Jakarta, Trenzindonesia.com | Duka mendalam menyelimuti dunia hiburan dan media Tanah Air. Desainer sekaligus sosialita Migi Rihasalay tak kuasa menahan kesedihan saat mendengar kabar tragedi kecelakaan kereta di Bekasi yang merenggut banyak nyawa, termasuk seorang jurnalis muda dari Kompas TV.
Duka Selebriti untuk Korban Tragedi Kereta Bekasi

Peristiwa nahas yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek itu terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada akhir April lalu. Kecelakaan tersebut menewaskan sedikitnya 15 orang dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Di antara korban yang meninggal dunia, terdapat Nur Ainia Eka Rahmadhyna—sosok yang dikenal dekat oleh Migi.
“Kepergian Ain membuat kami semua sangat kehilangan. Ini duka bagi insan media Indonesia,” ujar Migi dengan suara bergetar.
Sosok Ainia dan Kedekatannya dengan Dunia Media
Sebagai figur publik yang kerap berinteraksi dengan jurnalis, Migi Rihasalay mengaku memiliki kedekatan emosional dengan banyak pekerja media.
Kepergian Ainia bukan hanya kehilangan pribadi, tetapi juga pukulan bagi komunitas jurnalisme yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
Kronologi Singkat Kecelakaan Tragis
Kecelakaan bermula saat KRL jurusan Cikarang menabrak sebuah mobil taksi yang mogok di perlintasan rel. Saat kereta berhenti di jalur tersebut, datang KA Argo Bromo Anggrek dari arah berlawanan dan menghantam rangkaian KRL.
Dua gerbong mengalami kerusakan parah, termasuk gerbong khusus wanita. Sejumlah penumpang terjebak di dalam, menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka.
Kisah-Kisah Pilu yang Mengoyak Hati
Migi mengaku tak sanggup menahan air mata saat menyaksikan video viral pascakejadian.
Ia menyoroti kisah-kisah korban yang begitu menyayat hati:
- Seorang ibu yang telah menyiapkan ASI untuk bayinya di rumah
- Seorang istri yang baru mengetahui kehamilan setelah lima tahun menanti
- Calon pengantin yang tak sempat menuju hari bahagianya
- Korban yang berulang tahun namun tak sempat merayakannya
“Dada rasanya sesak. Banyak perempuan hebat yang menjadi korban,” ungkapnya.
Harapan untuk Perbaikan Sistem Transportasi

Di tengah duka, Migi Rihasalay juga menyampaikan harapannya agar tragedi serupa tidak terulang.
Ia mendorong pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia untuk terus meningkatkan keamanan dan sistem layanan transportasi publik berbasis rel.
“Kejadian seperti ini tidak boleh terjadi lagi. Keselamatan harus jadi prioritas utama,” tegasnya.
Doa dan Perpisahan
Menutup pernyataannya, Migi menyampaikan doa bagi seluruh korban.
“Selamat jalan saudaraku. Surga menantimu. Al-Fatihah,” ucapnya penuh haru
