surat-surat cinta yang melintasi generasi, saya ingin menghadirkan sejarah bukan hanya melalui politik, tetapi juga lewat melodrama, musik, dan tarian. Karena sejarah bukan hanya catatan, melainkan juga perasaan,” ungkap Garin Nugroho.
Kisah dalam koper, cinta dalam sejarah

Cerita berpusat pada Layar (Nicholas Saputra), seorang sutradara muda yang tengah mencari inspirasi untuk membuat film musikal. Kepulangannya ke rumah sang buyut di sebuah kota kecil membawanya pada penemuan koper berisi surat dan catatan cinta leluhurnya: buyut, kakek, dan ayah.
Bersama Denok (Widi Mulia) dan Rintik (Amanda Rawles), Layar mencoba menghidupkan kisah cinta itu di layar lebar. Namun perjalanan kreatif ini justru membawanya larut ke dalam dunia magis, menelusuri kisah leluhurnya dari era kolonial, pendudukan Jepang, hingga represi Orde Baru, lengkap dengan melodrama, musik, dan tarian yang mewarnai tiap zaman.
Film ini terbagi ke dalam lima babak, antara lain:

Prolog: Layar menemukan koper berisi surat cinta.
Babak 1 (Kolonial): Buyut Layar jatuh cinta di tengah pertunjukan Lutung Kasarung dengan lagu utama Nurlela.
Babak 2 (Pendudukan Jepang): Kakek Layar bersua dengan Mui, pejuang perempuan Tionghoa, dengan lagu utama Kopral Jono.
Babak 3 (Orde Baru): Ayah Layar jatuh cinta pada Sari, anak jalanan yang melawan kekuasaan, dengan lagu utama Anak Jalanan.
Epilog: Layar menuntaskan film musikal yang ia impikan sekaligus menemukan cintanya sendiri di masa kini.
Menyulam sejarah sinema dan budaya pop

Lebih dari sekadar kisah cinta, Siapa Dia juga merekam denyut sejarah sinema Indonesia dari gambar hidup kolonial, propaganda Jepang, film era Orde Baru yang terhimpit sensor, hingga era digital. Nicholas Saputra, sebagai ikon budaya pop, turut menghadirkan nuansa nostalgia lewat jejak budaya populer: dari poster film lukis, komedi stamboel, hingga persewaan komik dan majalah lama yang kini tinggal kenangan.
“Berperan sebagai empat karakter lintas zaman adalah tantangan luar biasa. Rasanya bukan sekadar akting, tetapi juga perjalanan menelusuri sejarah sinema dan budaya pop kita sendiri,” ujar Nicholas Saputra.
Gala premiere
Film musikal epik ini akan menggelar gala premiere pada 21 Agustus 2025 sebelum tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia. Dengan kekuatan musik, tari, dan cerita cinta lintas generasi, Siapa Dia digadang-gadang sebagai salah satu film musikal Indonesia paling ambisius sekaligus penuh makna.
