Para Pemain, Sutradara, Produser dan Penulis Naskah Film Timur saat Press Screening
Jakarta,Trenzindonesia.com | Suasana magis menyelimuti Epicentrum XXI saat berubah menjadi hutan rimba untuk Gala Premiere film “Timur”, Kamis (4/12). Acara yang digelar Uwais Pictures ini bukan sekadar peluncuran film, tetapi juga menjadi momen bersejarah debut sutradara dari ikon laga Indonesia, Iko Uwais.*
Dukungan penuh dari BNI memungkinkan transformasi total venue premiere. Seluruh area disulap menjadi representasi dramatis “Hutan Rimba Timur”, menciptakan pengalaman sinematik yang mendalam dan tak terlupakan bagi para tamu undangan, media, dan selebritas yang hadir.
Iko Uwais: Pulang ke Indonesia dan Beralih ke Kursi Sutradara

Dalam konferensi pers, Iko Uwais dengan penuh emosi membagikan visi dan kebanggaannya. “Setelah sekian lama berkarya di luar, saya bangga bisa kembali ke Indonesia dan akhirnya mengambil langkah baru sebagai sutradara,” ucapnya.
Film ini, menurut Iko, adalah sebuah persembahan. “Timur adalah mimpi yang saya wujudkan bersama tim. Saya tumbuh besar bersama orang Indonesia Timur, sebuah keluarga yang turut merawat saya dari kecil. Maka karena itu saya ingin mempersembahkan sebuah cerita untuk sahabat-sahabat saya di Indonesia Timur,” lanjut sang maestro laga.
Tema Brotherhood yang Menjadi Fondasi Cerita dan Produksi

Produser Ryan Santoso menegaskan bahwa tema persaudaraan (brotherhood) adalah jantung dari film ini, sekaligus merefleksikan perjalanan panjang mendirikan Uwais Pictures.
“Film ini berbicara tentang persaudaraan, dan hal itu sama persis dengan apa yang kami alami saat membangun proyek ini. Lebih dari lima tahun kami bermimpi membangun rumah produksi yang dapat membawakan film-film laga berkelas internasional,” ungkap Ryan.
Resonansi Emosional: Penonton Terpukau dan Tercengang

Reaksi penonton gelombang pertama sangatlah positif. Film “Timur” dipuji karena berhasil menyatukan koreografi laga yang intens dengan narasi emosional yang menyentuh. Banyak penonton yang mengaku tidak hanya terpukau oleh adegan aksi, tetapi juga tersentuh hingga menitikkan air mata oleh kedalaman cerita persaudaraannya.
“Di film ini membuktikan bahwa ternyata Iko Uwais nggak cuma jago di depan kamera, tapi di belakang kamera juga. Debut sutradara yang bisa dibilang keren,” ungkap salah seorang penonton, mengonfirmasi kemampuan baru Iko Uwais.
Dengan sambutan hangat ini, “Timur” siap menancapkan standar baru untuk genre laga-emosional Indonesia.
Jangan lewatkan debut sutradara Iko Uwais. “Timur” akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Desember 2025. Saksikan kisah tentang keberanian, pengkhianatan, dan perjuangan tak kenal lelah untuk menemukan jalan pulang.
