Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung
Jakarta, Trenzindonesia.com | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjadi sorotan dalam High-Level Political Forum: Local and Regional Governments Forum di Markas Besar PBB, New York, Rabu (16/7). Dalam forum bergengsi ini, ia membeberkan langkah-langkah inovatif Pemprov DKI dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global berkelanjutan pada 2030, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Transformasi Jakarta: Dari Infrastruktur hingga Kesetaraan Gender

Gubernur Pramono menegaskan, ambisi Jakarta masuk dalam daftar 50 kota global terkemuka pada 2030 memerlukan perubahan menyeluruh. “Pembangunan berkelanjutan bukan sekadar wacana, tapi aksi nyata. Mulai dari perbaikan infrastruktur, birokrasi yang efisien, hingga dukungan politik yang kuat,” ujarnya di hadapan delegasi internasional.
Ia memaparkan sejumlah prestasi Pemprov DKI, termasuk Indeks Ketimpangan Gender terendah se-Indonesia pada 2024. Bus khusus perempuan, kampanye anti-pelecehan di TransJakarta, serta taman kota yang lebih aman menjadi bukti komitmen Jakarta dalam menciptakan ruang publik yang inklusif.
Kolaborasi Kunci Sukses Jakarta

Pramono menekankan, kolaborasi lintas sektor adalah kunci memacu pembangunan. “Jakarta harus jadi contoh kota tangguh dan inklusif. Tidak boleh ada yang tertinggal,” tegasnya. Forum ini juga menjadi ajang bagi DKI untuk menjalin kemitraan global mendukung Smart City dan green economy.
Optimisme Menuju Jakarta 2030
Dengan sejumlah terobosan seperti transportasi ramah lingkungan, tata kelola kota berbasis data, dan pemberdayaan masyarakat, Pramono yakin Jakarta akan menjadi kota masa depan yang berkelanjutan. “Ini momentum bagi kita semua untuk bergerak bersama,” tutupnya.
[Foto: Pemprov DKI Jakarta]
