Trenz Music | Setelah diselenggarakan di Jakarta, Palu (Sulawesi Tengah), Malang (Jawa Timur), Bali dan Yogyakarta, rangkaian wROCKshop yang digagas Indonesia Music Forum (IMF) bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI, kembali dihelat di pulau Sulawesi, tepatnya di Sulawesi Selatan.
Adalah kota Makassar yang me njadi kota ke 6 dari penyelenggaraan wROCKshop yang kali ini mengangkat dua tema besar yakni ‘Sistem Manajemen Bisnis Musik Indonesia’ dan “Produksi Musik Indonesia di Era Digital’.
‘wROCKshop’ yang berlangsung pada 19-21 Oktober 2017 ini digelar di Hotel ibis Makassar City Center, Jl. Maipa, Losari, Makassar, dengan diikuti oleh sekitar 80 peserta yang terdiri dari para Musisi, Manajer Band, Event Organizer, Showbiz, Sound Engineering, Mixing, dan Mastering yang berasal dari kota Makassar dan sekitarnya.
Perhelatan “wROCKshop” di Makassar secara resmi dibuka oleh Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif RI, Dr. Ing Boy Berawi yang didampingi Wakil Walikota Makassar, Dr. H. Syamsu Riza MI, S.Sos. M.Si..
“wROCKshop adalah medium edukasi yang merangkum semua ekosistem musik di Indonesia, untuk belajar bersama, berbagi pengalaman sekitar industri musik” ujar Dr. Ing Boy Berawi, Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan BEKRAF RI, usai pembukaan wROCKshop IMF di hotel ibis Makassar, (19/10).
“Kami berharap outputnya akan memberikan efek ekonomis terhadap setiap upaya produksi musik Indonesia, melalui sistem manajemen musik dan promosi musik yang sesuai untuk era digital dan disukai para generasi milenials yang menjadi pasar utama industri musik Indonesia” tambahnya.
Buddy Ace selaku Presidium Indonesia Music Forum (IMF) menyatakan, Makassar memiliki segudang potensi musik baik dari warna musik, musisi dan pasarnya.
“Saat ini banyak musisi lokal yang beranggapan hanya dengan berkompetisi di Jakarta baru bisa mendapat nama, padahal tidaklah demikian, musisi harus bisa memanfaatkan potensi kearifan lokal dengan maksimal disetiap karyanya”, jelas Buddy Ace.
“Melalui wROCKshop, IMF ingin membangun gagasan kreatif khusus untuk dunia musik agar bisa eksis di industri hiburan. Karenanya diharapkan setelah pelatihan wROCKshop ini, para musisi harus bisa tampil sendiri dihadapan warga Makassar, bukan orang luar yang selalu datang ke Makassar dan ditonton orang Makassar”, papar Buddy Ace yang pernah menjadi Pemimpin Redaksi Koran Slank serta penggagas Konser Musik ‘Revolusi Mental’ (Salam Dua Jari) untuk pemenangan Jokowi-Jk disaat Pilpres 2014 lalu.
“Musisi Indonesia bisa bertahan dengan terus berpikir kreatif yang membuat kesempatannya untuk terus melejit. Karenanya penting untuk membangun mimpi yakni,dengan cara membangun jaringan dan membangun kreatifitas” lanjut pria yang lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, 19 Juni 1965.
Sementara menurut Wakil Walikota Makassar, Dr. Syamsu Riza atau akrab disapa Daeng Ical, saat ini yang menjadi unggulan Makassar di sektor ekonomi kreatif baru pada kuliner, fashion dan perfilman.
“Industri kreatif itu sangat luas, dan Makassar memiliki banyak pemuda kreatif diberbagai bidang, meski yang telah disepakati untuk menjadi prioritas di Makassar adalah kuliner, film dan fashion namun musik juga sudah mulai diperhatikan” jelas Daeng Ical.
“Saya akui potensi musik di Makassar memang masih membutuhkan dukungan Pemerintah, makanya saya selalu bilang kalau ada hambatan dalam pengurusan administrasi termasuk di bidang musik, silahkan hubungi saya dan akan saya upayakan untuk membantu” lanjut Daeng Ical.
Perhelatan wROCKshop di Makassar menghadirkan musisi dan praktisi musik yakni Eckie Lamoh (ex vocalis EdanE dan Elpamas), Sandy PAS band, John Paul Ivan (ex gitaris Boomerang), Massto Sidharta (ex Drums KIDNAP), Buddy Ace (Presidium IMF), DR. Amin Abdullah (Kepala Sub Direktorat Edukasi Publik Kepala BEKRAF RI), Viddy Supit (Ketua FORMI) dan Fajar Irawan (Wartawan Musik). Sementara Ferry HK (Drums Rastafara) karena sesuatu hal, berhalangan hadir.
“Semoga wROCKshop yang dikelola oleh Indonesia Music Forum, menjadi program tahunan yang bisa terus dilaksanakan dengan terus mengembangkan materi pembelajarannya, melalui dukungan BEKRAF”, pungkas Boy Berawi. (fjr)
