Jakarta, Trenzindonesia.com | Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini kembali digaungkan dengan cara yang elegan dan penuh makna. Desainer Migi Rihasalay menggelar perayaan Hari Kartini bersama sejumlah wanita inspiratif di Tugu Kunstkring Paleis, Selasa (21/4/2026), dalam sebuah pertemuan yang tak sekadar simbolik, tapi juga sarat nilai kebersamaan dan pemberdayaan.
Kebaya, Kebersamaan, dan Koneksi Perempuan Hebat

Balutan kebaya yang anggun menjadi ciri khas suasana sore itu. Para tamu yang didominasi sosialita dari komunitas Lavender dan Sweet Lady hadir dengan pesona sekaligus semangat yang sama: merayakan perempuan.
Migi Rihasalay mengaku bahagia bisa berkumpul di momen spesial tersebut.
“Senang banget bisa kumpul di hari istimewa ini bersama teman-teman inspiratif. Banyak hal yang bisa dibahas, dari bisnis sampai isu sosial,” ujarnya.
Acara ini juga dihadiri sosok-sosok perempuan berpengaruh, termasuk Lianjel atau Lian Juwita, yang turut menambah warna dalam diskusi santai namun bermakna.
Lebih dari Sekadar Perayaan, Ini Ruang Bertumbuh

Tak hanya sekadar makan bersama, pertemuan ini menjadi wadah berbagi cerita, memperluas relasi bisnis, hingga saling menguatkan satu sama lain. Migi menegaskan bahwa esensi acara ini adalah menghidupkan kembali nilai-nilai emansipasi sesuai bidang masing-masing.
“Ini sederhana, tapi penuh makna. Kita berbagi, bertukar ide, dan saling mendukung sebagai perempuan Indonesia yang punya hak untuk mandiri dan berpendidikan,” jelasnya.
Didampingi putrinya, Kinikita James, Migi juga menunjukkan bahwa nilai Kartini relevan lintas generasi.
Kartini Masa Kini: Mandiri, Berani, dan Berkarya

Dalam pandangan Migi, Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan simbol keberanian perempuan untuk terus berkembang.
Menurutnya, perempuan masa kini harus mampu menjalankan berbagai peran sekaligus—baik sebagai individu, profesional, maupun ibu—tanpa kehilangan martabat dan jati diri.
“Perempuan punya kebebasan untuk berkarya, berkarier, dan tetap menjalankan perannya dengan penuh kehormatan,” tegasnya.
Harapan: Semangat Kartini Tak Sekadar Simbol
Melalui pertemuan ini, Migi berharap semangat Kartini tidak berhenti sebagai simbol, melainkan terus hidup dalam tindakan nyata perempuan Indonesia.
Pertemuan para sosialita ini diharapkan menjadi pemantik agar semakin banyak perempuan berani melangkah, membangun kemandirian, dan berkontribusi bagi masyarakat.
