Bogor, Trenzindonesia | Barongsai, tarian tradisional Tionghoa yang menampilkan penari dalam kostum singa, telah menjadi bagian penting dari berbagai perayaan, termasuk Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh, pembukaan bisnis, dan acara khusus lainnya.
Tidak hanya sebagai hiburan, tarian ini diyakini membawa keberuntungan serta mengusir roh jahat.

Sejarah Barongsai sendiri sudah ada sejak lebih dari seribu tahun yang lalu, berasal dari Dinasti Han di Tiongkok. Awalnya, tarian ini digunakan sebagai bentuk perlindungan dari roh jahat dan melambangkan keberanian serta kekuatan. Seiring waktu, Barongsai berkembang dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Tionghoa di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Menjelang perayaan Cap Go Meh 2025 yang jatuh pada 12 Februari, suasana meriah mulai terasa di berbagai daerah. Di Kota Bogor, misalnya, pedagang di sepanjang Jalan Surya Kencana mulai menjajakan mainan boneka tangan Barongsai yang menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak dan kolektor.

Mainan Boneka tangan Barongsai ini dijual dengan harga Rp 35.000 per buah untuk ukuran kecil, sementara ukuran besar dihargai Rp 80.000 per buah. Kehadiran mainan ini tidak hanya menambah semarak perayaan, tetapi juga menjadi simbol pelestarian budaya yang terus berkembang seiring waktu. (Sumber : xposeindonesia / Fjr) | Foto: Dudut SP
