Iwan Fals dan Isyana Sarasvati (Ft:Ig@iwanfals)
Jakarta, Trenzindonesia.com | Dua nama besar musik Indonesia, Iwan Fals dan Isyana Sarasvati, resmi berkolaborasi membawakan ulang lagu legendaris “Bunga Terakhir” ciptaan Bebi Romeo. Lagu ini didaulat sebagai soundtrack resmi film animasi Panji Tengkorak, yang akan tayang di bioskop mulai 28 Agustus 2025.
Dengan perpaduan vokal khas yang sangat berbeda, lagu ini menjelma menjadi versi baru yang kuat secara emosional dan menggambarkan kompleksitas karakter utama film—Panji, yang berubah menjadi pendekar kegelapan setelah kehilangan cinta sejatinya.
Representasi musikal DNA klasik Indonesia
Produser film Panji Tengkorak, Erica, menjelaskan bahwa pemilihan Iwan Fals dan Isyana Sarasvati sebagai pengisi lagu tema bukan tanpa alasan.
“Alasan pertama kenapa memilih Mas Iwan dan Isyana, karena kami ingin seseorang yang merepresentasikan DNA Indonesia. Film ini berasal dari intellectual property komik klasik yang sangat kita cintai dan ingin lestarikan,” ungkap Erica saat peluncuran lagu di Jakarta Selatan, Kamis (7/8).
Ia juga menambahkan bahwa lagu “Bunga Terakhir” dipilih karena liriknya mampu mewakili sisi gelap dan tragis dalam kisah Panji, yang menempuh jalan ilmu hitam karena kehilangan cinta sejatinya.
Kolaborasi penuh makna antara dua generasi musisi

Bagi Isyana Sarasvati, proyek ini menjadi salah satu momen paling berkesan dalam karier bermusiknya. Ia mengaku merasa terhormat bisa kembali berduet dengan Iwan Fals, kali ini dalam format yang lebih sinematik dan monumental.
“Ini pertama kalinya kami duet untuk OST film. Rasanya terhormat banget bisa nyanyi bareng living legend seperti Om Iwan. Kami pernah tampil bareng di konser, tapi belum pernah dalam bentuk karya rekaman seperti ini,” ujar Isyana.
Ia juga berseloroh bahwa kolaborasi ini menjadi catatan penting dalam kariernya, “CV-ku bertambah menyanyikan OST bareng Iwan Fals,” ujarnya dengan senyum.
Sementara itu, Iwan Fals sendiri memberi pujian untuk Isyana, terutama dari segi kualitas vokal dan teknik bermusik.
“Kalau Isyana kan sekolah musik, jadi kualitas suara itu terjaga. Kalau saya alami aja, jadi yang utama itu penghayatan, walaupun suara saya kadang serak,” kata Iwan merendah.
Tersedia secara digital, siap menyentuh hati pendengar lintas generasi
Versi baru lagu “Bunga Terakhir” ini sudah bisa didengarkan di berbagai platform digital streaming musik, dan langsung mendapat sambutan positif dari penggemar. Kolaborasi ini menjadi jembatan yang mempertemukan dua generasi musisi, sekaligus memperkuat identitas film Panji Tengkorak sebagai karya animasi lokal yang sarat nilai budaya dan emosi.
Film Panji Tengkorak sendiri merupakan proyek ambisius dari Falcon Pictures, yang mengangkat karakter klasik dari komik Indonesia karya Hans Jaladara ke dalam format animasi layar lebar. Dengan narasi yang gelap namun menyentuh, dan ditopang musik yang kuat, film ini diharapkan memperluas pasar film animasi lokal ke level yang lebih tinggi.
