Trenz Music | Gonjang-ganjing kabar hengkangnya personel Payung Teduh, Mohammad lstiqamah Djamad atau akrab disapa Is, santer terdengar belakangan ini. Bahkan, gelagat ini sudah tercium jika kita jeli mengamati postingan foto Instagram Is, memuat keterangan berbau perpisahan. Dan, hari Selasa (19/12) sore ini, bertepatan dengan peluncuran album ke-3 Payung Teduh bertajuk ‘Ruang Tunggu‘ yang dihelat di KFC Kemang, Jakarta, terjawab sudah bahwa Is menyatakan mundur dari band yang telah membesarkan namanya, per-1 Januari 2018.
Hengkangnya setelah beberapa tahun berada dalam band tersebut, menurut Is, lebih kepada waktu luang yang terbuang, berakibat kelelahan dan kurangnya komunikasi karena jadwal manggung begitu padat. Memang terlihat, beberapa tahun terakhir ini Payung Teduh merupakan salah satu band dengan jadwal paling intens tampil dari panggung ke panggung. Dalam sebulan mereka bisa bermain di lebih dari lima belas panggung. Apalagi, setelah dirilisnya lagu “Akad“, permintaan untuk manggung semakin meningkat.
“Ruang Tunggu, merupakan album terakhir Payung Teduh bersama saya. Tidak ada pertengkaran yang terjadi dalam tubuh band ini. Payung Teduh pun akan tetap melanjutkan langkahnya, harus tetap berkarya dan menyongsong ruang tunggu – ruang tunggu berikutnya dengan penuh kejutan. Karena di setiap perjalanan, disanalah tempat yang kau pilih untuk kau singgahi atau kau lewati. Terima kasih untuk petualangan yang sungguh besar dan patut untuk disyukuri,” tukas pemilik nama lengkap, Mohammad lstiqamah Djamad alias Is.
Setelah album ‘Dunia Batas’ (2012), dan sebelumnya ‘Self Titled‘ (2010). Album ‘Ruang Tunggu‘ (2017) menjadi sebuah album terakhir kebersamaan Mohammad lstiqamah Djamad (Gitar, vocal) bergumul diruang masa kejayaan bersama Abdul Aziz “Comi” Kariko (Bass), Alejandro Saksakame (Drum), dan Ivan Penwyn (Guitalele, trumpet, vocal latar). Walau terlihat mereka nampak biasa-biasa saja menyikapinya, namun tersirat cukup jelas yakni soal perbedaan visi-misi mengayuh kapal Payung Teduh. Seperti ucapan, album terbarunya ini 100% independen-100% industri.
Hengkangnya Is, bukan melulu soal jadwal manggung yang padat dan komunikasi yang kurang. Termasuk juga, konon katanya sang bassis Abdul Aziz “Comi” Kariko, bersiap menyusul Is, keluar dari Payung Teduh. Nampaknya, seperti ada perseteruan soal idealisme memposisikan Payung Teduh sebagai band murni independen. Ada yang memilih berjalan sendiri, tapi ada juga yang membutuhkan peran-peran pihak lainnya. Seperti, proses rekaman album Ruang Tunggu yang mengendap cukup lama sejak 2014, akhirnya diedarkan lewat label Jagonya Musik Indonesia di semua outlet KFC Indonesia mulai 19 Desember 2017.
Payung mu sudah tidak lagi bisa mengembang lebar untuk memberikan ke-Teduh-an secara sempurna, karena satu tangkai besi pengait kainnya tanggal. Tapi ya sudahlah! Mari kita simak saja album “RuangTunggu” yang berisikan 9 lagu, dengan beberapa musisi yang terlibat, antara lain Adink Permana yang juga merupakan produser musisi Malaysia Noh Salleh, juga gitaris Denny Chasmala yang memberi warna pada lagu ‘Muram‘, Sadrach Lukas yang selama ini mendampingi Payung Teduh live perform, Gatut Santoso pada trumpet di lagu ‘Akad‘, Alvin Witarsa, Dika Brasnuckle, Harry Winanto, serta lchamalia yang berduet di lagu ‘Sisa Kebahagiaan‘ dan ‘Mari Bercerita‘. (Edo/TrenzIndonesia).
