Reuni Alumni Ikan Terbang ternyata dapat sambutan dari alumni karyawan. Tidak sedikit yang memberikan hadiah untuk mereka yang hadir. Selain menjadi ajang temu kangen, reuni ini juga menghadirkan berbagai door prize menarik, antara lain Paket Umrah, Kain Batik, T-shirt eksklusif dari Nyoman Nuarta, Oase Al-Qur’an, Serta berbagai hadiah menarik lainnya.
Reuni ini juga dimeriahkan oleh kehadiran banyak artis dan figur publik, antara lain:
Meriam Bellina, Rina Hasyim, Yati Surahman, Firda Razak, Melly Manuhutu, Derry Drajat, Miing Bagito, Uang Bagito, Didin Bagito, Alya Rohaly, Heli Yahya, dan lainnya. Dari keluarga besar AFI turut hadir: Tia, Bojes, Miky, Cyndi, Ari Tulang, Pasha, Rindu, dan lainnya. Dari Kondang In hadir: Elvy Zubay, Jay, Rani, Opy, Novel, Dendra Surya, dan banyak talenta lainnya.

Setelah lebih dari tiga dekade mengudara dan menjadi bagian penting dalam dunia pertelevisian Indonesia, keluarga besar alumni Indosiar kembali berkumpul dalam Reuni Akbar “Ikan Terbang”. Acara yang digelar pada Jumat, 5 Desember 2025 di Ballroom Twin Plaza Hotel Jakarta ini menjadi ajang silaturahmi, nostalgia, serta perayaan perjalanan panjang para mantan karyawan lintas departemen yang pernah bernaung di bawah ikon layar kaca “Ikan Terbang”.
Reuni akbar ini dihadiri oleh alumni dari berbagai departemen, antara lain Program, Produksi, ART, News, Marketing, Keuangan, Traffic, Pasca Produksi, Studio, MCR, EFP, Teknik, Corporate Secretary, Peduli Kasih, dan sejumlah departemen lainnya. Tidak hanya para eks-karyawan, acara ini juga diramaikan oleh kehadiran para alumni AFI, talent Kondang In, para juri, serta deretan artis yang pernah bekerja sama dengan Indosiar.

“Di kantor bukan hanya tempat bekerja, tapi rumah kedua bagi kami. Di sana kami tumbuh, berkarya, dan membangun ikatan persaudaraan yang tetap kuat hingga kini,” ujar Atoek Faturahman, Ketua Panitia Reuni.
Sebagian besar alumni telah berkontribusi sejak masa persiapan sebelum siaran perdana. Mereka pernah terlibat dalam berbagai program populer seperti Akademi Fantasi Indosiar (AFI), Gebyar BCA, Kuis Siapa Berani, Sinetron Tersanjung, Tembang Kenangan, Patroli, SARAS 008, LUPUS, dan banyak lagi.
“Saya bangga menjadi bagian dari karya monumental di industri televisi,” tegas Cosmas, alumni Departemen ART.
Kini para alumni telah menempuh beragam profesi—mulai dari industri televisi, rumah produksi, film, konsultan media, biro iklan, akademisi, hingga bidang-bidang kreatif lainnya. Meski berkarier di tempat berbeda, semangat kekeluargaan “Ikan Terbang” tak pernah pudar.
Elvi Zubay, alumni Kondang In, mengungkapkan rasa harunya: “Saya merasa kembali mengenang masa-masa indah mengawali karier sebagai artis dangdut dan dikenal luas melalui layar kaca Indosiar.”

Sementara itu, Hans Utama, salah satu alumni, mengenang kisah awal masa kerjanya yang penuh cerita lucu: “Waktu baru masuk, HRD suruh saya cukur rambut karena gondrong. Tapi setelah panjang lagi, saya biarkan saja dan sudah nggak pernah ditegur—mungkin mereka paham saya seniman,” kenangnya sambil tertawa.
Reuni “Ikan Terbang” bukan hanya nostalgia, tetapi juga wadah berbagi inspirasi, memperluas jejaring profesional, dan memperkuat ikatan kekeluargaan. Semangat ini menjadi pengingat bahwa hubungan antar alumni Indosiar akan terus terbang tinggi, sesuai filosofi ikon “Ikan Terbang”. RuL
