HomeNewsEdutainmentIni Pesan Tim Dokter RSDC Wisma Atlet Bagi Yang Abai Terhadap Prokes...

Ini Pesan Tim Dokter RSDC Wisma Atlet Bagi Yang Abai Terhadap Prokes Covid-19

Published on

Jakarta, Trenz News | Tim Dokter Rumah Sakit Darurat Corona (RSDC) Wisma Atlet, dr Efriadi Ismail mengajak masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dimana pun berada. Walaupun sudah dilakukan vaksinasi COVID-19. Pasalnya, saat ini kesadaran masyarakat menerapkan prokes sudah mulai luntur bahkan cenderung abai.

“Bagi yang merasa baik-baik saja bahkan abai terhadap protokol kesehatan tidak menutup kemungkinan dapat terpapar COVID-19. Boleh saja kita merasa baik-baik saja bahkan abai terhadap protokol kesehatan tapi kalau nanti terpapar COVID-19 justru akan merasakan dampaknya, “ beber dr Efriadi dalam taping Podcast ICFTV Channel di Kawasan Jakarta Timur, Senin (24/5/2021) malam.

Menurut Bang Ucok, sapaan dr Efriadi ini menambahkan, pihaknya yang bergelut setiap hari dengan pasien COVID-19 menyarankan sampai dengan tahun 2022 mendatang protokol kesehatan secara ketat agar tetap dijalankan bahkan ditambah yang tadinya 3 M menjadi 5 M.

“5M yang dimaksud adalah Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi mobilitas. Ini sangat perlu dalam mengurangi kluster baru,” ujarnya.

Masih menurut Bang Ucok, sampai dengan pekan ini, sebanyak seribu lebih pasien yang menjalani perawatan. Bahkan mencapai angka dua ribu. Oleh karenanya tim medis menyarankan kepada Pemerintah untuk menunda rencana membuka kembali pertemuan tatap muka di dunia pendidikan.

“Kami tim medis tidak menyarankan kampus, sekolah dan dunia pendidikan dibuka dulu. Sebaiknya nanti saja. Bagaimana mendorong kesadaran masyarakat agar lebih ketat lagi menerapkan prokes, sehingga tidak menambah kluster baru,” ucapnya.

Akademisi Jakarta, Inggar Saputra, mengakui kondisi masyarakat saat ini cenderung lelah dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Oleh karenanya, kata Inggar sepakat agar Pemerintah menunda rencana membuka pertemuan tatap muka di sekolah atau kampus.

Bang Ucok tadi bilang tidak menyarankan dibukanya sekolah dan kampus yang dikhawatirkan menambah kluster baru sepakat. Memang kita lelah tapi mau bagaimana? COVID-19 ini juga kapan berakhir kita tidak tau. Yang patut didorong adalah ayo sama-sama menjaga diri, keluarga dengan tidak kendor menerapkan prokes,” pungkas Inggar. (PR/Fjr)

Latest articles

Hadirkan Ustadz Subki Al-Bughury, Ikatan Alumni SMP 45 Jakarta Gelar Gebyar Muharram 1448 H dengan Santunan Yatim

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Taklim Ikatan Alumni SMP...

Program Jumat Berkah Wartawan Pekan – 76 , Gandeng Chandra Wahyu dan Sylvia Nabila Gelar Aksi Sosial untuk Warga Cibubur

Jakarta , Trenzindonesia.com - Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui...

Andrigo Kembali Bangkitkan Luka Lewat “Pacar Selingan 2”, Gandeng Label Besar Malaysia Luncai Emas

Nama Andrigo seolah tidak bisa dipisahkan dari lagu fenomenal “Pacar Selingan”. Lagu yang pernah...

Indra Adhari Musisi Independen Rilis Cinta Sejati, Single Ke-5 di Konsep One Month One Song

Indra Adhari penyanyi sekaligus pencipta lagu kembali menegaskan komitmennya di industri musik tanah air...

More like this

Program Jumat Berkah Wartawan Pekan – 76 , Gandeng Chandra Wahyu dan Sylvia Nabila Gelar Aksi Sosial untuk Warga Cibubur

Jakarta , Trenzindonesia.com - Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui...

Kisah Yanti, Nasabah PNM Mekaar yang Sukses Bangun Usaha Kriya dari Nol: Modal Kepercayaan Jadi Kunci Perubahan Hidup

Jakarta, Trenzindonesia.com | Dipercaya, Bukan Dikasihani: Cerita Perempuan Ultra Mikro yang Berani Bermimpi Lebih...

Rela Tempuh Hutan Demi Mengajar, Kisah Guru Honorer di Sikka Ini Menyentuh Hati Publik

Jakarta, Trenzindonesia.com | Di tengah keterbatasan akses dan minimnya fasilitas pendidikan di pelosok daerah,...