Tak hanya mengundang penyanyi terkenal, BOGOR Music'80's juga kebali akan mengundang Wakil Walikota Bogor, Drs. H. Dedie A. Rachim untuk turut memerihkan acara seperti kehadirannya di BOGOR Music'86 : 86' BOGOR PUNYA ACARA yang dihelat tahun lalu.
Tekanan global seperti pandemi virus COVID-19, perang teknologi berbasis kecerdasan buatan, dan keamanan data telah mengubah dinamika ancaman yang dihadapi oleh negara-negara.
Dengan kegiatan ini, FORWAN Indonesia tidak hanya merayakan ulang tahun mereka, tetapi juga menginspirasi dan mendorong semangat berbagi serta kepedulian terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian.
Kegiatan FORWAN PEDULI kali ini juga didukung oleh Proaktif Musik, TAPro Music, SCTV, Indosiar, Nagaswara Musik, Badan Pangan Nasional, IRW, Generasi Lintas Budaya, Nina Nugroho, Mata Langit, dan JPKP.
Dengan mengusung tema “Persahabatan Untuk Maju Bersama’, acara Anniversary 40th SMP’83 - 12th SILVERIAN’86 & ILUNI’83 Bogor ditargetkan akan dihadiri sekitar 200 peserta baik dari ILUNI’83 maupun SILVERIAN’86 se Jabodetabek.
pengurus FORWAN Indonesia kali ini menunjukkan kesolidan, selain itu, pengurus juga kian memahami tugas dan fungsinya masing-masing. Pengurus juga makin menyadari pentingnya menjaga marwah organisasi.
BOGOR Music’80s tidak hanya menjadi kenangan indah bagi para anggota Silverian'86 dan Iluni'83 Bogor, tetapi juga membawa harapan untuk acara serupa yang lebih besar dan meriah di masa mendatang.
acara BOGOR MUSIC’80s yang akan dipandu oleh Nonon (Maarta W), Aji Subur dan Ari ini juga akan bertambah seru dengan segala aksi kocak ketiganya yang akan diwarnai dengan games, pembagian doorprize serta mini bazaar ILUNI'83 Bogor.
Kepada Koordinator Posko Logistik PPKM Kota Bogor, Muzakkir, Bima Arya pun meminta agar segala bantuan didistribusikan kepada pihak pihak yang membutuhkan dan tepat sasaran.
Silverian’86 Indonesia yang terbentuk pada 28 Mei 2011 di Jakarta , merupakan komunitas persahabatan antar sesama teman teman seangkatan yang lulus SMA dan yang sederajat di tahun 1986 lalu.
Menurut Arif Takari Wibowo, diperlukan pengaturan ulang untuk mekanisme dana tambahan infrastruktur yang mencakup kepentingan kota dan daerah di Papua.