HomeNewsEdutainmentBagiono Prabowo : Hak Cipta Mesti Terus Disosialisasikan Pemerintah

Bagiono Prabowo : Hak Cipta Mesti Terus Disosialisasikan Pemerintah

Published on

Website Akatara [Recovered]
Trenz Edutainment | Permasalahan Hak Cipta di Indonesia masih belum terurai, sampai pemilik Hak Cipta memeroleh dan menikmati hasil jerih payahnya. “Anugerah Allah Maha Kuasa terbesar adalah akal budi, yang bisa mendapatkan inspirasi beripikir dan menghasilkan karya. Sudah semestnya hasil olah pikir, oleh budi dan waktu dihargai dengan semesatinya,”demikian pemaparan HRM. Bagiono Prabowo, SH, MBA, Ketua Bidang Perlindungan dan Mediasi,  Badan Perfilman Indonesia (BPI), di acara “AKATARA”, yang digelar oleh Badan Ekonomi Kreatif, Djakarta Theater Club, Rabu, 19 September 2018.

Baca Juga :

https://trenzindonesia.com/2018/09/19/visinema-wujudkan-komitmennya-untuk-industri-film-indonesia-di-akatara/

Dalam pemaparannya lebih jauh di acara yang bertajuk “How to Protect and Monetize Your IP”, itu,pria yang disapa Gion menjelaskan, pentingnya  secara intens campur tangan pemerintah  secara berkelanjutan mengedukasi masyarakat melalui sosialisasi kekayaan intelektual yang lebh akrab kita menyebutnya (Intellectual Property). “Masyarakat harus paham betul apa manfaat undang-undang IP. Agar tidak terjadi kasus-kasus pelanggaran kekayaan intelektual,” Kata dia.

Kesehariannya sebagai pengacara Gion kerap menemui hal pelanggaran IP.Dikarenakan itu dia meyakini masih banyak masyarakat yang belum sadar dan paham apa itu kekayaan intelektual atau IP. Ketika ada karyanya diplagiat, seseorang itu menyadari karyanya digunakan oleh orang lain. Tapi, dia sendiri bingung bagaimana menggugatnya, atau bagaimana memperoleh haknya itu kembali,”tutur Gion.

Di sinilah, kata Gion, perlunya secara terus menerus pemerintah turun tangan.”Semisal Bekraf bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM, dalam menanganni persoalan ini,”kata Gion lagi.

Gion juga menjelaskan, meski punya karya dan dilindungi undang-undang, pemilik IP juga mesti tahu batas waktu dan batas lainnya yang bisa menggugurkan klaim atas sebuah karya.”Bila karya sebuah film dibuat hak ciptanya oleh satu orang atau satu unsur, ya tidak bisa. Karena film terkait banyak orang yang terlibat. Kecuali produsernya,”tegas Gion, yang juga Produser Film dan Ketua Pafindo ini.

Kasus yang ditangani Gion sebagai pengacara adanya sengketa antara Syamsul Fuad mengaku penulis skenario film “Benyamin Biang Kerok” dengan Ody Mulya Hidayat, sebagai produser dari Max Pictures.”Dalam kasus ini kepemilikan sudah beralih dengan adanya transaksi jual beli. Ada berita acaranya ada catatan catatan nominalnya dan itu sudah kesepakatan para pihak. Di sini saya jelaskan IP itu sudah selesai disebabkan adanya transsaksi tadi. Kecuali ada hal-hal lain yang semuanya pun di atur dalam undang –undang. Semua transparan,”demikian Gion. (Didang / TrenzIndonesia)

Latest articles

Sambut Momen HUT ke-499 DKI, Ketum FBJ Budi Siswanto Ajak Masyarakat Berperan Aktif Dorong Jakarta Menuju Kota Global

JAKARTA - Guna menyambut momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 DKI, Ketua Umum...

Indra Adhari di Konsep One Month One Song Rilis Ibuku Pahlawanku yang Viral di TikTok Malaysia

Penyanyi dan pencipta lagu Indra Adhari yang tengah menjalani konsep One Month One Song...

Golden Memories 50 Tahun Kelulusan SMPN 45 Jakarta Angkatan 79

Suasana haru, hangat, dan penuh kenangan mewarnai perhelatan “Golden Memories – 50 Tahun Kelulusan...

Rayhan Cornelis Lepas Rindu Indonesia di Belanda, Temani Sang Ibu dalam Malam Amal untuk Korban Banjir Sumatra

Belanda, Trenzindonesia.com | Suasana hangat khas Indonesia terasa begitu kental dalam gelaran malam amal...

More like this

Aylawati Sarwono Raih Juara Asian Tango Championship 2026 di Tokyo, Bukti Kiprah Indonesia di Panggung Seni Dunia

TOKYO, Jepang , Trenzindonesia.com — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra-putri Indonesia di tingkat internasional. Penari...

Pempek Ibu Iin Laris Manis di Final PFL 2026, Bukti UMKM Bisa Tumbuh dari Panggung Olahraga Nasional

Jakarta, Trenzindonesi.com | Riuh sorak ribuan penonton yang memadati GOR Universitas Negeri Yogyakarta saat...

PNM dan KPPPA Hadir di Bajawa, Dorong Ketahanan Keluarga dan Kesehatan Mental Anak Lewat Pemberdayaan Perempuan

Jakarta, Trenzindonesia.com | Meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja mendorong berbagai...