Jakarta, Trenz Musik | Musisi pop jazz yang berjaya di era 70 dan 80-an, Candra Darusman, tidak pernah berhenti untuk terus mengisi ceruk kosong yang masih melompong di katalog musik Indonesia, lewat serangkaian karya yang di ciptakannya. Dunia musik, nampaknya bagi Candra telah menjadi bagian nafas dalam kehidupannya.
Debutnya saat masih kuliah di Universitas Indonesia pada pertengahan 70-an, ia bersama teman-temannya membentuk band ‘Chaseiro’, yang menelurkan 7 album dengan hits yang paling terkenal ‘Pemuda’ dan ‘Ceria’. Sebagai penyanyi sekaligus pianis, Candra menelurkan dua album solo berjudul ‘Kekagumanku” dan ‘Indahnya Sepi’, di awal 80-an.
Tidak hanya itu. Candra yang sempat menjadi inisiator sekaligus Co-Founder lahirnya ‘Jazz Goes to Campus’, termasuk salah satu pendiri KCI (Karya Cipta Indonesia). Bersama teman-teman musisi lainnya, seperti Erwin Gutawa, Denny TR, Aminoto Kosin, serta almarhum Uce Haryono, Chandra juga membentuk band Karimata yang melahirkan lima album.
Detik waktu terus bergulir seirama, bersama perjalanan sebuah kehidupan. Candra pun kini harus bermukim di Singapura, karena tugasnya sebagai Deputy Director WIPO (World Intellectual Property Organization). Tapi, ditengah kesibukannya ia masih meluangkan sedikit waktu untuk melahirkan karya album ‘Detik Waktu’, sebuah perjalanan karya cipta dirinya.
Album yang di launch pada bulan Maret 2018, berisikan lagu-lagu hits yang dibawakan oleh penyanyi dan musisi lintas genre dan generasi ini, diberi judul ‘Detik Waktu – Perjalanan Karya Cipta Candra Darusman’. Dan, album ini pun berhasil menyabet penghargaan dua buah dari AMI Awards 2018 kategori ‘Album Terbaik Terbaik 2018’ dan ‘Album Pop Terbaik 2018’.
Detik waktu masih terus bergulir. Album yang berisikan karya lagu dari perjalanan karir Candra Darusman di belantika musik Indonesia ini pun, pada dirilis ulang bersama Jagonya Musik & Sprort Indonesia (JMSI) dan KFC Indonesia dengan penambahan dua lagu baru dari total 16 lagu yang ada. Kedua lagu baru itu berjudul ‘Persaudaraan’ yang dibawakan oleh HiVi!, serta lagu ‘Waktu Kian Berarti’ dibawakan oleh Humania.
Kedua nama grup musik tersebut melengkapi jajaran musisi lainnya yang terlibat dalam album “Detik Waktu”, yaitu Glenn Fredly, Barry Likumahuwa, Once Mekel, Afgan, Monita Tahalea, Andien, MALIQ & D’Essentials, Danilla, dan White Shoes & The Couples Company. Menariknya, menurut Candra, karya lagu dirinya di album ini jauh lebih bagus dan enak karena dibawakan oleh artis musisi yang berbeda.
“Saya sangat senang dan bahagia, bukan saja karena lagunya jadi lebih bagus, tapi ternyata karya-karya saya masih diapresiasi dengan baik oleh penikmat musik di Indonesia, dan hari ini bisa kita saksikan album saya kembali dirilis ulang,” ujar Candra ketika ditemui dalam jumpa pers peluncuran album tersebut di gerai KFC Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (16/1).
Delapan dari total enam belas lagu yang ada di album ‘Detik Waktu – Perjalanan Karya Cipta Candra Darusman’, bertemakan cinta dengan segurat kisah atau cerita yang berbeda dan menarik. Menurut Candra, ada lagu yang ia tulis saat jatuh cinta, saat berpacaran, saat harus berpisah karena beda keyakinan, saat cinta dalam angan-angan, sampai lagu untuk mantan pacar dan juga kekasih yang menemani hidupnya kini.
Album repackaged ‘Detik Waktu – Perjalanan Karya Cipta Candra Darusman’ yang sudah tersedia di KFC selama dua minggu, dengan bandrol Rp 35 ribu di bundling dengan produk KFC dan Rp 40 ribu secara satuan, ternyata telah berhasil terjual sekitar 75 ribu keping. Detik waktu masih terus bergulir, karya the best Candra yang dibawakan oleh artis musisi lintas generasi ini, bisa dinikmati oleh semua penikmat musik. Yuk! Beli beli cd albumnya. (Edo / TrenzIndonesia)
