Trenz Indonesia
News & Entertainment

Hj. Eka Dahliani Usman : Halmahera Selatan Akan Menjadi Land Of Paradise nya Indonesia

MARABOSE FESTIVAL

579

HALMAHERA SELATAN, Trenz Tourism | Untuk kali pertama, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara sukses menggelar perhelatan akbar bertajuk MARABOSE FESTIVAL’, yang diselenggarakan selama 3 hari, dan berlangsung di Lapangan Asombang Desa Labuha, Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan.

Berlangsung sejak tanggal 3 hingga 5 Desember tahun 2022, MARABOSE FESTIVAL yang digagas oleh Usman Sidik selaku Bupati Halmahera Selatan ini yang ingin mengangkat dan menghidupkan lagi kesultanan Bacan. MARABOSE FESTIVAL, selain menjadi Festival yang mengangkat sejarah di Halmahera Selatan, juga menyajikan beragam acara menarik yang menghibur dan mengedukasi warga Halmahera Selatan dan sekitarnya seperti Napak Tilas, Pentas Seni, Ekspo Kuliner, Kirab Budaya dan Hiburan Rakyat.

MARABOSE FESTIVAL secara resmi dibuka oleh Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, Sabtu 3 Desember 2022 lalu.

Menurut Bupati Usman Sidik, Diselenggarakannya MARABOSE FESTIVAL oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan adalah  sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai kebudayaan di tengah gempuran era modernisasi.

Sementara menurut Hj Eka Dahliani Usmam selaku istri dari Bupati Halmahera Selatan, MARABOSE menceritakan perjalanan sultan.

“Halmahera Selatan ini merupakaan negeri kesultanan. Dan di Maluku Utara ini ada 4 Kesultanan yakni yang tertua adalah Kesultanan Bacan, disusul Kesultanan Jailolo, Kesultanan Tidore dan yang paling bungsu adalah Kesultanan Ternate”, jelas Hj. Eka Dahliani Usman saat ditemui di acara jamuan makan siang bersama team band Armada dan Putri DA 4 yang malamnya akan tampil di panggung hiburan MARABOSE FESTIVAL, di rumah dinas Bupati Halmahera Selatan, Senin (5/12).

“Kita ingin menceritakan kenapa Kesultanan ada di Bacan, MARA sendiri berarti pulau Makean atau biasa disebut pulau Mara, Kemudian BOSE itu mendayung, jadi MARABOSE bisa diartikan mendayung dari Mara ke Bacan. Maka dibuatlah MARABOSE FESTIVAL ini, untuk mengangkat citra kesultanan, anak cucu dan generasi muda yang mulai lupa dengan kesultanan” lanjut Hj Eka Dahliani Usmam yang juga merupakan Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Halmahera Selatan (HalSel).

“Sehingga diangkatlah cerita ini, kemudian dibuat lah salah satu event di MARABOSE FESTIVAL ini adalah Napak Tilas, yang menceritakan tentang perjalanan sultan Bacan sampai kini” tambahnya.

“Hal ini senada dengan yang pernah diungkapkan Bupati Halmahera Selatan yakni Bupati Usman Sidik yang mengatakan bahwa MARABOSE FESTIVAL akan menjadi investasi sejarah bagi generasi penerus Halmahera Selatan guna mengenang kembali sejarah perjalanan panjang kemaritiman Said Muhammad Baqir dari Negeri Tahane Pulau Mara Kie Besi Makian ke Kasiruta hingga ke Negeri Seki Bacan.” jelas Hj. Eka

Masih menurut Hj Eka Dahliani Usmam, dengan diselenggarakannya MARABOSE FESTIVAL, ternyata antusias masyarakat untuk menyaksikannya, luar biasa, ada eforia tersendiri terkait kesultanan Bacan,

“Alhamdulillah dengan adanya Festival ini, banyak orang tahu, khususnya anak anak muda yang mungkin udah lama gak pernah tahu tentang asal usul kesultanan Bacan, umumnya Maluku Utara dan Indonesia, jadi bisa tahu tentang kesultanan Bacan.”, ujarnya.

Tak hanya sebagai ajang edukasi sejarah serta perhelatan budaya, MARABOSE FESTIVAL juga menjadi saran untuk memperkenalkan sumber daya alam dan ekonomi kreatif serta potensi wisata dan ragam masyarakat Halmahera Selatan.

“Jadi Halmahera Selatan itu kaya budaya, dan kaya makanan kuliner yang luar biasa. Dan saya bisa jamin, di daerah lain gak punya kuliner sebanyak di Bacan ini.”, tegasnya meyakinkan.

“Makanan khas Bacan terkenal dengan 100 macam dabu dabu atau sambal yang beragam, sambal yang cuma ada di pulau ini, di Bacan”, imbuhnya.

Sashimi Tuna Dengan Saos Sambal Khas Pulau Bacan

“Ekspor ikan Tuna ke Jepang itu yang pertama di Halmahera Selatan, di Pulau Bacan ini sendiri. Di Jepang ada Sashimi, kalo di Bacan ada juga sashimi, itu Tuna dengan daging terbaik, yang membedakan dengan sambal atau sausnya. Kalo yang di jepang memakai saos atau kecap dari Jepang tapi kalo di Halsel ini kita punya saus tersendiri, racikan tersendiri dari orang Bacan yang saya jamin enak. Saosnya berupa bumbu kacang dengan jahe, jadi citarasanya ada pedas pedasnya.” ungkap Hj. Eka Dahliani Usman yang dibulan Oktober lalu, oleh Gubernur Maluku Utara, KH. Abdul Gani Kasuba, melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan  Ir. Abuhari Hamzah, baru saja di kukuhkan sebagai Bunda Literasi Halsel Periode 2022-2024.

Gugusan Pulau Tawale Halmahera Selatan

“Sebagai destinasi wisata, kita ada gugusan Pulau Tawale yang berada di Pulau Kasiruta, Desa Marikuso, Kecamatan Kasiruta Timur, Halmahera Selatan dan sangat terkenal dengan keindahan alam nya yang sangat eksotis.” Tuturnya.

“Tawale kita sebut gate of paradise atau Pintu masuk surga, ada juga garden of paradise dan lain lain. Nanti Halsel akan kita bentuk jadi Land of Paradise nya Indonesia”, ungkap Hj. Eka optimistis.

Selain Al Hajj Abdurrahim Muhammad Garry Ridwan Sjah, MBA selaku Sultan Bacan dan Usman Sidik selaku Bupati Halmahera Selatan, Penyelenggaraan MARABOSE FESTIVAL yang akan menjadi agenda tahunan Halmahera Selatan ini juga didukung oleh Hasan Ali Bassam Kasuba selaku Wakil Bupati Halmahera Selatan, dan Ir. Saiful Turuy, MP selaku Sekretaris Daerah Halmahera Selatan serta Dinas Pariwisata Halmahera Selatan dan pihak pihak lainnya,

MARABOSE FESTIVAL akan digelar se takjub dengan indahnya Halmahera Selatan”, pungkas Hj. Eka Dahliani Usman. (Fjr) | Foto: Fajar dan Google.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.