HomeHiburanMusicFeby Putri Lepas Album Kedua Hitam Putih

Feby Putri Lepas Album Kedua Hitam Putih

Published on

Sebuah Perjalanan Dewasa Seorang Perantau

Jakarta, Trenzindonesia | Setelah kesuksesan besar album Riuh (2022) yang mencetak ratusan juta streaming, penyanyi dan penulis lagu berbakat Feby Putri kembali dengan album terbarunya, Hitam Putih.

Feby Putri Lepas Album Kedua Hitam Putih

Album ini resmi dirilis pada 26 September 2024 dan menjadi catatan emosional tentang perjalanan hidup Feby sebagai seorang perantau, lengkap dengan segala warna manis dan pahitnya.

Berbeda dari album sebelumnya yang menggambarkan kebingungan seorang perantau muda, Hitam Putih adalah refleksi kedewasaan Feby dalam memahami diri sendiri dan realitas dunia. Album ini berakar dari pengalaman pribadinya selama merantau dari Makassar ke Jakarta untuk mengejar mimpi sebagai musisi. Namun, di balik mimpi yang tercapai, ada harga besar yang harus dibayar: kehilangan waktu bersama keluarga dan kepergian ibunda tercinta.

“Saat itu aku benar-benar merasa hampa. Aku tidak bisa langsung ada di sana untuk melihat ibuku terakhir kali,” kenang Feby. Kehilangan tersebut membentuk inti emosional dari album ini, membuatnya lebih jujur dan personal dibanding karya-karya sebelumnya.

Album Hitam Putih memuat sejumlah lagu yang merefleksikan rasa duka, keikhlasan, hingga harapan. Salah satu track paling menyentuh adalah “Daya Diri”, sebuah ungkapan hati atas kepergian sang ibu. Tak hanya itu, Feby juga menyisipkan rekaman suara ibunya dalam lagu “Suara Ibu”, di mana sang ibu memberi nasihat yang penuh makna:

“Dengar kalau orang tua kasih tahu sesuatu, Nak. Baik itu kalau masih ada orang tua kita untuk menasehati nanti, kalau orang tua sudah tidak ada.”

Rekaman ini ditemukan Feby secara tak sengaja di laptopnya, membuat lagu ini menjadi penghormatan mendalam untuk ibunda.

Track utama album ini, “Semoga Ada Waktu Luang,” adalah pengingat tentang perjuangan Feby di awal kariernya. Lagu ini terinspirasi dari pengalaman diremehkan oleh orang-orang yang kini justru menghargai karyanya. Album ditutup dengan “Perasa yang Baru Tumbuh,” sebuah renungan tentang menerima hidup apa adanya, setelah semua luka yang tergores.

Hitam Putih adalah bukti kematangan Feby sebagai musisi dan individu. Album ini membawa pendengar masuk ke dunia emosional Feby, dengan lirik yang mendalam dan melodi yang menenangkan. Setiap lagu terasa seperti obrolan intim, seolah-olah Feby berbicara langsung dari hatinya.

Album ini sudah tersedia di semua platform streaming digital. Jika kamu mencari musik yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menenangkan jiwa dan membangkitkan rasa, Hitam Putih adalah karya yang tidak boleh dilewatkan. (PR/Fjr)

Latest articles

Group CEO BRI Puji PNM: Dana Rp1 Miliar per Desa Jadi Motor Dampak Sosial Berkelanjutan

Jakarta, Trenzindonesia.com | Komitmen PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam mendorong pemberdayaan masyarakat prasejahtera...

Velline Ayu Rilis Single “Gunung Ciremai”, Lagu Penuh Makna tentang Keteguhan dan Harapan

Musisi muda berbakat, Velline Ayu, kembali menghadirkan karya terbarunya bertajuk “Gunung Ciremai”, sebuah single...

Lewat Seminar IPPRISIA, Menciptakan Kepribadian Profesional di Berbagai Profesi

Jakarta-Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Persona Pengembangan Kepribadian Indonesia (IPPRISIA) sukses menggelar seminar pengembangan kepribadian...

Oliv Jiaah Hanya Bisa Menangis, Sang Suami Gugur Jadi Korban Longsor di Cisarua Bandung

Tak ada firasat apa pun saat Praka Marinir Anton Kharisma berpamitan kepada sang istri,...

More like this

Group CEO BRI Puji PNM: Dana Rp1 Miliar per Desa Jadi Motor Dampak Sosial Berkelanjutan

Jakarta, Trenzindonesia.com | Komitmen PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam mendorong pemberdayaan masyarakat prasejahtera...

Velline Ayu Rilis Single “Gunung Ciremai”, Lagu Penuh Makna tentang Keteguhan dan Harapan

Musisi muda berbakat, Velline Ayu, kembali menghadirkan karya terbarunya bertajuk “Gunung Ciremai”, sebuah single...

Eddie Karsito Tegaskan Peran Sastra di Sekolah sebagai Benteng Moral Generasi Muda

Foto: Eddie Karsito (Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan) menyerahkan sumbangan 40 buku karya...