Trenz Indonesia
News & Entertainment

Pagsis Kopienti : Membidik Penikmat Teh Premium dengan Tea Moctail

248

Klaten, Trenz Lifestyle | Di tengah pandemi Covid 19 yang berkepanjangan dan mampu meluluhlantakan perekonomian keluarga, menuntut seseorang tetap optimis dan kreatif untuk melawan pandemi.

Salah satunya adalah berani mengambil resiko dengan membuka usaha dibidang kuliner, meski belum ada penelitian pasti, jika usaha kuliner menjadi salah satu usaha yang bisa bertahan menghadapi pandemi.

Pagsis Kopienti

“Dan kebetulan pada saat yang sama, ada salah satu saudara yang berbinis di usaha home stay Pagsis Village ingin mengembangkan dengan menambah usaha coffe shop untuk para tamu yang menginap. Jadilah Pagsis Kopienti sebagai pelengkapan dari Pagsis Village, ” Ujar Adi Pamungkas, ketika ditemui di Kedai Pagsis Kopienti, Morangan, Karang Anom, Klaten Utara. Jumat (22/10/2021)

Kenapa teh? Secara umum persaingan usaha dibidang teh lebih menjanjikan dibanding kopi. Kedai kedai kopi sudah ada di mana mana, dan selalu muncul yang baru.

“Usaha minuman berbasic teh belum seramai kopi. Padahal tradisi minum teh sudah ada sejak lama. Seperti tradisi minum teh poci atau teh nasgitel. Bahkan di daerah Solo minum teh menjadi minum wajib saat ada pesta pernikahan, sehingga ada racikan teh yang disebut Teh Nganten, ” Jelas Adi.

Meski bisnis teh belum seramai kopi pada saatnya nanti perkembangan kedai teh akan sama banyaknya dengan kedai kopi. Nah untuk bisa bersaing pada nantinya, Pagsis Kopienti mengambil sikap untuk ambil posisi dengan membidik pangsa pasar menengah ke atas.

Pagsis Kopienti memang berada di sebuah desa di kota kecil , tapi justru kelemahan lokasi ini dijadikan kekuatan untuk mendatangkan penikmat teh. Karena itu menu tehnya bener bener produk teh premium bukan kemasan produksi masal. Seperti white tea, oolong tea, green tea atau pun black tea dari perkebunan perkebunan teh ternama di pulau Jawa, ” Tutur Adi.

Oolong Tea

Teh teh premium tersebut disajikan ke penikmatan dengan diseduh dengan cara yang benar sehingga kandungan vitamin dan mineral dalam daun daun teh itu tidak rusak atau hilang. Seperti pengaturan suhu yang sesuai karakter teh, perbandingan rasio air dan teh serta lama seduh juga yang tepat.

“Pendeknya di Pagsis Kopienti itu nenikmati teh bukan minum teh, ” Ujar Adi sambil tertawa renyah.

 

Teh Kekinian

Penikmat teh mungkin sering dikaitkan dengan golongan umur tertentu bukan milenial banget. Bisa jadi asumsi itu benar, tapi asumsi itu menjadi tantangan untuk mengenalkan dan memasyarakatkan tradisi minum teh premium di kalangan milenial.

Langkah awal yang diambil Pagsis Kopienti dengan menyajikan menu tea mocktail.

Tea Mocktail

“Perpadauan menu jus buah seperti mangga, melon, semangka,  lychee, karika dengan seduan teh hijau. Perpaduan jus buah dengan teh selain menghasilkan menu yang menyegarkan juga menghasilan perpaduan warna dalam sajiannya. “Sajian menu teh buah kami seperti pelangi warna warni. Seperti menu Manggo Blue Ice Tea, Cantaloupe Watermelon Ice Tea atau pun Lychee Red Ice Tea,” jelas Adi.

Cantaloupe Watermelon Ice Tea

Dengan rasa yang segar dan tampilan menarik menjadi senjata untuk membidik pasar millenial.

Selain Pagsis Kopienti juga memberi kemudahan bagi penikmat teh dengan jualan secara online. Bahkan hingga akhir oktober ada diskon 30 persen.

Mesti Pagsis Kopienti menekan menu teh tetap tidak melupakan  menu kopi. Bahkan kopi yang dipilih kopi premium seperti kopi ijen peaberry dari Banyuwangi, Jawa Timuri dan kopi lainnya. Menu kopi nya pun disajikan secara khusus baik yang manual brew maupun dengan mesin espresso.

Mengambil posisi yang menyajikan menu premium baik teh maupun kopi dengan menggunakan alat dan mesin espresso premium pasti membawa konsekuensi logis terhadap harga. “Mesti sajian menu kami kelas premium soal harga kami bersahabat. Antara  lima belas hingga tiga puluham ribu,” Ujarnya.

Pangsa dan sasaran pembeli telah ditetapkan, usaha pun telah dijalankan yang saat ini dibutuhkan kesabaran dan ketekunan. Seperti falsafah Jawa yang menjiwai bisnis Pagsis Kopienti  “teteken tekun bakale tekan” Berpegang pada ketekunan pasti akan sampai pada kesuksesan. (Fjr/Buyil) } Foto: IG @ pagsiskopienti

Leave A Reply

Your email address will not be published.