FOTO : Ketua Panitia Penyelenggara HKPS dan Munas SWI 2026 Prof. Ir. Supiat Nasir, BBA., saat diterima Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma Dwi Hartanta, SH., di Kantor DPRD Boyolali, Kamis (09/04/2026)
Boyolali, Trenzindonesia.com | Dukungan politik terhadap kebebasan pers kembali menguat. DPRD Boyolali menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) dan Musyawarah Nasional Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026, yang dinilai menjadi momentum strategis bagi penguatan peran pers nasional sekaligus promosi daerah.
DPRD Boyolali Tegaskan Komitmen Dukung Agenda Nasional Pers
Ketua DPRD Boyolali, Susetya Kusuma Dwi Hartanta, SH., menegaskan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan HKPS dan Munas SWI 2026 yang akan digelar di Boyolali, Jawa Tengah, pada Mei 2026 mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Ketua Panitia Penyelenggara HKPS dan Munas SWI 2026, Prof. Ir. Supiat Nasir, BBA., di Kantor DPRD Boyolali, Kamis (9/4/2026).
“Kami menyambut baik agenda nasional ini. DPRD Boyolali siap berperan aktif agar kegiatan dapat terlaksana dengan optimal,” ujar Susetya.
Lebih jauh, DPRD juga akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Boyolali guna memastikan kesiapan dari berbagai aspek, mulai dari fasilitas, dukungan kelembagaan, hingga sinergi lintas sektor.
HKPS dan Munas SWI 2026 Jadi Momentum Strategis Pers Nasional
Sebagai pengamat nasional, langkah DPRD Boyolali ini mencerminkan meningkatnya kesadaran pemerintah daerah terhadap pentingnya ekosistem pers yang sehat dan profesional.
HKPS bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan simbol komitmen terhadap kebebasan berekspresi, keterbukaan informasi publik, serta peran pers sebagai pilar demokrasi. Sementara Munas SWI menjadi forum konsolidasi penting bagi insan pers dalam menghadapi tantangan era digital.
Ketua Panitia, Prof. Supiat Nasir, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Ia menilai respons positif DPRD menjadi energi besar bagi panitia.
“Dukungan ini menjadi semangat bagi kami untuk menghadirkan acara yang tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga berdampak luas bagi dunia jurnalistik Indonesia,” ujarnya.
Dampak Ganda: Profesionalisme Pers dan Promosi Daerah
Penyelenggaraan HKPS dan Munas SWI 2026 di Boyolali diproyeksikan memberi efek ganda. Di satu sisi, kegiatan ini mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme insan pers. Di sisi lain, menjadi peluang strategis bagi Boyolali untuk memperkuat citra sebagai daerah yang terbuka, progresif, dan mendukung kebebasan pers.
Selain itu, kegiatan berskala nasional ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya kebebasan pers dan transparansi informasi.
“Ini bukan hanya agenda organisasi, tetapi juga bagian dari edukasi publik tentang pentingnya pers yang merdeka dan bertanggung jawab,” tambah Supiat.
Boyolali Kian Diperhitungkan di Peta Nasional
Dengan menjadi tuan rumah HKPS dan Munas SWI 2026, Boyolali berpotensi semakin dikenal di tingkat nasional. Hal ini sejalan dengan upaya branding daerah, termasuk penguatan identitas “Boyolali sebagai Kota Kopi” yang terus berkembang.
Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan insan pers menjadi kunci keberhasilan agenda ini. Jika dimaksimalkan, Boyolali tidak hanya menjadi lokasi acara, tetapi juga simbol kolaborasi antara demokrasi, media, dan pembangunan daerah.
