HomeLifestyleKompetisi Video Blog (Vlog) TBC Resmi Diluncurkan

Kompetisi Video Blog (Vlog) TBC Resmi Diluncurkan

Published on

 

Trenz Lifestyle |Guna menyebar luaskan informasi informasi,  mempopulerkan  sekaligus mengedukasi  masyarakat tentang penyakit TBC sebagai salah satu penyakit endemik prioritas di Indonesia, Kementerian  Kesehatan bekerjasama dengan PT.  Johnson  &  Johnson  Indonesia  meluncurkan program  “Kompetisi  vlog TBC”, yang dilaksanakan di Studio 3 CGV Cinemas, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (28/11).

Selain masih menjadi salah  satu  masalah  kesehatan masyarakat di dunia terutama negara-negara yang sedang berkembang, saat ini Indonesia  merupakan salah satu negara dengan beban  penyumbang penderita TB  terbesar di dunia. Penyakit TBC  di Indonesia sampai saat  ini  masih  merupakan  salah  satu  masalah  kesehatan  masyarakat  yang  belum  dapat  diatasi.  Survei memperkirakan  prevalensi  TBC  sebesar  660/100.000  atau  berarti  bahwa  0,65%   populasi  Indonesia menderita  TBC,  atau  setara  1.600.000  kasus  TBC,  dimana  tiap  tahun  terjadi  1.000.000  kasus  baru.

Berdasarkan permasalahan tersebut, kampanye nasional penanggulangan TBC  melalui TOSS TB (Temukan Tuberkulosis, Obati Sampai Sembuh) diharapkan bisa menjadi sarana penyampaian informasi dan edukasi mengenai TBC kepada masyarakat luas dalam deteksi dini penyakit TBC ini.

Berdasarkan hasil survey, penyebaran Video-Blogging  atau  yang biasa dikenal dengan Vlog  melalui media online  saat  ini,  diyakini  merupakan  salah  satu  metode  efekif,  kreatif  dan  diminati  oleh  masyarakat  saat  ini terutama dalam konten penyebaran informasi. Karenanya dengan diluncurkannya program “Kompetisi Vlog TBC” oleh Kementerian  Kesehatan bekerjasama dengan PT.  Johnson  &  Johnson  Indonesia, diharapkan  dapat menjadi  bagian  dari  upaya  kampanye  penanggulangan  TBC,  serta  untuk  menumbuhkan  kesadaran  dan menimbulkan  kepedulian  masyarakat  terhadap  TBC  dan  juga  sebagai  media  penyebarluasan  informasi program penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia.

Turut hadir pada peluncuran program tersebut diantaranya adalah  dr.  Wiendra WaworuntuM.Kes  Direktur Pencegahan  dan  Pengendalian  Penyakit  Menular  Langsung,  Kementerian  Kesehatan  RI ;  dr.  Asik  Surya, MPMM,  Kepala  Sub  Direktorat  Tuberkulosis,  Direktorat  Pencegahan  dan  Pengendalian  Penyakit  Menular Langsung – Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI; Lakish Hatalkar,  President  Director  Johnson  &  Johnson  Indonesia;  Alberts  Hendrajaya,  Tim  Digital  Johnson  & Johnson Indonesia dan Rizna Nyctagina dan Kinos, pasangan influencer muda.

Wiendra Waworuntu

Dalam pembukaannya, dr. Wiendra Waworuntu  mengatakan, “Sebagai  negara  endemik  tuberkulosis, maka beban dan kompleksitas yang ditimbulkan sangat besar mengingat penularannya yang cepat dan pengobatan yang  lama.  Rendahnya  pengetahuan  terhadap  tuberkulosis  menyebabkan  rendahnya  angka  penemuan kasus.  Berdasarkan  data  yang  ada,  saat  ini  terdapat  68%  atau  676.000  kasus  tuberkulosis  yang  tidak terdeteksi  dan  tidak  dilaporkan.  Untuk  itu,  saya  percaya  bahwa  cara  terbaik  untuk  mempercepat penanggulangan  tuberkulosis  di  Indonesia  adalah  melalui  kolaborasi  terpadu  untuk  menyebarluaskan informasi tentang  penyakit tuberkulosis sebagai salah satu penyakit endemik prioritas di Indonesia yang perlu dieliminasi secara strategis dan masif melalui kolaborasi berbagai pihak.”

Wiendra Waworuntu menambahkan, “Tuberkulosis  diketahui  paling banyak menyerang kelompok  usia produktif, dimana potensi kehilangan produktivitas sangat besar apabila penyakit ini tidak terdeteksi dan tidak ditangani  dengan  benar.  Untuk  itu  kami  mengapresiasi  inisiatif  untuk  meningkatkan  kesadaran  dan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit  tuberkulosis  melalui  Kompetisi Vlog  TBC  ini. Harapannya akan lebih  banyak  kelompok  pemuda  produktif  berpartisipasi,  sehingga  dapat  meningkatkan  jumlah  penemuan kasus tuberkulosis ini.”

Memanfaatkan  era  digital  dan  kreativitas  masyarakat Indonesia,  serta  mengingat  besarnya  risiko  TBC  di Indonesia, maka  inisiatif dalam bentuk Kompetisi Vlog TBC  akan fokus pada edukasi bagi kelompok pemuda produktif yang sangat rentan untuk menularkan dan tertular penyakit ini dalam aktivitas harian mereka.

Lakish Hatalkar

Sebagai  bagian  dari pengagas  “Kompetisi Vlog  TBC”  ini, Johnson & Johnson Indonesia menempatkan  TBC sebagai  salah  satu  prioritas  utama  kesehatan  masyarakat  di  Indonesia.  Hal  ini  ditegaskan  oleh  Lakish HaltakarPresident Director Johnson & Johnson Indonesia,  “Partisipasi aktif pemuda sebagai kelompok usia produktif  sangat  penting  untuk  penanggulangan  penyakit  TBC.  Internet  dan  berbagai  platform  digital menciptakan  kesempatan  yang  baik  untuk  mendistribusikan  informasi  secara  lebih  cepat,  terutama  bagi kelompok usia produktif yang mengakses internet dalam kehidupan harian mereka. Bermodalkan kreativitas dan kemampuan berinovasi serta berkomunikasi yang didukung dengan perkembangan teknologi yang pesat, kami  percaya  kompetisi  ini  dapat  menjadi  upaya  nyata  untuk  mendorong  partisipasi  masyarakat  dalam menyebarluaskan informasi seputar TBC. Mari kita bekerjasama untuk benar-benar membebaskan Indonesia dari TBC.”

Nyctagina dan Kinos

Seperti telah disebutkan diatas, tujuan  dari  kompetisi  ini  adalah  untuk  menyebarluaskan  informasi,  mempopulerkan  sekaligus mengedukasi  masyarakat tentang penyakit TBC sebagai salah satu penyakit endemik prioritas di Indonesia, yang dapat menular kepada siapa saja tanpa memandang umur dan status sosial ekonomi,sehingga dapat meningkatkan  pengetahuan  dan  kesadaran  masyarakat  bahwa  penyakit  tuberkulosis  bisa  dicegah  dan disembuhkan  melalui  ‘Perilaku  Hidup  Bersih  dan  Sehat’  (PHBS),  deteksi  dini  dan  mendapatkan  Obat  TB berkualitas yang disediakan oleh pemerintah secara gratis di Puskesmas.

dr Asik Surya

Program “Kompetisi Vlog TBC” adalah kompetisi yang dapat diikuti oleh masyarakat umum yang mengangkat topik  seputar  edukasi  TBC.  Kompetisi  berjalan  mulai  efektif  dibuka  sejak  peluncuran  hari  ini  hingga  28 Februari  2018  mendatang,  dengan  kategori  peserta  terbuka  untuk  umum,  baik individu  maupun  kelo mpok, dan berusia minimal 15 tahun.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kompetisi, silakan kunjungi www.ayotosstb.com (PR/TrenzIndonesia) | Foto: Dok. ID COMM

Latest articles

Zephyer Project Vol. 4 Siap Guncang Bekasi, Denny Caknan, NDX A.K.A, dan Aftershine Jadi Magnet Festival Musik Koplo Modern

Bekasi ,Trenzindonesia.com – Gelombang popularitas musik koplo modern di Indonesia masih terus menunjukkan tren...

Slank Rilis Album Republik Fufufafa, Suarakan Isu Lingkungan dan Kritik Sosial

Jakarta – Grup musik legendaris Slank resmi merilis album studio ke-26 bertajuk Republik Fufufafa...

Nasionalisme Jadi Benteng NKRI di Perbatasan, Akademisi Ingatkan Ancaman Tak Lagi Datang dari Senjata

Jakarta, Trenzindonesia.com | Di tengah derasnya arus globalisasi dan meningkatnya ancaman kejahatan lintas...

Kaset 80an Retro Groove Tour 2026 Sukses Guncang Yogyakarta & Semarang, Bawa Ribuan Kenangan Manis Era 80-an Kembali Hidup

Suasana hangat penuh nostalgia menyelimuti Tip Tap Toe Cafe, Sleman, Yogyakarta, Jumat malam (5/6/2026),...

More like this

Garuda Emas di Dada Dela Deniya Jadi Sorotan, Desainer Migi Rihasalay dan Wishnu Aji Siapkan Gebrakan Baru

Jakarta, Trenzindonesia.com | Penampilan memukau selalu menjadi salah satu kunci penting dalam kompetisi...

Mikha Tambayong Pilih Beauty Praktis Tanpa Downtime, Tren Perawatan Perempuan Modern Kini Bergeser

Jakarta,Trenzindonesi.com - Jakarta – Tren kecantikan perempuan modern kini menunjukkan pergeseran ke arah perawatan...

Fashion Show Nina Septiana Nugroho Curi Perhatian di Diskusi NGOBRAS Kartini Film, Musik dan Seni

Jakarta ,Trenzindonesia - Jakarta – Penampilan fashion show dengan koleksi busana muslim terbaru karya...