HomeHiburanMusicBEKRAF Resmikan Pelaksanaan wROCKshop Bandung 2017

BEKRAF Resmikan Pelaksanaan wROCKshop Bandung 2017

Published on

Trenz Music |  Menyusul perhelatan di Jakarta, Palu, Malang, Bali, Yogyakarta dan Makassar yang disambut antusias oleh seniman musik di wilayahnya, rangkaian program edukasi musical bertajuk “wROCKshop” yang digagas Indonesia Musik Forum bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) kembali diselenggarakan di Bandung pada 8 dan 9 Desember 2017.

Istimewanya , gelaran wROCKshop kali ini menjadi bagian dari perhelatan akbar bertajuk “BEKRAF FESTIVAL” yang dihelat selama 4 hari yakni tanggal 7-10 Desember 2017 dan berlangsung di dua lokasi yakni di Gudang Kereta Api Indonesia (KAI) dan di Gedung Creative Hub, Bandung.

Diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari para Musisi, Manajer Band, Event Organizer, Showbiz, Sound Engineering, Mixing, dan Mastering yang berasal dari kota Bandung dan sekitarnya serta para wartawan baik dari kota Bandung bahkan ada 10 wartawan dari Jakarta, perhelatan wROCKshop di Bandung yang mengusung tema “Sistem Managemen Musik Indonesia Untuk Milenial, Produksi dan Promosi Musik Indonesia di era Digital” ini, dibuka secara resmi oleh Toar Mangaribi, Kepala Subdit Edukasi Sub Sektor Ekonomi Kreatif, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia.

“Tentunya Bekraf sangat mendukung perhelatan wROCKshop yang digagas Indonesia Musik Forum. Ditahun ini Bandung menjadi kota terakhir perhelatan wROCKshop bersamaan dengan penyelenggaraan BEKRAF FESTIVAL 2017, karena kreatifitas di Bandung sudah menjadi energy yang ada sejak dulu” Ujar Toar Mangaribi saat membuka perhelatan wROCKshop, di Hotel NEWTON, Jalan Riau Bandung, Jum’at pagi(8/12)

 “Bekraf  tujuannya ingin melindungi karya kreatif dan ingin agar musik Indonesia kembali eksis hingga bisa ke luar negeri” lanjut Toar.

“Acara edukasi musikal ini, menyajikan 2 agenda penting dalam bentuk workshop kreatif, yakni, pengetahuan teknis musikal dan pengetahuan umum yang berkaitan dengan industri musik di era digital dan di era dimana para generasi millenials menjadi segmentasi utama dunia hiburan didunia maya,” terang Buddy ACe, Ketua Tim Pengarah wROCKshop, yang akan mengelilingi 34 provinsi di Indonesia.

Dikota ke-7 Bandung ini, nara sumber yang ambil bagian untuk berbagi pengalaman profesional mereka dalam industri musik, adalah Aria Baron (klinik gitar dan aransemen lagu), Sandy Pas Band (klinik drum dan optimalisasi sound), Indra Qadarsih (sharing soal produksi lagu, mixing dan mastering), John Paul Ivan (klinik gitar), Yuke Dewa (klinik bass), Ferry HK (klinik drum) dan Yoyo Bassman (klinik bass). Sementara dari sektor pengetahuan umum, ada legenda seniman Bandung, Budi Dalton, pengamat musik dan Anggota Presidium Indonesia Music Forum, Buddy ACe, wartawan musik senior Amazon Dalimunthe dan Aria Baron yang akan berbagi pengalaman tentang Hak Cipta, Hak Paten, Hak Publishing dari karya musik di era digital.

“Saya dan teman-teman seniman sangat senang karena Indonesia telah memiliki Badan Ekonomi Kreatif seperti Korea, dan lebih bahagia karena bisa sharing pengetahuan dan pengalaman praktis terhadap seniman potensial di Indonesia,” tandas Baron, salah satu gitaris rock terbaik yang dimiliki Indonesia, yang juga manajer dari band legenda GIGI.

Sementara Sandy PAS Band, yang telah mengikuti wROCKshop dibeberapa kota melihat dari prespektif lainnya, bahwa program wROCKshop, harus terus dihelat dalam beragam pengetahuan lainnya diluar teknis musik.

“Setelah wROCKshop berlangsung disetiap kota, sebaiknya pada waktu 3 bulan kemudian, sudah harus ada kegiatan pasca wROCKshop yang lebih fokus pada satu kegiatan yang beroreintasi pada produksi karya, baik membuat lagu, menggelar konser maupun kegiatan kreatif lainnya yang menghasilkan secara ekonomis,” papar Sandy, drummer PAS Band yang kerap kali keliling Indonesia untuk coaching clinic drums.

Senada dengan itu serta melengkapi pandangan Sandy tersebut, menurut Buddy ACe, panggagas Indonesia Music Forum dan program wROCKshop, bahwa pada tahun 2018, IMF kembali mengajukan program semacam focus group discussion terhadap BEKRAF.

“Tapi bukan semata-mata diskusi, tapi langsung bergerak ke level produksi, melalui program bernama wROCKshow. Akan dipilih band terbaik disetiap ibukota provinsi, untuk diproduksi lagu ciptaan mereka dan digabungkan dalam kompilasi album dengan band dari daerah lainnya kedalam satu album.  Yang menarik produksi album tersebut bakal dimentori oleh musisi profesional serta semua elemen penting dalam ekosistem industri musik,” simpul Buddy ACe, yang juga adalah wartawan musik era 80-an.

Kembali menyoal wROCKshop, setelah Bandung, edukasi musikal ini, diawal tahun 2018 akan kembali melengkapi perjalanannya ke 27 ibukota provinsi di Indonesia, yamg dianggao potensial untuk kelak menjadi pilar-pilar (34 pilar) industri musik di tanah air.

“Belajar dari Korea, seharusnya industri kreatif di Indonesia akan lebih cepat dari Korea yang membutuhkan waktu 15 tahun untuk mendunia dengan K-Pop nya. Dan kami percaya, dengan pola buttom up, dari bawah keatas, dimulai dari para seniman  untuk kemudian disampaikan ke pemerintah,” jelas Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif, yang baru berusia 3 tahun ini, saat membuka dengan resmi BEKRAF FESTIVAL yang berlangsung di Gudang Kereta Api Indonesia, Bandung, Kamis malam (07/12/17)

Akhirnya. menurut Triawan, bahwa Industri Kreatif di Indonesia kelak akan menjadi unggulan dan kebanggaan bangsa Indonesia yang memiliki ratusan bahkan ribuan sub culture ini, jika dibangun dibawah kehidupan toleransi antara sesama anak bangsa. (PR/Fjr) | Foto: Fajar Irawan

 

 

 

Latest articles

BHC Training Center & Master Trainer MUA Indonesia Kembali Buka Workshop Guru MUA, Gandeng MUA Berpengalaman Olis Herawati

Setelah sukses menggelar workshop calon guru make up pada 10-11 April 2026, BHC Training...

Ati Ganda Siap Bongkar Rahasia 40 Tahun Berkarya di NGOBRAS 2026, Diskusi Kartini Kreatif yang Wajib Ditunggu!

Jakarta, Trenzindonesia.com | Sosok koreografer senior Ati Ganda dipastikan menjadi salah satu magnet utama...

Gorontalo Siap Sambut 30 Ribu Peserta PENAS XVII 2026, Infrastruktur dan Homestay Hampir Rampung

Gorontalo – Provinsi Gorontalo kian mantap menyambut pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII...

Perjuangan Anak Pemulung Tak Lagi Sunyi: Yayasan Humaniora Sekolahkan Puluhan Anak, Harapan Baru di Tengah Keterbatasan

Bekasi, Trenzindonesia.com | Di tengah kerasnya kehidupan urban, secercah harapan muncul bagi anak-anak...

More like this

Strategi Jitu Meinl: Pertahankan Dica Melo, Bukti Nyata Talenta Muda Dongkrak Penjualan

Jakarta, Trenzindonesia.com | Langkah berani kembali diambil brand alat musik global Meinl. Mereka resmi...

Momen Hari Musik 2026, Indra Adhari Dikonsep #OneMonthOneSong Rilis Lebaran Telah Tiba

Indra Adhari penyanyi dan pencipta lagu yang konsisten selama 8 tahun bermusik dan berkarya...

Hari Musik 2026, Bois Famous Maker: Perilis Single Wajib Berpikir Hits-kan Singlenya!

Bois Famous Maker salah satu tokoh penting dalam mengorbitkan artis musik beserta singlenya di...