Trenz Indonesia
News & Entertainment

WHIZZKID SALING MENJAGA | TERPENCAR 20 TAHUN

254

JAKARTA, Trenzindonesia | Di hari-hari ini, ada tiga single rock yang banyak diakses publik di berbagai platform musik digital. Saling Menjaga, Biar Kutemui, dan Baju. Ketiga single itu, sengaja diciptakan Whizzkid, untuk merangkul para penikmat musik rock yang hidup di era digital.

Spirit Digital Jakarta-Amsterdam

Whizzkid sebagai grup band rock, memulai proses ketiga single tersebut secara digital. Mereka, ada Jaya dan Ayat sebagai gitaris, Achonk basist, dan Agyl drummer. Keempat rocker itu bermukim di Indonesia, tapi terpencar di berbagai wilayah. Sementara sang vokalis, Hengky Supit, bermukim di Amsterdam, Belanda.

Keterpencaran secara wilayah tersebut, justru menjadi tantangan yang asyik bagi mereka untuk mengeksplorasi ranah digital. Khususnya, yang relevan dengan musik. Mereka berlima memulainya dengan workshop secara digital, dengan perangkat masing-masing.

Tentu, ada kendala. Kadang koneksi lemot, bahkan jaringan terputus. Namun, mereka menyadari, semua itu adalah bagian dari tantangan di era digital yang mesti disiasati. Situasi yang demikian, justru menambah pemahaman mereka tentang digitalisasi musik.

“Secara emosi, memang terkuras. Karena, tidak bisa lepas seperti bila berdekatan dalam satu studio. Kami terus jaga komunikasi, agar rasa bermusik kami tetap solid,” ujar Ayat, sang gitaris, saat ngobrol di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Selasa, 14 Februari 2023 lalu.

Dan, single Saling Menjaga misalnya, justru secara bertahap, makin matang. Dengan kata lain, kemajuan teknologi digital, khususnya dalam berkarya di bidang musik, tetaplah harus ditopang oleh kemampuan masing-masing menjaga pikir dan rasa.

Henky Supit

Ketika ngobrol-ngobrol dengan Whizzkid di Duren Tiga pada Selasa, 14 Februari 2023 lalu itu, yang hadir secara fisik adalah Jaya, Ayat, Achonk, dan Agyl. Hengky Supit hadir secara online. Tapi, pada waktu rekaman ketiga single itu, Hengky Supit mudik ke Indonesia beberapa hari. Selesai proses rekaman, ia kembali ke Amsterdam.

 

Proses Digital, Merangkul Generasi Digital

Whizzkid sesungguhnya bukanlah pendatang baru di blantika musik rock Indonesia. Grup band ini sudah berdiri sejak tahun 1987 dan intens di berbagai panggung rock tanah air. Mereka kerap membawakan lagu-lagu Iron Maiden dan Judas Priest.

Dalam Saling Menjaga, Biar Kutemui, dan Baju di Pekan Raya Jakarta (PRJ), Whizzkid berhasil menggondol juara pertama sekaligus sebagai juara umum. Kemudian, di ajang Festival Rock se-Indonesia VI tahun 1991 yang digelar Log Zhelebour, Whizzkid menyabet juara kedua sekaligus sebagai best performance di festival tersebut. Bahkan, Hengky Supit dinobatkan sebagai vokalis terbaik.

Hampir 20 tahun mereka terpencar, ketika masing-masing personel berkiprah secara solo karir. Kemudian, era digital menyatukan mereka kembali hingga melahirkan ketiga single tersebut, yang sudah dirilis di berbagai platform digital, sejak Jumat, 10 Februari 2023 lalu.

Apalagi anak-anak mereka yang merupakan generasi digital, juga berkiprah di bidang musik. “Kami tentu saja sering diskusi tentang musik dengan anak-anak kami. Hal itu menambah pemahaman kami dalam merangkul para generasi digital dengan musik rock,” ungkap Achonk.

Dengan kata lain, melalui ketiga single Saling Menjaga, Biar Kutemui, dan Baju, Whizzkid mempertimbangkan banyak hal, sebelum merilisnya. Mereka menyadari, banyak hal telah berubah, sesuai perkembangan zaman. Di samping itu, mereka percaya, musik adalah bahasa universal, yang menghubungkan manusia dari generasi ke generasi. (Isson Khairul) | Foto: Fajar

Leave A Reply

Your email address will not be published.