Bunga Zainal
Jakarta, Trenzindonesia.com | Bunga Zainal kembali mencuri perhatian publik, kali ini bukan karena karya seninya, melainkan curahan hatinya soal vonis ringan bagi pelaku penipuan bisnis yang merugikannya hingga Rp15 miliar. Aktris 38 tahun itu secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap sistem hukum Indonesia yang dinilainya tidak berpihak pada korban.
Melalui unggahan di Instagram Story pada Rabu, 16 Juli 2025, Bunga menumpahkan rasa frustrasinya usai mendengar putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat yang hanya menjatuhkan hukuman dua tahun penjara kepada dua terdakwa, yakni Anak Agung Ayu Candra Dewi dan Sofan Fahrizal Suryahansyah.

“Pada intinya postingan aku ini adalah luapan kekecewaan aku terhadap hukum di Indonesia yang mungkin banyak dari kalian juga merasakan, betapa hukum di Indonesia sangat tidak adil,” tulis istri dari produser film Sukhdev Singh itu.
Tagar seperti #KeadilanUntukKorbanPenipuan dan #BungaZainal pun ramai dibicarakan di media sosial, seiring banyaknya warganet yang bersimpati atas perjuangan Bunga.
Meski kecewa, bintang sinetron Perawan Desa ini menegaskan dirinya belum menyerah. Ia menyiratkan bahwa langkah hukum lanjutan, termasuk kemungkinan banding, masih terbuka.
“Kalaupun setelah ini langkah berikutnya adalah banding atau tidak, itu masih jadi pertimbangan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Bunga juga menyatakan komitmennya untuk memberikan efek jera kepada para pelaku agar kasus serupa tidak terulang pada orang lain. Ia berharap kisahnya menjadi peringatan sekaligus pelajaran bagi banyak orang yang terjun ke dunia bisnis.
“Intinya belajar dari kejadian aku ya temen-temen,” ujarnya.
Kasus penipuan bisnis yang menimpa Bunga Zainal menjadi perhatian luas karena nilainya yang fantastis, menyentuh angka Rp15 miliar. Banyak yang menilai hukuman dua tahun tidak sepadan dengan kerugian serta dampak psikologis yang dialami korban.
Bunga Zainal kini berdiri bukan hanya sebagai artis, tapi juga simbol perjuangan korban penipuan yang mencari keadilan. Perjalanan hukum belum selesai, dan Bunga memastikan suaranya tak akan padam sampai kebenaran berpihak padanya.
