HomeNewsGubernur Pramono Anung Tantang Finalis Abang None 2025 Jadi Wajah Budaya Betawi...

Gubernur Pramono Anung Tantang Finalis Abang None 2025 Jadi Wajah Budaya Betawi & Global Jakarta

Published on

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menerima 36 finalis Abang None Jakarta 2025 di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/8).

Jakarta, Trenzindonesia.com | Menjadi wajah Ibu Kota bukan hanya soal tampilan fisik dan charm, melainkan juga tentang pemahaman mendalam terhadap budaya dan visi global. Pesan inilah yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kepada 36 finalis Abang None Jakarta 2025 saat menerima mereka di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/8).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menekankan bahwa para finalis yang telah melalui seleksi ketat ini adalah etalase hidup Jakarta, yang harus merepresentasikan dua identitas sekaligus: sebagai kota dengan budaya Betawi yang autentik dan sebagai kota global yang multikultural.

“Bisa terpilih menjadi finalis dan hadir di Balai Kota adalah sebuah pencapaian luar biasa. Motivasi terbesar tentu harus datang dari diri sendiri,” ujar Gubernur Pramono kepada para finalis.

Wawasan Budaya Betawi dan Multikultural sebagai Bekal Utama

Gubernur Pramono secara khusus mengingatkan para finalis tentang Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang menegaskan budaya Betawi sebagai identitas dan jati diri Kota Jakarta. Namun, di sisi lain, mereka juga dituntut untuk memahami Jakarta sebagai kota dengan keberagaman budaya dan multi-etnis.

“Abang None juga harus memahami bahwa Jakarta adalah kota dengan keberagaman budaya dan multi-etnis,” tegasnya.

Persiapan Menyambut Jakarta 500 Tahun

Momen penting yang menjadi latar belakang pesan Gubernur adalah persiapan Jakarta menyambut usia ke-500 tahun pada 2027. Gubernur berharap para Abang None dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan Jakarta menuju kota global yang mampu bersaing di kancah internasional.

Harapan ini dibangun di atas fondasi ekonomi yang kuat. Gubernur menyebut pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan II-2025 tercatat 5,18%, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,12%. Kontribusi ini menjadikan Jakarta sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata yang signifikan.

Tugas Utama: Mengenal dan Mengomunikasikan Jakarta

Gubernur Pramono berpesan, tugas utama Abang None adalah untuk mengenal Jakarta dengan baik, lalu mengomunikasikannya kepada masyarakat luas dan dunia.

“Saat ini, Abang None adalah ikon wajah Jakarta. Etalase Jakarta ada pada diri kalian semua. Maka, peran Abang None sangat besar bagi Jakarta,” pungkasnya.

Pesan Gubernur ini sekaligus menjadi tantangan bagi ke-36 finalis untuk tidak hanya menjadi simbol kecantikan dan ketampanan, tetapi juga duta budaya dan duta pariwisata yang akan membawa nama Jakarta bersaing di tingkat global.

[Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta]

Latest articles

Hadirkan Ustadz Subki Al-Bughury, Ikatan Alumni SMP 45 Jakarta Gelar Gebyar Muharram 1448 H dengan Santunan Yatim

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Taklim Ikatan Alumni SMP...

Program Jumat Berkah Wartawan Pekan – 76 , Gandeng Chandra Wahyu dan Sylvia Nabila Gelar Aksi Sosial untuk Warga Cibubur

Jakarta , Trenzindonesia.com - Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui...

Andrigo Kembali Bangkitkan Luka Lewat “Pacar Selingan 2”, Gandeng Label Besar Malaysia Luncai Emas

Nama Andrigo seolah tidak bisa dipisahkan dari lagu fenomenal “Pacar Selingan”. Lagu yang pernah...

Indra Adhari Musisi Independen Rilis Cinta Sejati, Single Ke-5 di Konsep One Month One Song

Indra Adhari penyanyi sekaligus pencipta lagu kembali menegaskan komitmennya di industri musik tanah air...

More like this

Program Jumat Berkah Wartawan Pekan – 76 , Gandeng Chandra Wahyu dan Sylvia Nabila Gelar Aksi Sosial untuk Warga Cibubur

Jakarta , Trenzindonesia.com - Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui...

Kisah Yanti, Nasabah PNM Mekaar yang Sukses Bangun Usaha Kriya dari Nol: Modal Kepercayaan Jadi Kunci Perubahan Hidup

Jakarta, Trenzindonesia.com | Dipercaya, Bukan Dikasihani: Cerita Perempuan Ultra Mikro yang Berani Bermimpi Lebih...

Rela Tempuh Hutan Demi Mengajar, Kisah Guru Honorer di Sikka Ini Menyentuh Hati Publik

Jakarta, Trenzindonesia.com | Di tengah keterbatasan akses dan minimnya fasilitas pendidikan di pelosok daerah,...